Breaking News

Dies Natalis PIKI Ke-52: Sinergi PIKI untuk Bersaksi dan Menjawab Panggilan

Dies Natalis PIKI Ke-52 tahun 2015 merupakan momen bagi kaum Inteligensia Kristen (PIKI) bersama lembaga keumatan Kristen lainnya seperti GMKI, GAMKI dan PARKINDO untuk kembali mengupapayakan kehadiran lembaga keumatan lainnya agar dapat membangun kesaksian dan menjawab panggilan ditengah bangsa dan Negara Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI masa bakti 2015-2020 dalam Pidato Dies Natalis Ke-52 PIKI yang berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2015.

Lebih lanjut Bakti, demikian akrab disapa, mengutarakan Dies Natalis PIKI Ke-52 tahun 2015 dilaksanakan dalam terang tema: “Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa (Amsal 14:34) dan subtema: “Kebangkitan gerakan-gerakan kemasyarakatan Kristen dalam menjawab tantangan jaman dan panggilan berbangsa.”

(Berikut Video Pidato Dies Natalis Ke-52 Ketum DPP PIKI Baktinendra Prawiro)

Bakti menjelaskan tema merupakan panggilan teologis yang darinya subtema berasal serta pokok-pokok program dan kegiatan didasarkan Amsal 14:34 yang mengamanatkan pesan yang komprehensif sebagai basis spritualitas Inteligensia Kristen (PIKI) dalam menjawab tantangan kediriannya di tengah pergumulan bangsanya.

Kebenaran atau righteousness, kata dia, menunjuk pada dua sisi penting: pertama, sisi administrasi pemerintah yang memperlakukan rakyatnya secara baik dengan terus menegakkan keadilan bagi penduduknya.

Jika ini dikombinasikan dengan sisi kedua, lanjut Bakti, yakni sebagaimana perintah agar orang Israel Perjanjian Lama memperlakukan sesamanya sebagai bagian dari dirinya sendiri, memperlakukan sesamanya yang kurang beruntung sebagaimana mengasihi Tuhan Allahnya, maka ini yang dalam tradisi Perjanjian Lama disebut sebagai Kebenaran.

“Kebenaran seperti ini bukan hanya kebenaran “religious”, kebenaran agamawi belaka, tetapi merupakan panggilan moral yang jika semua terwujud, pada gilirannya akan meninggikan dan mengagungkan bangsa,” kata dia.

“Basis spritual ini hendak kami garis bawahi sebagai pesan yang bersifat “mandatory” bagi PIKI dalam merancang aktifitas dan programnya selama lima tahun masa bakti, sebagaimana juga Kongres VI PIKI mengamanatkannya,” tambah dia.

Sementara subtema, jelas Bakti, merupakan permenungan mendalam atas sebuah realitas yang agak kelabu dan menyedihkan. Yakni ketika menatap dan menyaksikan betapa Organisasi Keumatan Kristen di Indonesia, sebagian besar jika tidak semua, nyaris gagal beradaptasi dan menghadirkan kedirian yang relevan dengan tuntutan zaman.

Padahal, pada saat yang sama, lanjut dia, kompleksitas persoalan kebangsaan yang dipicu oleh revolusi informasi dan teknologi pada satu sisi, serta batas-batas bangsa yang semakin kabur serta alur informasi yang semakin tak terhalangi pada sisi lainnya, membutuhkan kehadiran secara baru Organisasi Keumatan Kristen tersebut.

“Kegagalan menemukan relevansi eksistensi diri dan signifikansi kehadiran dalam bentuk dinamika gerak dan program, membuat banyak lembaga keumatan tersebut mati suri,” ujar dia.

Kita masih berbangga karena adik-adik di GMKI, masih mampu mempertahankan eksistensi dan dinamika kehadirannya di tengah bangsa.

Tetapi kita sering menyaksikan betapa organisasi lainnya yang berbasis massa yaitu GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) dan GSKI (Gerakan Siswa Kristen Indonesia) beberapa kali kehilangan momentum keberadaannya.

Bahkan, GSKI hingga sekarang ini masih tetap vakum dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami kebangkitan.

“Kondisi ini telah menginspirasi kami, DPP PIKI yang juga baru menemukan kembali momentum eksistensi dan gerak dinamikanya, dalam kebersamaan dengan GAMKI, GMKI, dan PARKINDO (Partisipasi Kristen Indonesia) untuk kembali mengupayakan kehadiran lembaga keumatan lainnya,” kata dia.

Setidaknya, tambah dia, GSKI dan PGKI (Persatuan Guru Kristen Indonesia) dapat diupayakan untuk diaktifkan kembali sehingga kelak bersama dengan lembaga keumatan Kristen lainnya dapat membangun kesaksian dan menjawab panggilan di tengah bangsa dan Negara Indonesia.

“Kami patut bersyukur karena bersama GMKI, GAMKI dan PARKINDO, upaya-upaya reaktivasi ini sudah mulai menunjukkan kesepahaman dan bentuk programatis yang dapat dikerjakan secara bersama dalam waktu dekat ini,” jelas dia.

“Bahkan dialog terakhir di Sidang Pleno II PP GMKI, awal Desember 2015, melahirkan aspirasi baru untuk dapat melakukan reaktivasi Lembaga Keumatan Kristen dengan GSKI dan jika mungkin PGKI secara bersamaan pada tahun 2016.”

Konsolidasi

Paska Kongres V PIKI Maret 2015, menurut Bakti, Pengurus DPP PIKI menemukan kenyataan betapa sulitnya melakukan re-konsolidasi PIKI setelah jadwal konstitusi semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat provinsi tidak dapat ditentukan dengan data yang tersedia.

Belakangan ditemukan bahwa masih ada lima DPD Provinsi yang sah kepengurusannya.

“Dalam kerja keras Tim Revisi AD/ART dan PO (Peraturan Organisasi), telah ditetapkan PO yang baru dengan pendekatan top down untuk reorganisasi, dalam artian setiap penetapan DPD dan DPC (tingkat kabupaten dan kota) akan dilakukan DPP dan bukan oleh DPD untuk tingkat DPC,” kata dia.

“Hal ini berlangsung dalam kondisi darurat untuk mengaktifkan kembali sejumlah DPD dan DPC yang mengalami kevakuman selama kurang lebih lima tahun.”

Sampai saat ini, menurut Bakti, sejumlah provinsi sudah mengagendakan konferensi daerah pada bulan Januari dan Februari 2016. Jadwal ini ditetapkan mengingat bulan Maret 2016 adalah jadwal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk membahas draft perubahan AD/ART PIKI yang nanti ditetapkan dalam forum Kongres Luar Biasa (KLB) Penetapan AD/ART baru pada bulan September/Oktober 2016.

“Delapan belas daerah sudah memastikan konferensi daerah (provinsi) dalam waktu dekat. Jika ditambah dengan provinsi lain yang masih memiliki SK resmi DPP, maka pada bulan Maret 2016, Rakernas akan dihadiri oleh setidaknya 22-24 DPD definitif,” terang dia.

“Sampai sekarang kami menemukan antusiasme kawan-kawan di daerah untuk membangun kembali PIKI menjadi organisasi yang tangguh sebagaimana kita harapkan bersama,” pungkas dia.

(VICTOR)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »