Breaking News

PEMUDA KRISTIANI SERUKAN LEMBAGA DAN PEMIMPIN AGAMA PROMOSIKAN SIKAP SALING MENGHORMATI

Dari Kiri: Sahat Sinurat (Ketum PP GMKI), Frederikus Tulis (PP Pemuda Katholik), Dikson Siringoringo (Ketua Bidang OKK DPP GAMKI), dan Dominikus Dion (PP PMKRI)

Pemuda Kristiani menyerukan kepada kelompok umat masing-masing, lembaga keagamaan dan para pemimpin agama memberikan seruan yang bernuansa mempromosikan sikap saling menghormati antar umat beragama.

“Kami juga menghimbau segenap elemen bangsa, khususnya kaum muda kristiani, agar bahu-membahu menjaga dan mempromosikan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama dengan mengedepankan kasih dan rasa keadilan,” kata Ketua Bidang OKK DPP GAMKI, Dikson Siringoringo, membacakan seruan moral akhir Tahun 2016 Pemuda Kristiani di Sekretariat DPP GAMKI, Grha Oikumene, Jakarta, 24 Desember 2016.

Selain DPP GAMKI, turut hadir dalam seruan moral adalah Pemuda Kristiani adalah Sahat MP Sinurat (Ketua Umum PP GMKI), Frederikus Tulis (PP Pemuda Katholik) serta Dominikus Dion (PP PMKRI)

Lebih lanjut seruan moral Pemuda Kristiani tersebut mendukung dan mengapresiasi setiap tindakan tegas penegakan hukum positif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia terhadap siapa saja atau kelompok apa saja yang melakukan tindakan mengganggu keamanan, sweeping, dan tindakan-tindakan lain atas nama agama dan yang melanggar hukum positif dan mencederai kerukunan hidup bermasyarakat dan hak setiap orang untuk beribadah dengan bebas dan aman.

Sikap berupa seruan moral Pemuda Kristiani itu juga dibuat melihat berbagai penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di tanah air, menunjukkan adanya ancaman nyata bagi kerukunan dan ketentraman masyarakat. Hal tersebut menjadi tanda bahwa sel-sel kelompok teroris yang mengatasnamakan agama dan ideologi tertentu masih terus berkembang biak.

Menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan beragama lintas iman merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah berkembangnya paham-paham fundamentalis, radikal dan ekstrim di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Hal-hal sekecil apapun yang berpotensi mengikis sikap saling menghormati antar sesama insan dan atau kelompok, berpeluang besar menjadi pintu masuk ancaman kekacauan yang diarahkan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam konsep masyarakat majemuk, saling menghormati adalah sikap yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik oleh para pemimpin agama maupun oleh seluruh umat pada setiap sikap dan perilakunya.

Sementara Ketua Umum PP GMKI, Sahat Sinurat menghimbau agar para pemimpin di daerah juga memberikan kesejukan dalam momen Natal ditengah-tengah bangsa yang majemuk ini. Dia mencontohkan Bupati Purwakarta yang memberikan kesejukan kepada warga yang merayakan Natal.
“Para pimpinan di daerah hendaknya memberikan teladan kepada masyarakat sebagai upaya untuk hadapi upaya provokasi,” tegas dia.

Sedangkan Frederikus Tulis, mewakili PP Pemuda Katholik, mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama rumah bersama Pancasila. “Apa yang sudah dibangun sejak Indonesia merdeka hendaknya kita kawal bersama-sama,” kata dia.

Ketua PP PMKRI, Dominikus Dion menyatakan, Indonesia memiliki masyarakat majemuk sehingga untuk hidup berdampingan harus menjunjung tinggi nilai-nilai keindonesiaan dan berperan aktif menjaga kerukunan dan kedamaian bangsa.

Ketua Bidang OKK DPP GAMKI, Dikson Siringoringo menambahkan agar negara bertindak tegas terhadap para pelaku intoleran yang tentunya sesuai dengan koriodor peraturan dan perundang-undangan.

“Kita ingin agar pemerintah mengatur negara ini dengan tegas bukan karena tekanan sekelompok orang. Kita juga hanya ingin memastikan negara yang bekerja,” tandas dia.

(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate ยป