Breaking News

GLOBAL CHRISTIAN YOUTH CONFERENCE DIBUKA WAPRES JK, KETUM GMKI: “PEMUDA JADI MATA AIR LEPASKAN DAHAGA PERDAMAIAN”

Wapres Jusuf Kalla membuka Pekan Kerukunan Nasional dan Global Christian Youth Conference yang kala itu didampingi oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, General Secretary World Student Christian Federation (WSCF) Necta Montes dan Ketum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat

ONLINEKRISTEN.COM, MANADO – Konferensi Pemuda Kristen Global (Global Christian Youth Conference) yang diikuti peserta dari 25 negara dan delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Minggu, 23 April 2017.

Kegiatan internasional pemuda yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini berlangsung sejak tanggal 23 – 26 April 2017.

“Saat ini masyarakat Indonesia dan dunia sedang menghadapi berbagai persoalan intoleransi dan konflik seperti konflik etnis, agama, dan lainnya. Kegiatan ini kami gagas sebagai wadah bertukar pikiran bagi para pemuda lintas negara dan daerah tentang persoalan konflik yang sedang terjadi di tempatnya masing-masing,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat.

GMKI tergabung dalam Federasi Mahasiswa Kristen Dunia (World Student Christian Federation / WSCF) yang beranggotakan organisasi mahasiswa Kristen dari 90 negara di dunia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Jenderal WSCF Necta Montes dari Filipina dan Wakil Ketua WSCF Immanuel Kitnan dari Sri Lanka.

Kegiatan ini juga akan diisi oleh para pembicara kunci yakni Menpora Imam Nahrowi, Kepala BNN Budi Waseso, Pdt. A.A Yewangoe, Pdt. Albertus Patty, Direktur Leimena Institute, dan Wahid Institute.

“Para pembicara akan menyampaikan bagaimana menyelesaikan konflik, menjaga keberagaman, dan menciptakan perdamaian. Kemudian para peserta akan diajak mengunjungi beberapa tempat di Sulawesi Utara yang dapat menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan walau berbeda suku, agama, dan golongan. Kita memiliki Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menunjukkan bagaimana sebenarnya karakter bangsa Indonesia. Seharusnya Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain untuk belajar tentang hidup harmonis di tengah keberagaman,” terang dia.

Menurut Sahat, kegiatan ini penting agar pemuda dapat menjadi oasis di tengah konflik yang saat ini sedang terjadi di berbagai kawasan dunia, seperti di ASEAN, Asia Timur, Timur Tengah, Eropa, Afrika, Amerika, dan bahkan di Indonesia sendiri.

“Pemuda harus menjadi mata air yang dapat melepaskan rasa dahaga perdamaian yang saat ini sedang dirasakan masyarakat Indonesia dan dunia,” jelas dia.

“Kita jangan hanya menjadi penonton ataupun mudah dipecah-belah oleh isu SARA ataupun berita hoax. Justru pemuda dapat menjadi inspirasi dengan memberikan solusi dan tindakan konkrit yang menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat. Pemuda adalah motor penggerak untuk mewujudkan perdamaian Indonesia dan dunia,” tandas dia.

(OK-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »