Ketum DPP GAMKI 2007-2011, Dating Palembangan: TITIK NOL MENUJU TATANAN KEHIDUPAN BARU, NEW NORMAL

“...Semua ini harus terjadi…” Demikian petikan sebuah lirik lagu. 

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Ketum DPP GAMKI 2007-2011, Dating Palembangan: TITIK NOL MENUJU TATANAN KEHIDUPAN BARU, NEW NORMAL

OnlineKristen.com | Dunia saat ini dirundung pandemi virus corona (Covid- 19). Virus yang bermula dari Wuhan Cina ini menyebar ke seluruh dunia dan tiba ke Indonesia. 

Covid-19 menyebar sejak November 2019. Kini, memasuki bulan Juni 2020, disana-sini masih terdengar berita penyebaran Covid-19. 

“Banyak dampak yang diakibatkan Covid-19. Penyebaran virus yang tidak kelihatan ini memaksa orang jaga jarak, tinggal dirumah, menghindari kerumunan kegiatan sosial, beraktivitas dibatasi, ekonomi jadi berantakan, dan bisnis tidak jalan,” kata Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011, Dating Palembangan SE, MM, di ruang kantornya di Kawasan Jakarta Utara, Selasa (9/6). 

Baca juga: Mensos Juliari Batubara Serahkan Bantuan Presiden Untuk Organisasi Pemuda Lintas Agama, Melalui DPP GAMKI



“Hal ini tentu saja membuat seluruh komponen anak bangsa ikut prihatin dan berdoa agar semoga Covid-19 ini cepat berlalu,” tambah Mantan Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar ini. 

Meski virus ini berbahaya, menurut Dating Palembangan, dibalik bencana ini banyak pola kehidupan baru muncul. 

“Diantaranya, peribadatan yang selama ini dilakukan beramai-ramai (bersekutu), namun dengan adanya Covid-19 ini memaksa orang untuk tinggal di rumah, tidak pergi ke gereja. Gereja pun beradaptasi dengan melakukan tugas pelayanannya lewat live streaming dan jemaat mengikuti dari rumah. Sesuatu yang baru ini juga dilakukan oleh agama lainnya,” jelas Majelis Gereja Toraja, Jatiwaringin, Jakarta Timur ini.

Baca juga: Bentuk Solidaritas, GAMKI Dirikan Dapur Umum Untuk Warga Terdampak Corona

 


Selain itu, lanjut Dating, kehidupan sosial untuk berkumpul seperti acara pesta juga dihentikan untuk membantu pemutusan penyebaran Covid-19. Sekolah saat ini diliburkan. Para pelajar belajar dari rumah dengan live streaming. Bahkan, kegiatan rapat, baik dalam pemerintahan maupun swasta menggunakan live streaming

“Kedepan, dengan kemajuan teknologi, pekerjaan dapat dilakukan di berbagai tempat. Ini merupakan suatu tatanan baru. Disatu pihak Covid-19 membawa korban, namun dipihak lain ada tatanan baru yang menjadi perhatian bagi kita semua,” kata Mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini. 

Lebih lanjut Dating mengutarakan pemerintah berupaya menangani penyebaran Covid-19 dengan menerbitkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing  pemerintahan daerah. 

Baca juga: Perayaan Dies Natalis Ke-56 dan Natal PIKI, Ketum PIKI: Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa



“Sebagai aktivis saya mengajak kaum muda dari berbagai organisasi manapun, juga dalam lingkungan gereja, supaya hal ini menjadi perhatian bersama. Kita tidak mau umat atau bangsa ini terlalu lama menderita karena virus Covid-19,” kata Mantan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI ini.

Berjalannya waktu, ujar Dating, pemerintah mengambil jalan tengah. Dating sangat salut dengan keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi.

“Sangat salut dengan istilah yang disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi yaitu bersahabatlah dengan Covid-19. Bersahabat bukan berarti berteman dengan Covid-19 yang sangat berbahaya. Biarlah Covid-19 berjalan dengan sendirinya. Namun kita tetap waspada menjaga diri dan membatasi diri dengan protokol kesehatan yang ditetapkan, antara lain, menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan pelihara imunitas. Niscaya lambat laun Covid-19 akan berhenti dengan sendirinya,” imbuh dia.

Baca juga: Refleksi Awal Tahun 2020 PIKI: Indonesia Quo Vadis



Dating yakin jika masing-masing individu mendukung program protokol kesehatan ini maka aktivitas ekonomi akan berjalan. 

“Para pelaku bisnis bisa memulai lagi bisnisnya, pemerintah berjalan normal. Pun, masyarakat yang tadinya di rumah akan kembali bergerak untuk meningkatkan kreativitas, memberdayakan dirinya untuk memperoleh penghasilan dalam rangka menambah daya beli masing-masing sehingga kehidupan ini berjalan terus,” kata dia. 

“Melalui peristiwa ini kita memulai kehidupan yang baru. Kita sudah mendengar istilah New Normal. Yaitu suatu kebiasaan yang tadinya dianggap aneh akan menjadi suatu kebiasaan,” tambah dia. 

Baca juga: TAK MAU KALAH DENGAN PANDEMI COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF



Menurut dating, kehadiran virus yang membahayakan manusia ini ternyata membawa sisi positif. Yakni supaya masing-masing individu ini lebih memperhatikan kesehatan dirinya. Dan menghindari kerumunan orang banyak bukan berarti tidak bersahabat tapi demi menjaga kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19. 

“Sekarang ini mungkin kita akan memulai suatu istilah New Normal, tatanan kehidupan baru. Hal-hal yang tidak lazim menjadi biasa. Jadi saatnya menuju tata kehidupan baru,” kata dia. 

“Sekaranglah memulai titik nol ini. Dengan dicabutnya nanti PSBB berarti titik nol menuju tatanan kehidupan baru, New Normal akan datang. Kita harus siap menghadapi,” tegas dia.

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

 


Dating berharap dengan diterapkannya New Normal ini, ekonomi akan tumbuh kembali, teknologi akan semakin maju dan bisnis akan dilakukan secara mudah dengan dukungan fasilitas teknologi. 

Begitupun peribadatan gereja. Umat boleh hadir secara fisik di gereja, namun umat juga boleh memilih untuk mengikut ibadah dari rumah atau dengan bantuan teknologi live streaming. Pendidikan begitu juga. 

“Jadi kehidupan ini berjalan, bergerak bersama-sama dalam kesempatan yang sama sehingga beberapa pekerjaan dapat diselesaikan. Inilah salah satu bagian dari diterapkannya New Normal,” kata dia. 

Baca juga: Diminta Wamendes Awasi BLT Dana Desa, GAMKI Bentuk Relawan Pemuda Untuk Desa Siaga Covid-19



“Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa, ormas, gereja atau siapa saja anak negeri untuk mulai tatanan kehidupan baru atau New Normal. Sekarang adalah titik nol menuju tatanan kehidupan baru atau New Normal. Saat ini ayo kita semua tanpa terkecuali menuju Indonesia maju, Indonesia hebat dan Indonesia jaya. Merdeka,” tandas Dating. 

SILAHKAN TONTON VIDEO WAWANCARA DENGAN KETUM DPP GAMKI 2007-2011, DATING PALEMBANGAN SE, MM

Ketum DPP GAMKI 2007-2011, Dating Palembangan: TITIK NOL MENUJU TATANAN KEHIDUPAN BARU, NEW NORMAL

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.