Breaking News

Buku “Sejarah Penebusan” Dibagikan Gratis ke Seluruh Sekolah Teologia

Diterbitkannya Buku seri “Sejarah Penebusan” tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin dari Ketua Pembina Yayasan Damai Sejahtera Utama (YDSU), DR Ferry Tandiono, yang terus membimbing dan mendukung anak-anak muda di YDSU untuk terus berkarya melayani Tuhan.

YDSU merupakan lembaga yang diberikan hak untuk menerjemahkan dan menerbitkan buku Sejarah Penebusan ke dalam Bahasa Indonesia.

Menyematkan visi “Ikut Serta Dalam Meningkatkan Pendidikan dan Mensejahterakan Bangsa”, YDSU setia dalam kegiatannya memotori pergerakan pewarisan iman bagi umat Kristen di Indonesia baik melalui mimbar-mimbar gereja, lembaga-lembaga pendidikan sampai pada kegiatan pelajaran Alkitab di dalam keluarga.

“Kita punya satu visi untuk bisa menyatukan umat Kristiani khususnya melalui penerbitan buku Sejarah Penebusan yang Alkitabiah ditulis oleh Pastor DR Abraham Park,” kata DR Ferry Tandiono dalam konperensi pers menjelang peluncuran dan seminar Buku Sejarah Penebusan di Integrity Convention Centre, MGK Kemayoran, Jakarta, Senin, 13 April 2015.

buku sejarah penebusan1Lebih lanjut Ferry Tandiono menerangkan dalam upaya untuk terus memperkenalkan dan mengajak para pemimpin gereja, sekolah teologia, hamba-hamba Tuhan dan umat Kristiani untuk kembali pada Firman Tuhan yang murni yang terdapat di Alkitab, YDSU menerbitkan buku-buku seri Sejarah Penebusan kedalam bahasa Indonesia sejak tahun 2010 hingga saat ini dibarengi dengan mengadakan berbagai acara seminar dan workshop di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami akan mengadakan seminar terus-menerus untuk mengupas buku tersebut hingga buku seri ke-12 dan mengupayakan supaya buku-buku tersebut bisa tersebar dan dikenal sampai ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar dia.

Juga, YDSU memutuskan untuk membagikan buku-buku Sejarah Penebusan ini secara gratis kepada seluruh sekolah teologia di Indonesia.

“Bila mereka ingin mempelajari lebih dalam maka kita dengan sukarela memberikan buku-buku itu secara gratis dengan harapan buku-buku itu bisa dijadikan dasar pengenalan akan kehendak Tuhan seperti dalam Alkitab,” ujar dia.

Berbagai sekolah tinggi teologia, organisasi Kristen, hamba-hamba Tuhan dan gereja-gereja yang memiliki misi yang sama yaitu untuk memberikan pengenalan akan Firman yang benar untuk menciptakan generasi umat Kristen yang berkualitas dan takut akan Tuhan, menurut Ferry, saat ini telah menjadi rekanan Yayasan dalam menyelenggarakan seminar dan workshop Seri Sejarah Penebusan.

Kedepan, YDSU punya misi mendirikan sekolah teologia internasional yang tidak berpihak kemana pun namun berpijak pada dasar Alkitabiah.

Ferry meyakini pewarisan iman Alkitab yang murni adalah tugas yang harus diemban oleh setiap orang percaya.

Di tengah kemerosotan iman dalam kehidupan dunia yang semakin gelap bagaikan zaman Nuh, lanjut dia, buku-buku Sejarah Penebusan merupakan buku yang memperlihatkan kasih penebusan Tuhan dan kehendak Tuhan yang mengajak orang-orang untuk tetap terbangun dan berjaga-jaga.

“Adalah menjadi harapan utama dari YDSU supaya Firman Tuhan yang murni melalui buku-buku Seri Sejarah Penebusan dapat tersebar keseluruh pelosok Indonesia sehingga orang-orang yang percaya di akhir zaman dapat memahami dan menggenapkan kehendak Tuhan dan pada akhirnya negara Indonesia pun dapat menjadi bangsa yang berkenan pada Tuhan dan menerima berkat yang melimpah dari Tuhan,” kata dia.

Ferry mengutip seperti yang dikatakan oleh Pastor Abraham Park di dalam bukunya yang berjudul, “Pemeliharaan Yang Misterius dan Ajaib” bahwa, “Saat iman tidak diwariskan dengan baik, sebuah bangsa bukan saja akan kehilangan berkat yang dijanjikan Allah, tetapi juga akan berakhir dalam kehancuran total” (Park, 2013:348).

Juga, tambah dia, di dalam buku berjudul “Janji Dalam Perjanjian Kekal”, bahwa “Akan tetapi, setelah bertobat dan berbalik, jika kita taat dengan rendah hati terhadap firman Allah, di saat itu segala hal akan dipulihkan dan kita akan memperoleh kemuliaan yang lebih besar dari yang semula (Ref. 1 Ptr 5:5, Yak 4:6) (Park, 2015:287).”***

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »