Breaking News

Maruarar Sirait Gagas Pembagunan Gereja, Vihara dan Pura di Kompleks DPR

Maruarar Sirait memberikan kata sambutan

 

Natal Bersama DPR, DPD dan MPR 2015, yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016, dijadikan momen bersama untuk berkomitmen membangun toleransi keberagamaan sekaligus rencana pembangunan gereja, vihara, dan pura di kompleks parlemen.

“Kami sedang sedang mengumpulkan dana untuk membangun gereja, vihara, dan pura di Kompleks DPR. Selama ini, yang ada baru Mesjid besar dan musholla di setiap ruangan. Kami melakukan ini demi menunjukkan inilah pluralisme di Indonesia. Tak usah gereja besar, cukup yang kecil saja. Tapi jadi bagian tak terpisahkan dari toleransi bangsa kita,” kata Ketua Panitia Natal yang juga Anggota DPR RI dari PDIP, Maruarar Sirait.

Hadir dalam Natal tersebut beberapa pejabat tinggi negara, antara lain, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Ketua DPR RI Ade Komarudin dan Ketua DPD RI Irman Gusman, Ketua BPK RI Harry Azhar Azis, Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, Politisi Senior PDIP Sabam Sirait beserta istri, Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan, Pimpinan KPK Saut Situmorang dan Basaria Pandjaitan

Lebih lanjut, Ara, demikian dia akrab disapa, merasa beruntung karena Ketua DPR Ade Komaruddin dan Ketua DPD RI Irman Gusman sangat menghargai pluralisme dan kebhinekaan.

“Pada waktu saya datang ke Pak Ade meminta izin, boleh tidak melaksanakan perayaan Natal. Jawabannya bukan boleh atau tidak, tapi dia katakan apa yang saya bisa bantu untuk terlaksananya Natal ini,” jelas Ara.

Menurut Ara, UUD 1945 dan Pancasila dengan tegas melindungi semua penganut agama.

“Kendati begitu, Kita harus jujur, masih banyak teman kita kesulitan beribadah dan menyembah tuhan yang diyakininya,” terang Ara.

Sebab itulah Maruarar mengundang beberapa gereja yang masih mengalami kesulitan beribadah seperti Jemaat GKI Yasmin Bogor, HKBP Filadelfia Bekasi, HKBP Ciketing, dan Gereja Katolik di Bekasi.

Ara mencontohkan Pendiri RI, Presiden Soekarno yang menunjukkan dirinya sebagai seorang Muslim dan pluralis.

“Bung Karno berani membangun Mesjid Istiqlal yang diarsiteki Ir.Silaban yang Kristiani, dan di dekatnya ada Gereja Katedral. Maka nasionalisme Bung Karno adalah tulen, bukan gadungan yang hanya retorika,” tandasnya.

Natal yang dihadiri 7 ribu undangan kala itu mengusung tema “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah” yang terambil dari Kitab Kejadian 9: 16.

Hadir sebagai pengkotbah Romo Benny Susetyo dan doa syafaat dibawakan oleh Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt Gomar Gultom.

Sederetan artis nasional turut menghibur yakni Nowela, Joy Tobing, RNB Trio, Berlian Hutauruk, Frans Rumbino, Yandera Leka Sesando Musician dan Kolintang Kadoodan.

Juga, beberapa paduan suara ikut mengisi acara ibadah dan perayaan Natal seperti Paduan Suara Glorify The Lord Ensemble, Triniti, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Atmajaya, UPH, PKB Toraja, GKPO, MPR, DPR, DPD RI dan Parlemen Choir. Keseluruhan acara dipandu oleh MC, Nico Siahaan, yang juga Anggota DPR RI dari Partai PDIP.

Sebagai bentuk kepedulian kepada pedagang kecil, panitia Natal menyediakan para tamu undangan dengan aneka sajian makanan pedagang kecil gerobak seperti penjual siomay, ketoprak, sate dan nasi goreng.

(Berikut Video Kata Sambutan Maruarar Sirait)

(VR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »