Breaking News

Paskah Nasional 2015: Bangkit Menjadi Pemenang Bukan Pecundang

Pertama kalinya Paskah Nasional diadakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu pagi subuh 04.30 WIB, 5 April 2015.

Paskah yang mengusung tema “Betapa Hebat Mujizat-MujizatNYA” (Daniel 4:3) ini didukung oleh GBI Jemaat Glow Fellowship Center, Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas), TNI, Polri, Jaringan Doa Nasional (JDN), Pemerintah Provinsi DKI, DPRD DKI dan gereja-gereja.

Sejak pukul 04.00 WIB, di salah satu sisi sudut lapangan Monas dipenuhi oleh para jemaat yang hendak mengikuti ibadah Paskah Nasional.

Bahkan terlihat anak-anak remaja nampak bersiap-siap untuk mengisi acara Paskah.

Ibadah Paskah ini tentu saja menjadi perhatian para pengunjung Monas yang biasa berolahraga di pagi hari.

Pujian-pujian dan tarian-tarian daerah serta tarian nasional menyemarakkan pembukaan paskah kala itu.

Kehadiran artis nasional seperti Novita Dewi (XFactor), Alex Rudiart (XFactor), Judika dan Joy Tobing menambah semarak perayaan paskah yang juga menampilkan salib dengan ketinggian 20 meter.

Ketua Bamag Nasional, Dr Saur Hasugian, dalam sambutannya, mengucap syukur bisa berlangsungnya Paskah Nasional 2015 yang pertama kali diselenggarakan di lapangan Monas, Jakarta.

Saur menerangkan Bamagnas yang kini dipimpinnya memiliki perwakilan di 34 propinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.

Salah satu tujuan pada awal didirikannya Bamagnas, lanjut dia, adalah mewujudkan persekutuan umat Kristiani secara oikumenis. Juga, berupaya melakukan pemberdayaan ekonomi jemaat.

“Perayaan Paskah merupakan kemenangan atas kematian. Dimana Yesus Kristus bangkit dan menjadi pemenang bukan pecundang. Mari kita bina persatuan dan kesatuan sesama warga gereja.” pungkas dia.

Sementara itu, Pdt. Gilbert Lumoindong, dalam kotbahnya menegaskan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian membawa pengharapan, sukacita, damai sejahtera dan mujizat bagi setiap umat manusia.

“Sebab itu, kita harus semakin kuat dalam iman dan berakar di dalam Kristus. Juga, kita harus semakin terdorong untuk hidup dalam kasih, kesatuan dan kebersamaan,” ujar dia.

Turut memberikan kata sambutan adalah Gubernur DKI Jakarta yang kala itu diwakili oleh Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, yang diikuti dengan penganugerahan rekor MURI atas berpancangnya salib dengan ketinggian 20 meter pada saat acara Paskah tersebut.***

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »