Breaking News

Basolia hadir tanpa Pandang SARA

“Pancasila Rumah Kita” seperti lagu yang diciptakan oleh Franky Sahilatua tergambar jelas dalam deklarasi Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Depok yang diadakan di Gereja Batak Karo Protestan Depok bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2014.

Bagaimana tidak, deklarasi malam itu, masing-masing agama turut berpartisipasi. Mulai dari atraksi pagar Nusa (NU), Tari Karo dari Pemuda GBKP Depok, Paduan Suara Ama Gereja HKBP Depok Timur, Marawis dari Pesantren NU dan pertunjukkan Barongsay.

Sekretaris Umum Basolia Depok 2014-2017, Mangaranap Sinaga SE, MH, mengutarakan Basolia didirikan untuk berbakti dan melayani semua golongan di Kota Depok sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan.

Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo

Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo

Munculnya gagasan ini, menurut Mangaranap, berawal dari diskusi-diskusi dengan Rais Am NU, KH Zainuddin M Ali di Pesantrennya.

“Pak Kyai Zainuddin Ali selalu terbuka untuk berdiskusi persoalan pluralisme bangsa, terlebih khusus soal kerukunan umat beragama di Depok,” ujar Mangaranap yang juga Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Depok.

Dari sanalah kemudian, lanjut dia, tercetus membentuk Basolia dengan misi tidak memandang status sosial dan bertindak tidak diskriminasi terhadap suku, agama, ras dan golongan.

“Bantuan yang diberikan nanti ditujukan kepada masyarakat tertimpa musibah bencana alam dan masyarakat miskin,” kata Mangaranap yang juga mantan Aktivis NHKBP dan GAMKI ini.

Ia juga menyatakan perlunya aksi bersama untuk menghilangkan sekat melalui wadah Basolia.

“Malam ini kita berkumpul bersama dengan satu tujuan bahwa kita adalah satu,” tegas dia.

Masing-masing-perwakilan-pemuka-agama-berikrat-mendukung-kehadiran-Basolia-Depok

Masing-masing-perwakilan-pemuka-agama-berikrat-mendukung-kehadiran-Basolia-Depok

Deklarasi Basolia yang juga didukung spontan oleh Ketua DPRD Depok ini, lanjut dia, merupakan awal.

“Selanjutnya adalah bekerja dan bekerja,” imbuh dia.

Dewan Penasehat Basolia Depok, KH Zainuddin M Ali, menyatakan umat Muslim diajarkan untuk menyayangi sesama manusia. Hadirnya Basolia suatu keniscyaan untuk membantu sesama umat beragama khususnya di Kota Depok.

“Merdeka! Indonesia hebat!,” serunya.

Ketua DPRD Kota Depok dari PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo, S.Sos  mengatakan malam ini bersejarah dimana kembali pluralisme ditorehkan.

“Kita disini berbaur dan bersatu tanpa memandang suku, agama dan ras guna mendukung Basolia sebagai salah satu ujung tombak kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Depok. Suasana seperti ini mesti tetap dipertahankan,” ujar dia.

Kegiatan sosial yang biasanya dilakukan oleh masing-masing agama, lanjut Hendrik, maka kini kita disatukan melalui Basolia untuk menolong, khususnya, warga Depok tanpa melihat perbedaan.

Pengurus Harian Basolia Depok. Dari Kanan: Mangaranap Sinaga (Sekretaris), Ust Nasihun Syahroni, (Ketua), Elisabeth Setyaningsih (Bendahara)

Pengurus Harian Basolia Depok. Dari Kanan: Mangaranap Sinaga (Sekretaris), Ust Nasihun Syahroni, (Ketua), Elisabeth Setyaningsih (Bendahara)

“Kiranya Basolia menjadi garda terdepan dan memberikan yang terbaik bagi warga Depok. Kami siap menjadi bagian dari Basolia Depok. Ketika Basolia berbuat sesuatu di tengah masyarakat, maka tentunya pemerintah akan hadir,“kata dia.

“Inilah yang kita tunggu dan harapkan dari dulu. Inilah Indonesia sebenarnya, selamat bekerja dan selamat bersosial bagi Basolia,” tutup Hendrik yang juga anggota jemaat GPIB.

Ketua Umum PP Basolia, KH Zainal Abidin, yang melantik pengurus Basolia Depok berharap dengan terbentuknya Basolia Kota Depok banyak bermanfaat bagi masyarakat. Zainal Abidin menjelaskan Basolia pertama kali dideklarasikan tahun 2007 di Kota Bogor.

“Basolia didirikan murni untuk melaksanakan kasih kepada sesama. Karena itu, Basolia punya visi mewujudkan keadilan sosial tanpa suku, agama dan ras,” kata dia.

Deklarasi Basolia Depok ditandai dengan dukungan dan ikrar dari masing-masing majelis agama yang diikuti dengan pelantikan pengurus Basolia Kota Depok oleh Pengurus Pusat Basolia. Pada saat itu juga majelis agama memberikan dana untuk mendukung Basolia Depok. Pun, diadakan penyerahan simbolis sembako kepada masyarakat.

Berikut susunan Dewan pengurus, Ketua Ust Nasihun Syahroni, SE (Islam), Sekretaris Mangaranap M Sinaga, SE, MH (Kristen), Bendahara Elisabeth Setyaningsih, SE (Katholik). Jajaran Wakil Ketua yaitu Pdt Anthonius Timotius Salawane, STh  (Kristen), Drs Caracciolus Birana (Katholik), I Wayan Parwata (Hindhu), Drs Wichandra  (Konghucu) dan Tatang (Budha). Wakil Sekretaris Ust Azman Ridho, MSi (Islam) dan Wakil Bendahara Handisan (Konghucu).*** (VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »