Breaking News

Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan Nasional: HASILKAN DEKLARASI MANADO, TETAPKAN SULUT SEBAGAI LABORATORIUM KERUKUNAN NASIONAL

Menpora Imam Nahrawi berfoto bersama dengan peserta Rakornas KNPI di Manado, Sulawesi Utara, Selasa dini hari, 25 April 2017.

ONLINEKRISTEN.COM, JAKARTA – Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan Nasional 2017 yang berlangsung dari tanggal 21-28 April 2017 di Manado, Sulawesi Utara, menghasilkan Deklarasi Manado yang melahirkan keputusan penting bahwa Sulawesi Utara ditetapkan sebagai Laboratorium Kerukunan Nasional (LKN).

“Pesan pemerintah Republik Indonesia sangat jelas bahwa Sulawesi Utara menjadi Laboratorium Kerukunan Nasional. Kami berharap SULUT menjadi LKN yang kelak menginspirasi daerah lainnya,” urai Jackson Kumaat, Ketua Panitia Pekan Kerukunan Nasional dan Global Christian Student Conference dalam jumpa pers yang digelar usai penutupan Rakornas KNPI di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa dini hari, 25 April 2017.

Deklarasi Manado ini, lanjut dia, keberadaannya begitu penting agar tetap terus merajut kerukunan pasca Pilkada, terlebih khusus Pilkada DKI, yang menurutnya cukup melelahkan dan berdampak pada lingkungan sekitar baik secara nasional maupun internasional.

“Bayangkan, kita yang tadinya berteman jadi tidak berteman. Bahkan, ayah dengan ibu, adik dengan kakak, sepupu dengan keponakan, saling tidak berbicara hingga saling membenci lantaran beda dukungan dalam ajang Pilkada DKI,” papar dia.

Menurut Jackson, fakta menunjukkan proses Pilkada DKI telah banyak memisahkan orang. Sebab itu, pasca Pilkada DKI penting dilakukan rekonsiliasi guna merajut kembali kerukunan.

“Dalam setiap Pilkada, termasuk Pilkada DKI, pasti ada yang menang dan kalah. Maka bagi yang menang, hendaknya bisa merangkul yang kalah. Sedangkan, yang kalah mesti bisa move on dan jangan baper (bawa perasaan) terlalu lama, karena bisa berbahaya juga,” kata dia.

Hasil real count KPU, lanjut Jackson, sudah usai dengan hasil perhitungan suara yang tidak beda jauh yakni sekitar 58 %-42%.

“Ini bukan kemenangan kelompok partai, ormas dan agama tertentu seperti yang ditegaskan Bapak Wapres Jusuf Kalla, yang juga Ketua Dewan Mesjid datang ke Manado, dalam sambutannya membuka Pekan Kerukunan Nasional sekaligus membuka Global Christian Youth Conference,” tegas dia.

Lebih lanjut Jackson mengutarakan paska pilkada, pemenangnya adalah demokrasi.

“Bukan agama atau ormas tertentu, tapi murni demokrasi. Juga, bukan kekalahan agama dan ormas tertentu,” tegas dia.

Ia juga mencontohkan dalam pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, presiden BEM pasti ada yang menang dan kalah. Bahkan, pemilihan jemaat pimpinan kolom pasti ada menang dan kalah.

“Jadi, itu sesuatu yang lumrah,” kata dia.

Hal lainnya, Jackson merangkum dua hal penting hasil Rakornas KNPI di Manado, yakni pertama, Sulawesi Utara sudah diperjuangkan gubernur dan wakil gubernur menjadi Laboratorium Kerukunan Nasional.

Kedua, pemerintah telah memberikan penegasan melalui wapres dan juga lewat menpora, agar KNPI betul-betul merajut terus kerukunan pasca Pilkada.

Selain itu Rakornas KNPI juga melahirkan beberapa butir rekomendasi, baik sifatnya konsolidasi internal maupun eksternal.

“Sebagai Ketua Panitia Rakornas KNPI, kami mengucap syukur Rakornas telah berlangsung dengan baik dengan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi,” kata Ketua KNPI DPD Sulut, Jackson Kumaat yang juga Ketua Rakornas KNPI di Manado ini.

 

Ketua KNPI DPD Sulut Jackson Kumaat menyambut kedatangan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam Rakornas KNPI di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulut, Selasa dini hari, 25 April 2017.

Jackson berharap hasil rekomendasi dari Rakonarnas KNPI ini dapat segera diimplementasikan.

“Jangan hanya diatas kertas saja. Kedatangan wapres dan menpora dalam Rakornas KNPI di Manado ini hendaknya jangan disia-siakan,” tegas dia.

Terkait langkah konkrit KNPI dalam rangka merawat kerukunan nasional, Jackson menjelaskan bahwa KNPI akan sering berdialog dengan seluruh komponen organisasi kepemudaan lintas agama seperti, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

“Kita akan ajak mereka berdiskusi dan memberikan pemahaman untuk selalu dewasa dalam berdemokrasi, diantaranya, agar siap menang dan kalah. Jangan sampai ada yang siap menang tetapi tidak siap kalah. Kalau tidak siap kalah, ya itu artinya dia tidak rela sehingga acapkali orang seperti ini menghujat, mencaci dan memaki,” tegas dia.

Diakhir wawancara, Jackson mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan acara Rakornas KNPI, Pekan Kerukunan Nasional dan Global Christian Youth Conference.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan gubernur dan wakil gubernur Sulut, semua pengurus KNPI provinsi maupun kabupaten kota,” kata dia.

(OK-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »