Breaking News

Diduga diculik ISIS, Pastor ini akan disalibkan pada hari Jumat Agung

Umat Kristen di seluruh dunia cemas manakala muncul rumor tentang akan adanya penyaliban Pastor Tom Uzhunnalil, yang diduga diculik oleh militan Negara Islam dan Suriah (ISIS), bertepatan pada hari Jumat Agung.

Pastor Tom Uzhunnalil diyakini telah diculik oleh militan ISIS dalam sebuah serangan di sebuah Biara Susteran Misionaris of Charity di Aden, Yaman, pada 4 Maret 2016.

Akibat serang itu, 16 orang tewas, termasuk empat biarawati.

Setelah serangan itu, jejak Pastor Tom tak ditemukan.

Tetapi saksi mata melaporkan para militan memaksa masuk Pastor Tom ke dalam mobil dan pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Beberapa postingan di situs media sosial seperti Twitter dan Facebook telah menyatakan ISIS tidak hanya menyiksa Pastor Tom, tetapi juga berencana untuk mengeksekusi dan menyalibkan dia pada hari Jumat Agung, yang diperingati sebagai hari penyaliban Yesus Kristus.

Meskipun rumor tersebut belum terkonfirmasi, postingan facebook dari Suster Fransiskan Siessen yang berbasis di Afrika Selatan pada hari Minggu menambah keramaian di media sosial.

“Diberitahukan bahwa seorang Imam Salesian, Pastor Tom yang diculik oleh ISIS dari Rumah Misionaris Cinta Kasih di Yaman sedang disiksa dan akan disalibkan pada hari Jumat Agung,” kata Postingan tersebut.

“Ini panggilan untuk doa bersama yang serius dari kita semua. Bisakah kita semua berdoa.”

Pastor Tom berasal dari Kerala, India, dan telah melayani misi di Yaman selama empat tahun terakhir.

Pastor Mathew Vaalarkot, juru bicara untuk Salesian, Provinsi Banaglore, mengaku belum mendapatkan informasi mengenai penculikan Tom.

“Hingga saat ini kami belum tahu siapa yang menculiknya dan apa motivasi mereka sebab tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.”

“Ini semua adalah rumor,” Pastor Mathew Valarkot kepada UCA News.

Meskipun Suster Sally, seorang biarawati yang selamat pada serangan 4 Maret, mengklaim dalam akunnya bahwa insiden dilakukan para penyerang adalah dari ISIS, Mathew Valarkot menegaskan tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

“Ketika tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut, bagaimana kita tahu detil lainnya,” katanya.

“Tapi bahkan hari ini kita tidak tahu siapa yang telah menculik dia dan apa motif mereka karena tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.”

Valarkot lanjut mendesak “kita perlu bersabar.”

Saksi mata, Sally menambahkan bagaimana dia menyaksikan para militan membunuh para suster dan karyawan rumah pensiun.

Dia menjelaskan para militan membunuh sebagian besar dengan menembak dan menghancurkan kepala mereka.

Sally juga mengatakan sebelum serangan, Pastor Tom telah memberitahu para suster untuk “siap untuk mati syahid.”

Meskipun ISIS belum secara eksplisit mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, kelompok ini telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Aden, termasuk pembunuhan gubernur kota dan bom bunuh diri yang menewaskan 11 orang.

(VA/CP)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »