Sambut Natal, DR John N Palinggi: Berubah Kearah Lebih Baik

“Itulah esensi dari Natal yakni berubah kearah yang lebih baik agar kita punya semangat yang kuat dan pengharapan tinggi untuk meningkatkan produktivitas. Pun, ketika berubah muka kita akan lebih ceria. Muka kita tidak seperti mau ‘makan orang’ atau sarat penderitaan,”

Dr John Palinggi MBA pada Rapimnas KADIN 2019 di Bali

OnlineKristen.Com | Setiap tahun Umat Kristen dan Katolik di seluruh penjuru dunia merayakan Natal yang diperingati pada tanggal 25 Desember. Semarak Natal nampak terlihat berupa hiasan dan pernak-pernik Natal yang biasanya menghiasi rumah, jalanan dan mal-mal. Namun itukah esensi Perayaan Natal? 

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr John N Palinggi MBA, mengutarakan dalam menyambut Natal 2019, setiap umat Kristen agar jangan takut.




Seperti pesan malaikat kepada Maria yang mengatakan, “Jangan takut, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”. 

BACA JUGA: Pesan Natal PGI dan KWI 2019: Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang 

Lebih lanjut John memperhatikan masih adanya Umat Kristen yang merayakan Natal dengan segala keterbatasannya demi untuk menyenangkan keluarganya. Namun, itu bukanlah esensi perayaan Natal sesungguhnya.

Dr John Palinggi MBA (kiri) dan Ketua DPR RI Puan Maharani pada Rapimnas KADIN 2019 di Bali

“Esensi penting dalam perayaan Natal adalah apakah kita mau berubah kearah yang lebih baik,” tegas John yang juga Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di kantornya yang tertata apik di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.




Tak bisa dimungkiri, ujar dia, setiap orang bisa tercemar oleh kesalahan-kesalahan, baik secara sadar maupun tidak sadar. 

BACA JUGA; Perayaan Natal PGLII, Pdt Ronny Mandang: “Natal Tidak Boleh Dibuat Hanya Untuk Kalangan Sendiri”

“Namun persoalannya, maukah kita berubah kearah yang lebih baik. Ketika seseorang mau mengubah kelakuan dari yang jahat menjadi lebih baik, maka sesungguhnya dia mau berubah. Tentunya damai sejahtera Natal itu akan datang baginya,” terang John. 

Dr John Palinggi MBA bersama Ketua DPD RI La Nyala pada Rapimas KADIN 2019 di Bali

“Sebaliknya, jika tetap tercemar berbuat jahat dan tidak sayang kepada sesama manusia, apalagi sampai mencederai Tuhan, maka ya jangan berharap sesudah Natal akan ada perkembangan,” tambah dia. 




John menuturkan banyak orang gagal dalam hidupnya oleh karena selalu menyelimuti dirinya sebagai orang percaya kepada Tuhan, namun sesungguhnya dia berkanjang terus dalam dosa dan mencemari dirinya, sekalipun ketika merayakan Natal. 

BACA JUGA: Refleksi Natal 2018, DR John Palinggi: 365 Kali Injil Katakan ‘Jangan Takut’

“Bahkan, kebencian terhadap sesama itu terus berlangsung dengan merendahkan dan mencaci maki orang lain serta tidak menghormati pemerintah,” urai dia. 

Terkait menghormati pemerintah, menurut John, bagi Umat Kristiani wajib hukumnya. “Karena tidak ada pemimpin di dunia ini yang tidak ditetapkan oleh Allah, maka kita wajib menghormatinya,” tegas John yang acapkali diundang untuk berceramah dikalangan lintas agama ini. 




John menekankan kembali akan kesadaran menjadi lebih baik. Dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa maupun hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. 

BACA JUGA: KEDUBES PALESTINA RAYAKAN NATAL BERSAMA PEMUDA KRISTEN SE-INDONESIA

“Itulah esensi dari Natal yakni berubah kearah yang lebih baik agar kita punya semangat yang kuat dan pengharapan tinggi untuk meningkatkan produktivitas. Pun, ketika berubah muka kita akan lebih ceria. Muka kita tidak seperti mau ‘makan orang’ atau sarat penderitaan,” papar dia. 

Jangan pula merayakan Natal, lanjut John, justru menjadi menganggur, malas, tidak mencari  rezeki bagi keluarga dan numpang di rumah saudara. 




“Nah itu kan bagian dari kekalahan iman sebetulnya. Sebab Tuhan telah sediakan semua isi bumi ini. Mari berjuang untuk memperolehnya,” imbuh dia. 

BACA JUGA: Pertama Kali, Jakarta Christmas Festival Bakal digelar 11 Desember 2019, Intip Kegiatannya Yuk 

Khusus generasi muda, ujar John, bila mengaku Kristen namun belum menghasilkan (produktif) maka dia harus malu kepada Tuhan. “Karena itu, kita harus menghasilkan yang terbaik dan berkenan di mata Tuhan,” tegas dia. 

John menambahkan Natal juga mengingatkan setiap orang untuk berubah kearah yang lebih baik, dalam arti dirinya tidak sakit. Sebab bila tetap tidak berubah maka dia akan sakit. 




“Ada dua tipe penyakit yaitu sakit fisik dan rohani. Kalau sakit fisik yang dirasakan itu fisiknya. Dan orang lain belum tentu melihat apa penyakitnya. Tapi kalau sakit rohani, penyakitnya tidak bisa dirasakan. Tapi orang lain bisa melihat bahwa dia sedang sakit rohani,” pungkas dia. 

(Victor)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.