51 Peserta Lintas Agama dan Negara Ikuti “The 3rd International Peace Conference”, Serukan 8 Komitmen

uem dan pgi tanam pohon mangrove
“The 3rd International Interfaith Conference” didampingi Sekum PGI Pdt Jacky Manuputty, melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).

OnlineKristen.com – United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar kegiatan bertajuk “The 3rd International Peace Conference” yang dihadiri oleh 51 peserta lintas agama dan negara yang diadakan di Mercure Hotel, Jakarta, 21-23 November 2023.

Mengusung tema “Peace Among The People” ini, “The 3rd International Peace Conference” ini diikuti sebanyak 51 peserta lintas agama (Kristen, Muslim, Budha, serta Yudaisme), dan berbagai negara.

“The 3rd International Peace Conference bertujuan untuk memperkuat aktor lokal, membuat inisiatif antaragama lebih terlihat, mengatasi permasalahan umum orang-orang di seluruh dunia, memperkuat jaringan internasional, berbagi keprihatinan, ide dan visi dengan semua orang dengan mengundang aksi publik. Masukan dan rekomendasi dari konferensi ini termasuk acara publik akan dibagikan dalam persekutuan UEM,” kata Sekum PGI Pdt Jacky Manuputty dalam keterangannya, Kamis (23/11/2023)

Dalam rangkaian konferensi ini, sebagai komitmen terhadap peduli lingkungan, perwakilan peserta “The 3rd International Interfaith Conference” didampingi Sekum PGI Pdt Jacky Manuputty, melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Penanaman pohon yang berfungsi untuk menahan arus air laut agar tidak mengikis daratan pantai ini, dilakukan secara serempak di lokasi yang telah disiapkan.

Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).



Sebelumnya, di tempat yang sama, Rabbi Yacuv (Yahudi), Pdt Rebecca (Kristen), Hanir Esder (Muslim), Venerable Bulumulle Sumaranarathana Thero (Budha), secara bergantian membacakan Pesan Lintas Agama untuk Keadilan dan Komunitas Inklusif yang dihasilkan dari konferensi ini.

Dalam pesan tersebut, semua peserta menyatakan komitmen:

Pertama, berdoa dan bekerja demi perdamaian dunia, khususnya untuk gencatan senjata dan rekonsiliasi di wilayah konflik seperti Ukraina dan Rusia, Israel dan Palestina serta di Republik Demokratik Kongo. Mendesak komunitas internasional untuk menerapkan penghentian kekerasan dan membuka koridor bagi masuknya bantuan kemanusiaan di daerah yang terkena dampak.

Kedua, mengeksplorasi teks-teks kitab suci dan ajaran-ajaran yang mengedepankan keadilan dan perdamaian serta membuka ruang dialog untuk membahas penafsiran bermasalah atas teks-teks agama yang melemahkan kebebasan beragama, hak-hak banyak orang, dan perlindungan bumi.

Ketiga, menekankan pentingnya prinsip-prinsip hak asasi manusia dan martabat manusia, untuk menuntut agar semua pemerintah memenuhi tanggung jawab hukum dan moral mereka untuk memastikan penerapan prinsip-prinsip ini secara tidak memihak dan konsisten dalam semua konteks, dan untuk menolak disesatkan oleh pemerintah. politisi dan agitator.

Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).



Keempat, mendesak pemerintah global dan aktor-aktor politik untuk menghapuskan undang-undang dan peraturan yang diskriminatif dan mengingatkan mereka akan tugas mereka untuk menciptakan keadilan, perdamaian dan integritas ciptaan.

Kelima, membuka ruang dialog antara masyarakat yang terpolarisasi dan mengubah masyarakat kita menuju komunitas inklusif, merangkul keberagaman, keadilan gender, dan kepedulian terhadap integritas ciptaan.

Keenam, memberikan pendidikan yang bertanggung jawab dan mendorong komunitas lintas agama untuk mempercepat program pembelajaran dialog antaragama dan intra-agama khususnya di tingkat akar rumput.

Ketujuh, membantu mempersiapkan kaum muda untuk memperjuangkan perdamaian dan keutuhan ciptaan melalui pendidikan inklusif dan dengan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam perjuangan Masyarakat.

Kedelapan, membangun masyarakat yang ramah lingkungan melalui pendidikan bagi semua usia, penghijauan fasilitas keagamaan dan kehidupan kita, advokasi dengan para pemimpin politik untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris dan bahkan lebih jauh lagi, serta partisipasi dalam gerakan masyarakat sipil untuk perubahan iklim.

Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Foto bersama panitia dan para peserta “The 3rd International Peace Conference”, yang diinisiasi oleh United Evangelical Mission (UEM) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), usai penanaman pohon mangrove di Taman Mangrove, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, Kamis (23/11/2023).



“Kami berkomitmen tidak hanya untuk berbicara tentang perdamaian, keadilan, dan pelestarian ciptaan, namun juga melakukan langkah-langkah nyata menuju perdamaian, keadilan, dan keadilan iklim yang lebih besar,” demikian pesan tersebut.

Setelah membacakan komitmennya, para peserta melakukan penanaman pohon mangrove.

UEM sebagai persekutuan internasional dari 38 gereja dan organisasi gereja di Afrika, Asia dan Eropa, telah berjuang sejak didirikan pada 1996 untuk keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Pada 2019, UEM memulai pertemuan antaragama dan antarwilayah yang bertujuan untuk membangun komunitas inklusif di tingkat lokal. Pengalaman antaragama, refleksi, tantangan dan kegiatan dari Asia, Afrika dan Jerman dibagikan dan menjadi rekomendasi bersama memperkuat perdamaian di antara masyarakat dikembangkan, serta diterbitkan.


Konferensi antaragama internasional pertama fokus pada model aksi antaragama komunitas yang damai dan inklusif diadakan di Wuppertal, Jerman pada 2017. Konferensi kedua diadakan di Zanzibar, Tanzania pada 2019 dengan fokus pada radikalisme agama dan ekstremisme.

Kedua konferensi tersebut digabungkan dengan aksi dan pertemuan publik di Jerman dan Zanzibar untuk berbagi pesan perdamaian antaragama, serta tindakan untuk komunitas inklusif dan mengundang orang untuk bergabung dalam perjalanan ini.

Sedangkan konferensi ketiga ini, menyoroti sejumlah isu, seperti ancaman ekstrem terhadap penciptaan, dan kehidupan manusia, akibat krisis iklim, serta penghancuran lingkungan hidup. (*)

(Vic)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.