Breaking News

Buka Kongres GMKI Ke-36, Presiden Jokowi: “Jaga Persatuan dan Kesatuan Supaya Semua Menjadi Satu, Ut Omnes Unum Sint”

ONLINEKRISTEN.COM, Bogor, Presiden Joko Widodo membuka resmi Kongres Ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Aula The Forest Resort Hotel, Bogor, Jawa Barat, (14/9).

“Saya mengajak kita semua untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan. Karena itu, aset terbesar bangsa ini yaitu persatuan dan kerukunan harus turut kita jaga supaya semua menjadi satu, Ut Omnes Unum Sint,” kata Presiden Jokowi, dalam sambutannya, kepada ribuan peserta Kongres GMKI Ke-36.

Hal lainnya, Jokowi mengemukakan Indonesia adalah negara besar dengan beragam suku, agama dan ras di Indonesia, adalah hal yang patut disyukuri dan dijaga.

“Penduduk kita kini sudah mencapai 263 juta yang hidup di 17 ribu pulau, 514 kabupaten dan 34 provinsi. Negara ini besar, sangat besar sekali kelihatan dari ujung barat, timur, utara dan selatan. Ada sekitar 714 suku di Indonesia. Sedangkan di Singapura hanya 4 suku, dan di Afganistan 7 suku. Jadi, perbedaan ini merupakan anugerah dan sangat berharga. Kesadaran ini yang sering kita lupakan ,” ujar dia.

Selain itu, Jokowi mengingatkan kaum muda akan pentingnya mengikuti perkembangan dan perubahan teknologi yang begitu cepat. Seperti akan hadirnya hadirnya artificial intelligent hingga 3D Printing.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMKI, Sahat Philips Sinurat mengajak seribuan kader GMKI yang hadir untuk turut membangun peradaban bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, berjiwa nasionalisme namun tidak menghilangkan nilai kritisnya.

“Nilai nasionalisme dan oikumenislah yang mampu mempertahankan GMKI tetap eksis dan berkontribusi bagi bangsa hingga saat ini. 68 Tahun GMKI mengabdi untuk bangsa. Dua tokoh GMKI telah menjadi pahlawan nasional yakni Prof. Herman Johanes dan dr. Johanes Leimena. Leimena bahkan 7 kali menjadi pejabat Presiden,” kata Sahat.

Menurut Sahat, selama 36 kali berkongres, baru kali ini kongres GMKI dibuka oleh Presiden RI. Di kongres ini, lanjut Sahat, GMKI membicarakan tentang rencana strategis GMKI 2045.

“Mendukung upaya Presiden Jokowi yang telah menerapkan pembangunan dari jawa sentris menjadi Indonesia sentris, membangun Indonesia dari pinggiran daerah terpencil,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sahat meyakinkan Presiden bahwa GMKI tidak mudah dipecah-belah.

“Begitu pun dengan kelompok Cipayung plus yang hadir saat ini bersama kami. Terima kasih kawan-kawan atas kehadirannya,” tutur Sahat.

Diungkapkan Sahat, yang hadir di kongres GMKI ke-36 ini adalah pengurus dari 93 cabang GMKI se-Indonesia, para senior GMKI, dan para pimpinan aras gereja serta sahabat pergerakan kemahasiswaan.

“Di kongres ini juga akan dikukuhkan 10 perwakilan cabang GMKI yang baru. Dengan motto Tinggi Ilmu, Tinggi Iman dan Tinggi Pengabdian, Ut Omnes Unum Sint (agar semua jadi satu adanya),” tandasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »