Breaking News

Perayaan Paskah Bersama 2019 di Monas Ditunda, Ini Alasannya

Perayaan Paskah Bersama di Monas 2018 (ilustrasi)

ONLINEKRISTEN.COM -Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh jemaat dan seluruh pelayan Tuhan di gerejanya untuk  menunda pelaksanaan Ibadah Paskah Bersama yang akan dilaksanakan di Monas, Jakarta, Minggu Pagi, 21 April 2019.

Pemberitahuan tersebut disebarkan melalui akun resmi GBI Glow FC @GBIGlowFC pada Kamis, 18 April 2019, Pukul 23:04. Juga, pemberitahuan tersebut terdapat dalam situs www.glowfc.com.




“Kepada seluruh jemaat dan seluruh pelayan Tuhan Gereja GBI Glow Fellowship Centre. Dengan memperhatikan perkembangan situasi bangsa kita setelah Pemilu dan menyadari pentingnya peran Umat Tuhan untuk tetap berdoa di dalam lingkungan gereja, maka GBI Glow Fellowship Centre menunda pelaksanaan Ibadah Paskah Bersama yang sedianya dilaksanakan di Monas,” demikin ditulis akun Twitter @GBIGlowFC.

Pemberitahuan GBI Glow FC terkait penundaan Paskah Bersama di Monas melalui Twitter

Lebih lanjut akun @GBIGlowFC menuliskan, “Selanjutnya Ibadah Raya Paskah akan dilaksanakan di Seluruh Wilayah dan Cabang GBI Glow Fellowship Centre.”

Ada dua orang yang mengomentari pemberitahuan akun twitter tersebut.

Sang-Zhepa_Raiders @Zhepa_Raiders berkomentar: “Halleluya…Ameenz10x!!

Sedangkan Eka Budisetiawan @ignatiussebs justru memberikan komentar bernada kritik, katanya : “…Sebaiknya umat nasrani gak usah ikut2 bikin ibadah akbar di Monas, nanti gak beda sama kaum monaslimin…”

Seperti diberitakan, Ibadah Paskah bersama II di Monas tahun lalu, tepatnya pada Minggu, 1 April 2018, menuai kontroversi. Undangan Paskah bersama yang disebar melalui media sosial itu pun ramai dibicarakan.

Kala itu, pihak PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) mengimbau agar perayaan Paskah dirayakan di dalam gedung gereja masing-masing. Hal itu untuk menjaga kekhusyukan dan nilai kesederhanaan dalam perayaan Paskah.

Hal senada diutarakan Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo juga mengimbau kepada seluruh umat Katolik untuk tidak merayakan Paskah di Monas. Menurutnya, Perayaan Paskah tidak dapat dilakukan di ruang terbuka karena banyaknya simbol-simbol paskah yang tak mungkin dihadirkan dalam perayaan di ruang terbuka.

Pemberitahuan Penundaan Perayaan Paskah Bersama 2019 di Monas melalui website resmi GBI Glow FC

Perayaan Paskah ini adalah kali kedua kegiatan keagamaan dirayakan di Monas. Sebelumnya, kegiatan keagamaan bernuansa politis berupa perayaan reuni Alumni 212 dirayakan di tempat yang sama pada awal Desember 2017.

Kegiatan keagamaan di Monas bisa dilaksanakan setelah Anies merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 186 Tahun 2017 tentang pengelolaan kawasan Monas.




Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengeluarkan Pergub pada tanggal 13 Oktober 2017 yang melarang Monas sebagai tempat untuk kegiatan keagamaan. Setelah revisi Pergub, Anies membolehkan kegiatan sosial, budaya, dan agama di Monas.

Sejatinya Monas sebagai ikon kota Jakarta, merupakan tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Namun ketika memasuki masa Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres serta Pileg, Monas acapkali dijadikan kegiatan keagamaan yang bernuansa politis. Seperti yang pernah dilakukan reuni alumni 212.

(OK/dbs)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
UA-102499644-1
%d blogger menyukai ini: