Breaking News

KONGRES KE-3 API, TERPANGGIL MENJADI AGEN PERUBAHAN BANGSA

Kongres Ke-3 Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, 8-10 Novembet 2016.

Jakarta, (Onlinekristen.com) – Dalam kongresnya yang ke-3 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, 08-10 Novembet 2016, Asosiasi Pendeta Indonesia (API) berkeinginan menjadi agen perubahan untuk kesejahteraan Indonesia.

Untuk itu, menurut Ketua DPP API, Pdt. Tjahjadi Nugroho, anggota API harus mampu melakukan perubahan-perubahan baik di lingkungan keluarga, mssyarakat dan bangsa.

“Mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu,” kata Tjahjadi dalam kata sambutannya, Selasa (08/11/2016) malam.

Menurut Cahyadi, dalam kongres ini diharapkan ada suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud bukan perubahan teknis tetapi perubahan karakter dan cara berpikir dan wawasan para peserta kongres.

“Ingatlah visi organisasi API yaitu, ‘memiliki karakter Kristus dan menyuarakan suara kenabian ” tukasnya.

Ke depan, lanjut Tjahjadi, yang juga sebagai salah satu Pendiri API ini, anggota API harus mampu melakukan perubahan bagi bangsa dan negara lewat upaya nyata, menjaga keharmonisan antar anak bangsa, nasionalis dan lewat sikap baik menjadi garam dan terang dimanapun berada.

Diketahui, Kongres ke-3 API ini seyogyanya diadakan di kota Manado. Namun karena pertimbangan penting dan secara etis akhirnya diadakan di Jakarta.

Dalam kongres ini juga akan dilakukan pemilihan pimpinan API yang baru, dimana Tjahjadi tidak lagi mencalonkan diri.

“Usia saya sudah kepala 7, baiknya diserahkan kepada yang lebih muda,” tuturnya.

Dengan tema “Jadilah Agen Perubahan” dan Subtema “Usahakan dan Berdoalah Untuk Kesejahteraan Indonesia”, Kongres ke-3 API dibuka oleh Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Selasa malam.

Keesokan harinya, Rabu, 9 November, dilakukan pembekalan soal kepemimpinan yang rencananya akan menghadirkan sejumlah Menteri Kabinet Kerja yakni; Menteri Sosial, Menteri Agama dan Menteri Pertahanan.

“Jadi anggota API tidak hanya dibekali kerohanian saja tetapi juga perlu tahu dan belajar kepemimpinan sekuler atau politik,” ungkap Tjahjadi terkait alasan sejumlah menteri yang menjadi pembicara soal kepemimpinan.

Selain Menko Polhukam, turut hadir dalam acara pembukaan kongres tersebut, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI yang diwakili Maya Malau, beberapa perwakilan dari duta besar, Mabes Polri dan TNI.

(Penulis: A.R Panjaitan)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »