Breaking News

UKI Menuju Kampus Unggul

JAKARTA- Sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Indonesia, Universitas Kristen Indonesia (UKI) terus berbenah diri baik secara internal dan eksternal. Pada tahun 2015, UKI bertekad untuk memulihkan citranya atau rebrandring.

“Kami akan berupaya memulihkan citra UKI atau rebranding dengan merumuskan berbagai kebijakan internal dan eksternal yang perlu ditata kembali,” kata Rektor UKI, Prof Maruarar Siahaan, dalam acara coffee morning dengan para wartawan dan pihak kepolisian di Ruang Rektorat UKI, Cawang, Jakarta, Senin, 12 Januari 2015.

Menurut Prof Maruarar Siahaan, kemajuan UKI dapat dilihat kemajuan fisik dan nonfisik.

Diantaranya, lanjut dia, bagaimana orang luar, baik itu media dan kepolisian yang hadir pada saat ini dalam hal memandang keberadaan kampus UKI.

Sebab itu, kata dia, UKI bertekad untuk melakukan konsolidasi kedalam dan melihat beberapa hal.

“Yang pertama kali mesti dilakukan adalah memulihkan citra UKI atau rebranding dengan merumuskan berbagai kebijakan internal dan eksternal yang perlu ditata kembali,” urai dia.

Demikian halnya dari sisi media, lanjut Maruarar, UKI menginginkan agar stereotype UKI menjadi lebih positif dari tahun sebelumnya.

“Sebagai salah satu kampus tertua di Jakarta, UKI pasti mampu membentuk dirinya lebih baik,” kata dia.

Pada tahun 2015, tambah dia, UKI juga tidak ingin menjadi problem bagi pihak kepolisian.

“Karena itu, UKI betul-betul ingin berbenah diri, baik dalam seluruh kebijakan, akademik, tata tertib dan penataan lainnya,” pungkas dia.

Menuju Akreditasi A

Kepala Biro Humas, Pemasaran dan Alumni UKI, Angel Damayanti mengatakan sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta tertua di Indonesia yang kini telah berumur 62 tahun, UKI akan terus berbenah diri agar tidak kalah dengan PTS yang masih muda.

“Dikti menempatkan UKI dengan akreditasi lima besar B. Juga, menurut Majalah Swa, UKI termasuk lima besar PTS yang lulusannya dicari oleh perusahaan,” jelas dia.

Hingga kini UKI telah memiliki delapan fakultas S1 reguler, lima program S2 dan satu program doktoral.

Angel memaparkan dalam menjalankan programnya, UKI juga menjalin kerja sama dengan universitas di dalam dan luar negeri, antara lain, UI, UNHAS, UNDIP, Beijing Language and Cultural University, Munchter University Germany, dan Bagio University Philipina.

Selain itu, UKI bekerjasama dengan berbagai elemen. Diantaranya, berbagai instansi pemerintah seperti kepolisian, TNI/Kodam Jaya, Kementrian Pemuda dan Olahraga, BNPT, BNN dan Pemda.

Juga, NGO seperti Breakthrough Mission, CBN, Golden Kids, media cetak, elektronik dan online.

Tak kalah penting, UKI juga menjalin kerja sama dengan perusahaan, antara lain, PT Astra Tbk, Sinar Mas Group dan PT Indomaret.

Program kedepan, lanjut Angel, UKI berupaya menjadi Green Campus (Sustainable development, bersih, anti narkoba dan anti tawuran)

“Secara akedemis, pun kami akan terus meningkatkan akreditasi. kami tidak puas hanya lima besar. Sebab itu, kami mau berbuat lebih baik lagi sehingga UKI mencapai akreditasi A,” terang dia penuh semangat.

Seperti arahan Dikti, tambah Angel, UKI akan berupaya masuk sebagai perguruan tinggi unggul.

“Jadi bukan hanya masuk nominasi akan tetapi kita betul-betul menjadi perguruan tinggi swasta unggul,” kata dia.

“Meskipun UKI acapkali diterpa isu miring oleh media, kami tetap optimis untuk menggapai apa yang telah kami programkan,” imbuh dia.

Pembantu Rektor Non Akademik UKI, Bernadeta Nadeak berharap, pada tahun 2015, komitmen UKI untuk menjadikan UKI sebagai kampus unggul segera terwujud.

“Kiranya kampus UKI ini bisa bersinar kembali,” tandas dia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »