Breaking News

SERUAN PASKAH 2017 PP GMKI AJAK KAMPANYE KEDAULATAN MARITIM DAN AGRARIA

Seruan Paskah 2017 PP GMKI Masa bakti 2016-2018; “Untuk Kristus dan Tanah Air”

Jakarta, ONLINEKRISTEN.COM – Shalom…!!! Dari Salemba 10, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) 2016-2018 mengucapkan selamat menyongsong Paskah 2017. Perayaan Paskah merupakan puncak dimana Yesus Kristus bangkit setelah mengalahkan maut. Kebangkitan Yesus Kristus merupakan lambang pembebasan atas belenggu Dosa manusia, Kristus telah memerdekakan kita.

Kiranya dalam semangat Paskah tahun ini, kita dapat terus menyuarakan Perdamaian. Pendamaian itu sudah dilakukan Yesus secara penuh dan utuh. Perdamaian yang sudah dilakukan oleh Yesus adalah perdamaian yang holistik.

Segala bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh manusia yang menyakiti ciptaan lainnya bisa merusak karya perdamaian yang dilakukan oleh Yesus.

Dalam menyongsong perayaan Paskah Tahun ini PP GMKI menyerukan kepada seluruh civitas gerakan untuk memaknai dan menyikapi berbagai praktek ketidakadilan yang terjadi di Bumi Indonesia.

PP GMKI mengingatkan panggilan untuk menyuarakan ketidakadilan ekologis dan mendiskusikan jalan keluar yang dapat mendukung keutuhan ciptaan.

Manusia dan alam adalah ciptaan, dimana hendaknya manusia bertautan dengan alam dengan berpartisipasi dalam komunitas ciptaan dan mengedepankan interdependensi. Akan tetapi keserakahan manusia dalam menguasai alam menimbulkan perilaku kesewenang-wenangan akibat manusia merasa sebagai pusat alam semesta (antroposentris).

Manusia hendaklah melihat kembali hakekatnya sebagai ciptaan. Allah membentuk manusia dari debu tanah, manusia dalam bahasa ibrani disebut “adam”. Sebutan tersebut memiliki akar kata yang sama untuk kata tanah, “adamah” yang berarti warna merah kecoklatan yang mengungkapkan warna kulit manusia dan tanah.

Dalam bahasa latin, manusia disebut “homo” yang memiliki kaitan dengan “humus” yaitu tanah. Dengan demikian manusia dan tanah memiliki hubungan yang saling mengkait yaitu diciptakan dari tanah (Kej 2:7, 3:19, 23), hidup menggarap tanah (Kej 3:23) dan akan kembali ke tanah (Kej 3:19, Maz 90:3).

Yesaya 11:9 merupakan “Anamnesis” Yesaya terhadap Kristus. Anamnesis adalah proses rekoleksi atas memori dengan tujuan untuk membuatnya berguna bagi kehidupan yang di depan mata. Merubah memori menjadi memori yang hidup (living memory).

Anamnesis Yesaya memaknai dan menyikapi berbagai praktek ketidakadilan yang terjadi pada masanya dengan melihat kembali kehidupan sebelum kejatuhan dalam dosa dan lalu kembali dengan menceritakan nubuat tentang kehidupan yang harmonis antar ciptaan di masa yang akan datang.

Yesus menggambarkan dirinya sebagai air hidup (Yoh 4:1-42). Cara mendapatkannya adalah dengan meminumnya. Kata minum dalam bahasa Yunani “pineto” dalam bentuk imperatif masa kini yang berarti tindakan yang berkesinambungan dan terus menerus dilakukan. Air hidup memberikan kepuasan akan dahaga rohani.

Yesus menggunakan elemen air sebagai tanda karena kebutuhan manusia akan air. Manusia dan alam saling bergantung. Kedaulatan Allah atas Ciptaan-Nya ditunjukkan dengan perintah untuk mengelola alam dengan bertanggungjawab. Manusia harus memanfaatkan dan mengelola Alam sebagai bagian dari ibadah dan pengabdiannya kepada Allah.

Keserakahan dan kesewenang-wenangan dalam menguasai Alam memicu semakin maraknya ketidakadilan Agraria dan Maritim di Indonesia. Hal ini membuat PP GMKI terpanggil untuk menyuarakaannya. Perebutan kekuasaan atas sumberdaya alam menciptakan konflik, dan seringkali rakyat menjadi korban karena ketidakberdayaan mereka dalam melawan.

Negara seringkali mengabaikan kondisi sosial budaya dan kearifan lokal masyarakat dalam, mengelola tanah dalam perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan tanah. Padahal, Pasal 4 ayat 4 UUPA menegaskan bahwa hak menguasai dari Negara dapat dikuasakan kepada daerah-daerah Swatantra dan masyarakat-masyarakat hukum adat.

Negara mengakui adanya masyarakat adat namun tanah-tanah adat mereka tidak diakui keberadaannya. Masyarakat Adat menjadi asing di tanahnya sendiri. Mereka tergusur dari tanah mereka karena klaim-klaim Negara dan Korporasi sekali lagi dengan alasan ekonomi dan kesejahtraan rakyat.

Konflik antara Negara, Korporasi dan Rakyat pun terjadi. PP GMKI tetap berdiri diatas keberpihakan kepada yang tertindas dengan mondorong reformasi dan peradilan Agraria guna penyelesaian konflik-konflik Agraria.

Kedaulatan Maritim pun belum berjalan maksimal. Potensi Maritim Indonesia terancam Limbah dan pengerusakan. Nelayan-nelayan tradisional seringkali tidak mampu bersaing dengan korporasi dalam mengakses fishing ground karena keterbatasan modal dan alat. PP GMKI terus mendorong agar Rakyat Indonesia tidak menjadi tamu dan penumpang di atas Tanah dan Airnya.

PP GMKI menyuarakan Paskah 2017 dan kiranya seluruh cabang di Tanah Air serta segenap civitas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dapat turut mengambil bagian dalam Gerakan Paskah Nasional dengan tema “Kedaulatan Maritim dan Agraria”.

PP GMKI menghimbau seluruh cabang di Tanah Air agar serentak bergerak menyongsong Paskah 2017 melalui kegiatan-kegiatan dan aksi sosial selama tiga minggu menjelang Paskah.

Aktivitas atau kegiatan sosial tersebut dapat berupa Aksi Bakti sosial, Kampanye Kedaulatan Maritim dan Agraria, Diskusi tentang Lingkungan Hidup, Hutan, Laut dan Masyarakat Adat di seluruh cabang GMKI tanah air.

Time line Rencana Aksi dapat dilihat di bawah ini :

• Dalam aksi 3 minggu menjelang Paskah tersebut diharapkan cabang dapat melakukan aksi-aksi tersebut diatas dengan tetap bergerak dibawah terang tema dan sub-tema.

• Hendaknya sebelum melakukan aksi ini agar cabang dapat melakukan kajian tentang Agraria dan Kemaritiman di cabang masing-masing dalam upaya memaknai Paskah tahun ini.

• Aksi sosial ini hendaklah dapat menggugah kesadaran dan berdampak positif.

• Aksi tersebut hendaklah dapat bekerja sama dengan Gereja, Peguruan Tinggi, elemen Masyarakat, OKP-OKP dan lembaga-lembaga lain di cabang serta melakukan publikasi Pernyataan sikap dan konferensi Pers dan bekerja sama dengan Media Massa.

• Agar Cabang dapat mengirimkan Delegasinya dalam Simposium dan Perayaan Paskah Nasional GMKI di Bengkulu

• Agar Cabang dapat melakukan refleksi dan ibadah Paskah sesuai dengan kalender organisasi yang telah di tetapkan di masing-masing cabang

Kiranya segenap civitas gerakan se-Tanah Air dapat memaknai Paskah tahun ini.
Ut Omnes Unum Sint !!!

PENGURUS PUSAT
GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA
MASA BAKTI 2016 – 2018

Sahat Martin Philip Sinurat

Ketua Umum

Alan Christian Singkali

Sekretaris Umum

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »