Breaking News

Natal Indonesia Cerdas 2015: Ikut Lifestyle Yesus

Pengurus Lembaga Indonesia Cerdas dan Guru Petra

Lembaga Indonesia Cerdas mengadakan Natal 2015 bersama para guru Petra dengan penuh hikmat yang berlangsung di gedung Capitol, Slipi, Jakarta, Senin, 7 Desember 2015.

Wakil Ketua Umum Indonesia Cerdas, Susie Widjaja, dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus yang telah membimbing pelayanan Indonesia Cerdas dapat berjalan tiga tahun sampai saat ini.

Juga, dia mengucap syukur pada hari itu ada sekitar 16 guru lagi yang bersedia melayani di Indonesia Cerdas.

Hingga kini guru-guru yang melayani di Indonesia Cerdas sekitar 308 orang yang tersebar di Papua Barat dan NTT.

Menurut Susie, tujuan didirikannya Indonesia Cerdas ini oleh karena masih banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

“Karena panggilan Tuhan, Indonesia Cerdas dipakai Tuhan. Biarlah guru-guru ini menjadi pengajar yang setia,” ujar dia.

“Saya mengucap syukur, tanpa campur tangan Tuhan kami tidak akan berjalan. Melalui Natal bersama ini, mari kita doakan Indonesia Cerdas,” pungkas dia.

Disela-sela perayaan Natal dipaparkan melalui tayangan video tentang sekilas pelayanan Indonesia Cerdas.

Dari video tersebut tergambar para guru Indonesia Cerdas harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter melalui persawahan dan menanjak perbukitan untuk mencapai sebuah lokasi di Lanny Jaya, Papua yang belum tersentuh dunia pendidikan.

Indonesia cerdas mempunyai visi “Membangun Bangsa yang Cerdas, Berdaya dan Berdaulat” dan misi “Meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui ‘pendidikan untuk semua’ (education for all), sampai terjadi Transformasi Bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.”

Dalam Refleksi Natal, Pdt. Dr. A. Shephard Supit menyampaikan pentingnya kebahagaian dalam melayani. Apalagi, melayani merupakan ciri khas dari pelayanan Yesus.

Bahkan, lanjut dia, Yesus sendiri pernah mengatakan,”Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.”

“Karena itu kita mesti mengikuti lifestyle (gaya hidup) Yesus. Mari kita jadikan DIA sebagai panutan,” kata Ketua Umum Indonesia Cerdas ini.

Pdt Shephard juga memaparkan empat kriteria orang yang berbahagia. Pertama, mereka yang diampuni dosa dan dibenarkan. Kedua, orang yang mendengar dan melakukan firman. Ketiga, orang yang suka memberi. Keempat, orang yang menaruh belas kasihan yang peduli.

Usai refleksi Natal, para guru Petra turut memberikan kesaksian. Dan penyalaan lilin Natal menambah suasana kala itu semakin syahdu. Juga,  puji-pujian dari Woman In Action menambah meriah suasana Natal malam itu.

(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »