Breaking News

Jelang Kongres PIKI— Ketum PIKI: “Saya kan sudah tua, perlu regenerasi”

Cornelius D Ronowidjojo

JAKARTA- Jelang kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI terus berbenah diri. Diantaranya, melakukan rasionalisasi orientasi. Rasionalisasi dimaksud meliputi pembenahan cabang-cabang PIKI di daerah-daerah untuk dipersiapkan memasuki Kongres PIKI yang rencananya diadakan pada bulan Maret 2015.

“Rencananya, Kongres PIKI akan diadakan pada bulan Maret 2015. Sebelum itu, tentunya DPC dan DPD PIKI mesti dibenahi karena sudah banyak yang kadaluarsa,” kata Ketua Umum DPP PIKI periode 2005-2010, Cornelius D Ronowidjojo, kepada wartawan disela-sela acara Dies Natal PIKI Ke-50 yang diadakan di GPIB Effata, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2014.

Sementara itu, lanjut Cornelius, hingga kini beberapa DPD PIKI yang telah melakukan musyawarah daerah belum juga disahkan.

Keterlambatan Kongres PIKI, menurut Cornelius, akibat dari konstelasi pemilu yang cukup panas tempo lalu.

“Sebab memang kita harus akui konstelasi pemilu kemarin itu mempengaruhi suasana batin di antara para anggota dan pengurus. Jadi, kita berpendapat lebih bagus kita tetap utuh daripada dipaksakan (kongres) tapi kita berantem sesama kita. Pun, kalau kita berantem untuk apa,” ujar dia, “Nah, sekarang sudah mulai reda, kita kembali kepada habitat organisasi.”

Menurut Cornelius, Kongres PIKI yang semestinya digelar pada tahun 2011 itu memiliki beberapa pilihan tempat kongres, antara lain, Jakarta, Bali, Palangkaraya, Manado, dan Medan.

“Semestinya kongres dilaksanakan tahun 2011. Namun beberapa kali mundur. Dulu, sempat Bapak Teras Narang menawarkan Kongres PIKI di Palangkaraya. Juga, Bapak Sinyo Sarundayang menyambut baik Kongres PIKI yang akan diadakan di Manado. Lalu, ada juga rencana mau bikin kongres di Medan dan di Bali. Tapi semuanya itu enggak jadi,” terang dia.

“Kini, banyak yang minta (menjadi tuan rumah kongres). Dan kondisi saat ini lebih nyaman memilihnya (tempat kongres), karena tidak ada kepentingan politik,” tambah dia.

Cornelius yakin, dalam waktu tiga bulan, penataan organisasi dapat rampung dalam rangka menuju kongres PIKI.

“Kongres PIKI tahun 2015 mau tidak mau, harus mau,” tegas dia.

Setelah ibadah syukur natal dan perayaan Dies Natalis Ke-51 PIKI, kata Cornelius, DPP PIKI segera mengadakan rapat untuk membentuk kepanitiaan sekaligus menentukan ketua panitia kongres.

“Saya lihat beberapa teman yang hadir saat ini siap untuk itu,” ucap dia.

Perlu diketahui dalam pemilihan pimpinan PIKI nanti ditentukan oleh suara-suara dari DPC dan DPD. Dimana DPC punya satu suara, sedangkan DPD dua suara. Sampai saat ini, tercatat 27 DPD PIKI di seluruh Indonesia.

Ketika ditanya wartawan apakah dirinya akan mencalonkan kembali menjadi ketua umum PIKI, Cornelis menjawab: “Saya kan sudah tua. Harus ada regenerasi. Tapi kalau ada yang bermain-main duit, saya mohon jangan dikasih kesempatan untuk orang yang seperti itu.”

Cornelius ogah menjawab ketika ditanya figur yang pantas menjadi calon ketua umum PIKI kedepan.

Kendati begitu dia memaparkan kriteria yang layak untuk jadi ketum PIKI kedepan.

“Yang pasti, dia Kristen sejati. Artinya dia tidak pernah kena siasat gereja. Dan dia tidak melukai hati gereja,” kata dia.

Dia juga tidak setuju jika calon ketum nanti berasal dari partai politik. “Kita tidak mau tuan baru yang namanya partai politik,” tutup dia.***(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »