Breaking News

WUJUD KEPEDULIAN MASYARAKAT, UKI GELAR DISKUSI PUBLIK SOAL ENERGI NUKLIR

Jakarta, (onlinekristen.com) – Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang energi, khususnya pada pasal 19, Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar diskusi publik bertajuk “Go Nuclear: Menanti Kehadiran Reaktor Fusi di Indonesia”, sebagai perwujudan atas hak pilih masyarakat dalam cara memperoleh energi.

Dalam diskusi yang diselenggarakan di gedung GWS, kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur tersebut menghaditkan 7 orang bergelar Profesor-Doktor, yang ahli dalam bidang energi, tehnologi, fisikawan dan regulasi kebijakan sebagai panelis.

Mewakili Rektor, Warek II UKI Jakarta, DR, dr, Bernadeth Nadeak dalam kata pengantar pembukaan diskusi mengatakan, masyarakat perlu tahu dan mandapatkan penjelasan yang sebenar-benarnya tentang apa itu energi nuklir, baik reaksi fusi maupun reaksi fisi, apa dampak baik buruknya bagi kemanan hidup masyarakat, lingkungan dan resiko lainnya dalam jangka panjang.

“Sesuai dengan UU Nomor 30 tahun 2007, masyarakat diberikan hak untuk memilih dan menentukan jenis energi apa yang akan digunakan. Ini terkait rencana pemerintah yang ingin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang kita nilai sangat berbahaya dan beresiko tinggi,” kata Bernadeth sebelum membuka forum diskusi, Rabu (30/11/2016).

Menurut Bernadeth, meski di UKI tidak ada fakultas jurusan tehnologi nuklir, namun sebagai institusi lembaga pendidikan ilmu pengetahuan mempunyai tanggungjawab kepedulian masyarakat, bangsa dan negara.

“Diskusi ini juga sebagai bentuk kepedulian UKI kepada masyarakat dalam rangka Disnatalies UKI ke-63 tahun,” jelasnya.

Diketahui, menurut keterangan ketua panitia penyelenggara diskusi, UKI mengundang ketua/pengurus RT/RW di sekitaran Cawang.

Hadir sebagai panelis dalam diskusi tersebut Menteri Lingkungan Hidup tahun 1999 yang saat ini menjadi anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Lingkungan Hidup A.Sonny Keraf dan DEN Energi yang juga Guru Besar UI Rinaldy Dhalimi.

Penulis; Agus Riyanto

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate ┬╗