Breaking News

Sekretaris Jenderal World Evangelical Alliance: Dukung Hukuman Mati dengan Syarat

Sekretaris Jenderal World Evangelical Alliance (WEA), Bishop Efraim Tendero mendukung berlakunya hukuman mati asalkan disertai dengan proses peradilan yang seadil-adilnya.

Bishop Efraim Tendero mendukung hukuman mati dengan merujuk pada kitab Kejadian 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

“Karena itu, kami mendukung hukuman mati tersebut berdasarkan Alikitab,” kata Bishop Tendero dalam jumpa pers jelang pembukaan Rapat Kerja Nasional Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) di Hotel Mercure, Sabang, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015.

Walaupun mendukung hukum mati, tapi Tendero menandaskan agar prosedur hukum hingga kepada putusan hukuman mati itu sungguh-sungguh berjalan dengan semestinya karena hal ini menyangkut nyawa manusia.

“Siapapun yang didakwa hukuman mati maka dia harus mendapatkan proses peradilan yang seadil-adilnya. Kami berharap semua terdakwa hukuman mati akan mendapatkan proses pengadilan yang baik,” tegas dia.

Selain itu, Tendero juga berharap sebelum dieksekusi mati, mereka diberikan hak bimbingan spiritual oleh kaum rohaniawan.

Bulan lalu, dari sembilan orang yang dieksekusi hukuman mati, ada satu Warga Negara Filipina, bernama Mary Jane, yang ditunda eksekusinya.

“Saya adalah salah satu orang yang mengajukan permohonan kepada Presiden Jokowi agar eksekusi (Mary Jane) ditunda. Karena terdakwa Mary Jane ini sebetulnya adalah salah satu korban dari human traficking (perdagangan manusia),” terang Tendero yang berasal dari Filipina ini.

“Kami bersyukur penundaan eksekusi mati dikabulkan dan berharap dalam proses selanjutnya bisa ditemukan bukti-bukti baru yang akan mendukungnya,” tandas dia.

World Evangelical Alliance (WEA) adalah suatu badan yang menjadi representatif bagi lebih dari 60 negara di seluruh dunia dengan jumlah 600 juta umat.

WEA menjadi organisasi Kristen kedua terbesar di dunia setelah Katolik dengan jumlah 1,2 milyar umat. Sementara World Council of Churches yang berada pada posisi ketiga terbesar.

(VICTOR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »