Breaking News

Massa Berdemo, Peresmian Gereja GBKP Bandung Timur Batal, Ini Kronologisnya

Segerombolan massa dari FPI, FUI, dan Garis menuntut Gereja GBKP Bandung Timur ditutup karena dianggap belum mengantongi izin sah. (Foto: Istimewa)

Segerombolan massa yang mengaku berasal dari Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Reformasi Islam (Garis) dan Front Pembela Islam (FPI) berdemonstrasi mempertanyakan izin pendirian Jemaat Gereja Batak Karo Prostestan (GBKP), Buah Batu, Bandung Timur, Jawa Barat, Minggu pagi, 10 April 2016.

Pada pagi hari itu juga, rencananya akan diadakan penahbisan dan peresmian GBKP Bandung Timur oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Pendeta Jemaat GBKP Bandung Timur, Pdt Sura Purba Saputra STh, menilai tuntutan segerombolan massa itu sangat mengada-ada.

“Izin pembangunan gereja sudah keluar sejak 20 Juni 2012. Bahkan, ketika kami diminta untuk memverifikasi ulang, kami sudah melakukan hal itu dan dinyatakan legal,” ujar Pdt Sura Purba Saputra, ketika dihubungi Rappler melalui telepon, pada Minggu, 10 April 2016.

Lebih lanjut, Pdt Sura menjelaskan protes massa yang tidak berdasar itu telah dilakukan beberapa kali, termasuk ke kantor Walikota, yang menyebabkan pembangunan gereja sempat mandek.

Gereja yang dibangun mulai Juni 2012 ini, tambah dia, rampung pada Januari 2013.

“Izin yang dikeluarkan itu sudah diverifikasi oleh Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Kota Bandung, Ema Sumarna, pada Desember 2015, dan dinyatakan sudah tak ada masalah,” tegas dia.

Pdt Sura menerangkan semestinya pada hari ini merupakan hari peresmian gereja yang sedianya akan dihadiri oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Namun, kata dia, yang terjadi malah massa terdiri dari Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Reformasi Islam (Garis) dan Front Pembela Islam (FPI) yang berdemo ke GBKP.

“Ada sekitar 200 orang yang berdemonstrasi dan menuntut agar izin pembangunan gereja divalidasi ulang. Padahal, izin yang kami punya sudah valid,” ujar dia.

Pdt Sura justru mempertanyakan balik massa yang berdemonstrasi dengan menyertakan anak-anak itu ternyata tidak mengantongi izin.

Informasi itu didapat Pdt Sura dari pihak kepolisian yang sedang berjaga-jaga di depan gereja.

“Massa ini sudah tidak rasional. Mereka yang tidak memiliki izin untuk berdemonstrasi, tetapi malah umat yang dipaksa agar keluar dari gereja. Ini kan sama saja dengan kami tak bisa mengadakan kegiatan di rumah kami sendiri,” tegas dia.

Bahkan, tambah Pdt Sura, massa memaksa agar plang nama gereja dicopot dan tempat ibadah disegel.

Hingga kini, petugas kepolisian masih terus menjaga keamanan di depan Gedung Jemaat GBKP Bandung Timur.

Anak-anak Ikut serta berdemonstrasi di depan Gereja GBKP Bandung Timur (Foto Istimewa)

Anak-anak Ikut serta berdemonstrasi di depan Gereja GBKP Bandung Timur (Foto Istimewa)

Berikut kronologi singkat rangkaian acara Penahbisan dan Peresmian Gereja GBKP Bandung Timur pada hari Minggu, 10 April 2016.

Pkl. 06.00 – 08.00 WIB

Buka kunci Gereja & kebaktian oleh Sekretaris Moderamen ( Pdt Rehpelita Ginting, STh, MMin )

Pkl 08.00 – 09.00

Persiapan Kehadiran Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Pkl 09.00 – 10.00

Peresmian Gereja GBKP Bandung Timur oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Pkl 10.00 – 12.00

Ramah tamah dengan Modaremen.

Pkl 12.00 – 13.00

Makan siang.

 

Tepat usai Pentahbisan oleh Sekretaris Moderamen dan Kebaktian Minggu di lantai 2, para jemaat yang menuju lantai 1 untuk persiapan penyambutan Walikota Bandung, tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran para demonstran yang tidak jelas asalnya darimana. Para Demonstran berteriak-teriak dari luar pagar gereja.

Guna melindungi para jemaat, Aparat Kepolisian mengawal dan menutup pintu gereja.

Penatua menghimbau agar para jemaat tenang dan disuruh masuk kedalam ruangan dan tidak boleh mendekati para demonstran.

Dengan hati yang hancur semua jemaat duduk teratur di ruangan lantai dasar.

Akhirnya, Pdt Sura Purba Saputra STh memimpin jemaat bernyanyi dari Buku KEE No 187 “Gegeh Kuasa Kesah Sibadia” dan diakhiri dengan doa seperti doa Tuhan Yesus pada waktu sengsaranya “Ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

Mengharukan tatkala beberapa jemaat meneteskan air mata pada saat berdoa.

Setelah itu panitia mengumumkan bahwa Walikota Bandung tidak jadi meresmikan Gereja GBKP Bandung Timur.

Acara dilanjutkan dengan makan siang walau waktu masih menunjukkan Pukul 09.30 WIB.

Selesai makan, para jemaat disuruh pulang dengan tidak melanjutkan acara.

Seluruh Jemaat pulang dengan teratur yang dikawal oleh aparat Kepolisian.

(VA-7/Rappler/dbs)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »