Breaking News

Perayaan HUT Ke-65 PGI: Agar Tidak Elitis, Gerakan Ekumene Libatkan Umat

Sudah menjadi tradisi bagi Persektuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bahwa setiap tahunnya tepat pada tanggal 25 Mei akan merayakan HUT, yang tahun ini usianya beranjak 65 tahun. Bahkan, Bulan Mei setiap tahunnya dirayakan sebagai Bulan Ekumene oleh gereja-gereja di Indonesia.

Diusia 65 tahun PGI yang terbilang istimewa ini, perayaannya akan dibuat semarak agar dalam momentum HUT PGI Ke-65 ini gereja-gereja dapat secara lebih mendalam merefleksikan dan memaknai perjalanan gerakan keesaan di Indonesia.

“Perayaan HUT PGI Ke-65 ini juga terbilang istimewa oleh karena pada bulan Mei ini juga bertepatan dengan Sidang Christian Conference of Asia (CCA) yang berlangsung dari tanggal 20-27 Mei 2015 di Jakarta. Dan acara puncak perayaan HUT PGI Ke-65, pada tanggal 24 Mei 2015 di Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, akan dihadiri seluruh gereja di Asia,” jelas Ketua Umum Panitia Pelaksana HUT PGI Ke-65, Michael Wattimena, SE, MM dalam jumpa pers di Grha Oikumene, Jakarta, (31/3).

Perayaan HUT Ke-65 ini juga dilaksanakan setelah Sidang Raya PGI XVI di Nias akhir tahun 2014.

Dalam konteks ini, ujar Michael, maka perayaan HUT ini bisa menjadi ajang untuk mensosialisasikan hasil Sidang Raya tersebut kepada warga gereja di Indonesia.

Juga, untuk semakin memperkuat arah dan substansi gerakan ekumene di Indonesia.

“Secara khusus, agar gerakan ekumene tak melulu terkesan elitis, tetapi juga bisa semakin dikenal dan dirasakan dalam kehidupan umat Kristen secara nyata,” tegas Michael yang juga Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Jadi, simpul dia, HUT PGI ke-65 ini harus menjadi momentum bagi gereja-gereja di Indonesia untuk merenungkan diri dan keberadaannya sambil melihat kemungkinan-kemungkinan baru ke depan yang dapat dilakukan dalam melayani umat Kristen dan warga masyarakat bangsa ini.

Tema yang dipilih dalam perayaan HUT Ke-65 PGI tahun ini adalah “Keesaan Gereja dalam Aksi: Keluar dari Kemandekan Gerakan Ekumene”.

Michael menguraikan dua alasan dipilihnya tema tersebut. Pertama, setelah 65 tahun, ada kecenderungan bahwa gerakan ekumene semakin jauh dari jemaat (umat).

“Gerakan ekumene selama ini terkesan sangat elitis, hanya terjadi dan dilakoni kalangan elit gereja, sehingga umat hampir tak terlibat dan menjadi terasing,” kata Michael yang juga anggota DPR RI.

Kedua, lanjut dia, ada kesadaran yang sangat kuat bahwa sejak lama gereja-gereja kita terlalu fokus untuk urusan internal sehingga kurang terlihat aksi keluar.

Akibatnya, eksistensi kehadiran gereja kurang begitu dirasakan oleh masyarakat luas.

“Berdasarkan dua pertimbangan ini, kami berharap momentum HUT ke-65 PGI ini dapat menjadi media untuk mendorong gereja-gereja merefleksikan dan melakukan terobosan terhadap kemandekan gerakan ekumene ini dengan makin banyak melakukan tindakan-tindakan nyata bagi masyarakat sebagai wujud nyata gerakan ekumene tersebut,” ujar dia.

Dalam rangka memeriahkan dan memaknai perayaan HUT ke-65 ini, panitia telah merencanakan sejumlah kegiatan sebagai berikut: 1) Ibadah dan Perayaan HUT PGI ke-65, Minggu, 24 Mei 2015 di Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. 2) Jalan Damai Lintas Agama, Sabtu, 16 Mei 2015, di Monas, Jalan Thamrin dan Bundaran HI, Jakarta. 3) Aksi Sosial berupa Kunjungan Kasih ke Anak Asuh PPKS PGI, Jakarta Timur dan Donor Darah di Gereja-gereja di Jakarta, pada tanggal 17-24 Mei 2015. 4. Seminar, Diskusi dan Peluncuran Buku, Senin, 25 Mei 2015 di Aula Kantor PGI, Salemba Raya 10, Jakarta Pusat. 5) Penerbitan Buku Refleksi HUT PGI ke-65.

Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-65 PGI ini diharapkan akan diikuti oleh sekitar 10 ribu orang di Jakarta dan sekitarnya dan ditambah dengan perayaan-perayaan yang akan dilakukan di beberapa daerah.

“Demi suksesnya seluruh kegiatan yang telah direncanakan, panitia mengharapkan dukungan doa dan partisipasi dari seluruh gereja-gereja yang ada di Indonesia,” pungkas dia.

Wakil Ketua Umum Panitia, Rekson Silaban menambahkan perayaan HUT PGI kali ini tidak hanya dihadiri oleh lingkungan gereja akan tetapi juga dari lintas agama dan suku sehingga PGI tidak terkesan elitis namun inklusif untuk semua agama.

Hadir dalam konperensi tersebut, Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt Krise Anki Gosal, Wakil Bendahara Umum PGI Ari Moningka, Ketua umum Panitia Michael Wattimena, Sekretaris Jeirry Sumampow, Wakil Ketum Rekson Silaban, Pdt Manuel Raintung dan Pdt Yerry Tawalujan.***

(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »