MENUNGGU-NUNGGU KEMATIAN

MENUNGGU-NUNGGU KEMATIAN

- in OPINI
Weinata SairinWeinata Sairin

MENUNGGU-NUNGGU KEMATIAN

ada seorang penulis yang bilang
di dunia ini takpernah ada
yang pasti
satu-satunya yang
pasti adalah kematian
pandangan itu
amat bernas dan cerdas
walau bisa melahirkan
diskusi bahkan
debat panjang
menunggu kematian acapkali
sama saja
dengan menunggu
godot
menunggu
yang takpernah datang

sejatinya hidup itu
hanyalah menunda kematian
hidup itu mengembargo
kematian
hidup itu
adalah perjalanan
menuju terminal kematian
hidup itu hakikatnya adalah
menikmati kefanaan
kesementaraan
mempersiapkan
seluruh kedirian
memasuki kematian
sebagai era transit
menuju kehidupan yang sama sekali baru

kematian itu pasti datang
menjemput seseorang
namun schedule
dan jadwal definitif
takpernah bisa diketahui
kematian datang
nyaris surprise
takterduga
tidak terdeteksi

kematian takpernah mengenal sara
eselon, fraksi, faksi,
almamater, jabatan, asal-usul

kematian juga takpernah mengenal umur atau gender
ia merenggut
nyawa siapa saja tanpa ada batas umur
seperti menonton film zaman baheula

kita semua kini
dalam posisi
menunggu kematian
siapapun kita
dimanapun kita
bertugas
apapun pangkat dan jabatan kita
kita harus makin dekat berserah kepada Tuhan
taat kepada perintahNya
jika maut merenggut
kita berada dalam rangkulan Tuhan Yang Maha Kasih.

Jakarta, 21 Oktober 2021/pj.17.51
Weinata Sairin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

Rakernas Sinode GKSI Tetap Rekomendasikan Rekonsiliasi, Frans Ansanay: Kami Tak Tabu Untuk Berdamai

OnlineKristen.com  | Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)