Breaking News

Ivan Rinaldi: Menuju Senayan, Meningkatkan Kesejahteraan Kota

Doa Yabes, perluaslah kekuasaanku, memotivasi Ivan Rinaldi SE, MM, yang sudah aktif selama 32 tahun menjadi aktifis gereja, untuk melayani lebih luas lagi dengan menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan daerah pemilihan DKI Jakarta. Tidak main-main, visi dan misi Ivan sebagai senator pun digodok bersama-sama puluhan pendeta yang kemudian mendoakannya untuk menjalankan visi dan misi itu jika terpilih nanti.

Ivan dengan mantap membentangkan visi, “Meningkatkan Kesejahteraan Kota” dan misi : “Mengupayakan hak-hak masyarakat untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, perumahan dan beribadah menurut agamanya.”

Lebih jauh dia menjabarkan misinya. Pertama, Ivan peduli terhadap hak-hak masyarakat dalam hal keadilan untuk beribadah (pembangunan rumah ibadah).

Mengapa? Pasalnya, di Jakarta telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) No.83 Tahun 2012 yang dibuat pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan telah disebarkan kepada instansi Pemda DKI Jakarta.

“Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merasa kecolongan. Sebab pergub itu belum ada urun rembug dengan FKUB baik ditingkatan provinsi maupun wilayah kotamadya,” kata Wakil Sekretaris Umum PGIW DKI Jakarta ini.

Pergub ini hasil dari turunan dari Perber dua menteri.

Menurutnya, isi pergub ini lebih berat jika dibandingkan dengan Perber dua menteri dalam hal pembangunan rumah ibadah.

Apa itu? Syarat pembangunan rumah ibadah harus mendapat persetujuan tanda tangan mulai dari RT, RW, Kelurahan hingga LKMD. Padahal, perber dua menteri hanya mensyaratkan persetujuan sebatas lingkungan setempat saja.

“Persyaratan ini tentu saja lebih mempersulit pembangunan rumah ibadah lainnya seperti mesjid, pura, klenteng, kuil, dan gereja,” kata dia.

Kedua, masalah pendidikan. Ivan mengapresiasi Pemda DKI Jakarta yang telah membebaskan uang SPP mulai dari SD hingga SMA.

Problemnya adalah, hingga kini, masih ada sekitar 70 persen lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Ditambah lagi, di Jakarta ini hanya ada dua universitas negeri yaitu Uninversitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta.

“Karena itu, manakala saya terpilih jadi anggota DPD nanti akan mengawal agar Pemda DKI memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu namun pintar atau menambah bangku lagi di kedua Universitas negeri tersebut,” ujar dia.

Ketiga, persoalan perumahan. Di Jakarta masih banyak kali dijumpai gelandangan.

Karena tidak mempunyai tempat tinggal, mereka tidur di emperan toko, bangku peron kereta api dan terminal-terminal.

Menurut data dari Dinas Sosial diperkirakan belasan ribu tunawisma. Jika masalah ini tidak segera ditangani maka akan timbul masalah sosial seperti meningkatkannya kejahatan dan prostitusi anak.

“Jadi saya ingin mendorong pemerintah untuk memanusiakan mereka dengan memberikan bimbingan dan tempat tinggal yang layak,” jelas dia.

Keempat adalah masalah kesehatan dan gizi anak. Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli terhadap kesehatan dan gizi anak.

Target capaian pemerintah, melalui Millenium Development Goals (MDGs), masih jauh dari harapan.

Karena itu, harus lebih didorong lagi, khususnya di rural area, misalnya, dengan membangun posyandu.

“Itulah keempat konsep yang hendak saya perjuangkan mulai dari keberagamaan, pendidkan, perumahan, kesehatan dan gizi anak yang akan saya upayakan dengan meningkatkan anggarannya,” tegas dia.

Semua visi dan misi itu, lanjut Ivan, dibungkus oleh motivasi Doa Yabes yang mengajarkan kepada kita untuk memperluas kekuasaan dengan melayani tidak hanya lingkugan Kristen, namun lebih dari itu yakni melayani kepentingan umum.

Selain terlibat sebagai Wakil Sekretaris Umum PGIW DKI Jakarta, Ivan, saat ini, aktif dalam proses pembangunan Jakarta Oikumene Center (JOC).

“Kontribusi HKBP cukup besar dalam pembangunan JOC tersebut,” tutur dia.

Dia juga aktif mewakili kegiatan PGIW dengan mengikuti seminar kebangsaan, kepemimpinan, dan keberagamaan.

Sebagai pengurus di Sinode GEMINDO, acapkali dia diminta untuk berkotbah di gerejanya.

Ivan mengakui PGIW merupakan tempat dimana ia lebih banyak belajar dan bergaul akrab dengan para pendeta dari berbagai denominasi gereja.

(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »