Breaking News

Perayaan Natal Oikumene: KEKRISTENAN DI INDONESIA BUKAN KEKRISTENAN DI EROPA DAN AMERIKA

Penyalaan Lilin Natal

Jakarta, ONLINEKRISTEN.COM, Kekristenan di Indonesia bukan Kekristenan di Eropa, Amerika dan negara lainnya. Kekristenan di Indonesia adalah Kristen Indonesia, Kekristenan yang berdiri tegak di atas pondasi proklamasi keimanan Yesus sebagai Juruselamat dan Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945.

“Kekristenan Indonesia berdasar nilai kekristenan Indonesia yakni Kristen yang Oikumenis dan Nasionalis,” ujar Ketua Umum DPP GAMKI, Michael Wattimena dalam sambutannya mewakili lembaga-lembaga keumatan Kristen dalam Perayaan Natal Oikumene dan ibadah syukur awal tahun lembaga-lembaga-lembaga keumatan Kristen dihadiri ratusan jemaat dari berbagai aliran gereja di Grha Oikumene, Salemba 10, Kamis malam, 12 Januari 2017.

Adapun lembaga-lembaga keumatan yang hadir saat itu, antara lain, Persekutuan gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo), Perkumpulan Senior GMKI, Yayasan Komunikasi Indonesia dan Persatuan Wartawan Nasransi Indonesia (Pewarna). Bertindak sebagai panitia penyelenggara adalah DPP GAMKI dengan ketua panitia pelaksana Dikson Siringoringo.

Michael menghimbau para pemuda gereja di seluruh tanah air bersatu mengawal kesatuan bangsa di daerah masing-masing. “Jangan kita kalah dengan isu-isu fitnah yang digunakan untuk memecah belah bangsa,” kata dia.

Ibadah perayaan Natal dan syukur awal tahun kala itu dipimpin oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat Lebang. Pada momen tersebut diadakan juga perayaan HUT ke-48 Michael Wattimena, anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

Dalam kotbahnya, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat Lebang mengatakan lembaga dan organisasi Kristen yang hadir saat ini merupakan teman sekerja Allah untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara.

“Kita yang hadir disini adalah jejaring kerja untuk membangun kesejahteraan kota. Pun, sebagai lembaga Kristen kita harus aktif untuk memperkuat kebhinekaan dan merawat kemajemukan. Kita mesti bangun relasi yang tulus sebagai sesama anak bangsa,” kata dia.

Ketua Panitia Dikson Siringoringo menambahkan perayaan tahun ini juga dihadiri ormas Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk menambah kekuatan kelompok-kelompok pemersatu bangsa ditengah-tengah suasana yang tegang akibat fitnah yang bermuatan perpecahan bangsa.

Perayaan Natal dan Ibadah Syukur tahun baru ini juga dimeriahkan dengan pentas hiburan dari Lex Trio, Yopie Latul, Gerson Friends. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang rencananya hadir saat itu berhalangan.

(OK-1/SIB)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »