Breaking News

Hulman Panjaitan kembali dipilih sebagai Dekan FH UKI Masa Bakti 2018-2022

Para Dekan dan Direktur Program Pascasarjana UKI Masa Bakti 2018-2022 menandatangani Surat Pakta Integritas dihadapan Rektor UKI, termasuk Dekan Fakultas Hukum terpilih untuk kedua kalinya, Hulman Panjaitan, SH, MH.

ONLINEKRISTEN.COM, JAKARTA – Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Dhaniswara K. Harjono SH, MH, MBA, melantik Dekan Fakultas dan Direktur Progam Pascasarjana di lingkungan UKI Masa Bakti 2018-2022 yang berlangsung di Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Selasa malam, 29 Agustus 2018.

Adapun Dekan fakultas yang dilantik adalah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Drs. Sunarto, MHum, Dekan Fakultas Sastra Susanne AH Sihotang, SS, MA, Dekan Fakultas Hukum, Hulman Panjaitan, SH, MH, Dekan Fakultas Ekonomi, Juaniva Sidharta, SE, MSi, Dekan Fakultas Teknik Ir. Galuh Widati, MSc, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Robert Hotman Sirait, SPArt, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Angel Damayanti, SIP, MSi, MSc, PhD.

Sedangkan Direktur Program Pascasarjana yang dilantik adalah Dr. Bintang Simbolon, SSi, MSi.

Para Dekan dan Direktur Program Pascasarjana UKI Masa Bakti 2018-2022 yang baru dilantik berfoto bersama, antara lain, dengan Rektor UKI dan Pengurus Yayasan UKI.

Sebelum dilantik, para dekan dan direktur program pascasarjana menandatangani pakta integritas dihadapan Rektor UKI dan disaksikan seluruh civitas UKI dan undangan yang hadir saat itu.

Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. Dhaniswara K. Harjono SH, MH, MBA, dalam sambutannya, mengajak seluruh dekan dan direktur PPS untuk bersama-sama mewujudkan UKI menjadi universitas unggulan di Jakarta pada tahun 2019.

“Kepada para dekan dan direktur program pascasarjana yang baru dilantik, mari bersama-sama melayani dan mewujudkan UKI menjadi universitas unggulan di Jakarta pada tahun 2019,” ujar dia.

Dhaniswara menjelaskan dekan dan direktur program pascasarjana yang dipilih saat ini adalah telah melalui serangkaian test yang dilakukan oleh tim penyaringan. Hingga hasil test ini dikonsultasikan kepada yayasan.

“Hasil tim penyaringan inilah yang kemudian saya aminkan bahwa mereka adalah pilihan Tuhan. Jadi, dalam proses penyaringan ini saya tidak menggunakan hak prerogatif saya sebagai rektor,” kata dia.

“Pun, sesungguhnya siapapun dekan dan direktur pascasarjana yang dipilih tidak masalah selama mereka bisa bekerja dengan hati,” imbuh dia.  

(Vic)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »