Breaking News

RELAWAN NKRI SIAP LAWAN PEMECAH BELAH BANGSA

Deklarasi Relawan NKRI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (12/11/2016)

Jakarta, (onlinekristen.com) Yel-yel dan lagu-lagu kebangsaan membahana di kawasan Tugu Proklamasi. Wajah kebhinnekaan Indonesia dari Aceh hingga Papua pun tampak jelas kentara. Tak ada sekat apapun yang menghambat. Semuanya cair, berbaur, dan penuh semangat mengikuti indahnya acara Deklarasi Kebangsaan yang dihelat di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Di tempat itu, Relawan NKRI menegaskan Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

Saat salah seorang relawan, Rohman, membacakan puisi berjudul “Satria Dunia Maya”, suasana menjadi hening dan bulu kuduk merinding menghayati betapa besar pengorbanan para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia, dengan darah dan air mata namun saat ini ada pihak-pihak yang ingin memecah-belah NKRI.

Dalam deklarasi kebangsaan di Tugu Proklamasi itu, para relawan berkomitmen rela berkorban demi mempertahankan NKRI, Pancasila dan UUD’45.

“Kita tidak takut, kita siap berkorban demi NKRI,” kata M Yamin Ketua Seknas Jokowi yang juga salah seorang inisiator dan deklarator Relawan NKRI.

“Di tengah situasi politik nasional yang belakangan ini gaduh dan cenderung mengarah pada terkoyaknya sendi-sendi kebangsaan, maka di tempat bersejarah ini kita tegaskan kesetiaan kita kepada NKRI yang dibangun di atas landasan kebhinnekaan,” kata Hendrik Dikson Sirait selaku salah satu inisiator Relawan NKRI dan Ketua Panitia pelaksana Deklarasi Kebangsaan, Sabtu (12/11/2016).

Hendrik mengingatkan, kebhinnekaan sebagai fakta sosio-antropologis yang membangun kebangsaan Indonesia adalah sebuah khasanah atau kekayaan Indonesia yang paling berharga.

Karena itu, ditegaskan Hendrik, kebhinnekaan tidak boleh dikurang-kurangkan atau dilebih-lebihkan untuk dan atas nama kepentingan apapun, apalagi untuk kepentingan politik tertentu dan sempit.

Menurutnya, kebhinnekaan sejatinya dirawat dan dibangun semata-mata untuk kepentingan membangun Indonesia menjadi bangsa yang terhormat di dunia.

“Indonesia adalah harapan dunia untuk menciptakan tatanan dunia baru yang damai, yang tidak mempertentangkan antara Islam dan demokrasi, antara demokrasi dan kemajuan, serta kemajuan dan nilai-nilai kearifan lokal dari berbagai suku-suku bangsa di Nusantara,” katanya.

Seluruh masyarakat Indonesia, katanya, memiliki andil besar dan sama-sama berharga dalam membangun Indonesia.

“Oleh karena itu, saat ini kita melihat bagaimana upaya pemerintah melakukan pemerataan pembangunan dengan kerangka Indonesia-centris, tidak lagi Jawa-centris,” ujarnya.

Namun, Ia menyayangkan adanya upaya sejumlah kalangan dan aktor politik yang cenderung merusak keutuhan bangsa dengan menggunakan isu-isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) secara negatif.

“Kita melihat bahwa nafsu atas kekuasaan telah menguasai sejumlah aktor politik di tanah air, sehingga tega menggunakan isu-isu agama untuk mengoyak persatuan dan kesatuan yang telah puluhan tahun kita jaga,” ujarnya.

(Penulis: ARP)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »