STUDI BANDING KE MALAYSIA, SAPU JAKARTA BERIKAN MASUKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAKARTA TERPILIH ANIES-SANDI

STUDI BANDING KE MALAYSIA, SAPU JAKARTA BERIKAN MASUKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAKARTA TERPILIH ANIES-SANDI
Ketum SAPU Jakarta, Harry Ara Hutabarat, SH, MH.

ONLINEKRISTEN.COM, JAKARTA – Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Jakarta (SAPU – Jakarta) melaksanakan studi banding ke Kuala Lumpur Malaysia 27 April 2017 – 28 April 2017 untuk dapat memberikan masukan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno.

“Kami punya tanggung jawab moral untuk memastikan ke depan agar Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) makin maju kotanya dan bahagia warganya,” tegas Ketua Umum SAPU Jakarta, Harry Ara Hutabarat.

Harry Ara memaparkan sebagian hasil Studi di Kuala Lumpur Malaysia, Ibu Kota Malaysia, kota terbesar di Malaysia, sekaligus kota dengan populasi penduduk tertinggi di negeri itu hingga 1,6 juta jiwa.


Kuala Lumpur sangat penting bagi Malaysia. Sebagai ikon negara itu, Menara Kembar Petronas setinggi 4.519 meter, berdiri menjulang di jantung kota, menantang langit.

Guna menopang kelancaran kegiatan di kota tersebut, menurut Harry, pemerintah Malaysia mengembangkan sistem transportasi terintegrasi yang mengandalkan moda kendaraan bus dan kereta.

“Untuk kereta, terdapat tiga jenis kereta yang melayani penumpang dalam kota, yaitu rapid rail, commuter rail, dan monorail. Ketiganya terintegrasi dan terhubung lewat beberapa stasiun interchange,” kata dia.


Lebih jauh Harry menjelaskan Rapid rail, yang disebut dengan RapidKL, memiliki dua jalur utama, yaitu Kelana Jaya Line dan Ampang Line. Keduanya membelah kota Kuala Lumpur dari selatan ke utara.

Kelana Jaya Line adalah jalur metro paling penting di Kuala Lumpur, karena menghubungkan pusat kota dengan Subang Jaya, Petaling Jaya, dan daerah Gombak.

Jalur tersebut membawa lebih dari 170.000 penumpang pada hari biasa, dan mencapai 350.000 penumpang saat liburan dan hari-hari nasional.


Panjangnya yang mencapai 46 kilometer menjadikan Kelana Jaya Line sistem metro tanpa pengemudi terpanjang kedua di dunia.

“Penumpang menggunakan kartu Touch ‘n Go untuk membayar biaya perjalanan, yang juga bisa digunakan untuk sistem transportasi lain di Malaysia. Sistem biaya yang digunakan adalah berbasis jarak,” urai dia.

Selain Kelana Jaya, lanjut Harry, Ampang Line menjadi rute kedua dari jaringan RapidKL. Jalur ini menghubungkan daerah Putra Height ke Ampang dan Sri Petaling, dan membawa 130.000 hingga 150.000 penumpang per hari.


Kuala Lumpur memiliki sistem komuter paling baik di Malaysia. Sistem jalur komuter ini dijalankan oleh dua operator, Keretapi Tanah Melayu dan Express Rail Link.

“Ada 4 jalur komuter di Kuala Lumpur, yaitu Port Klang Line, Seremban Line, Tanjung Malim Shuttle Service, dan KLIA Transit. Keempatnya terhubung di KL Sentral, hub transportasi terbesar di Asia Tenggara. Panjang rute ini mencapai 27 kilometer dan memiliki 29 stasiun,” terang dia.

Harry memaparkan layanan monorail ini hanya terdapat di dalam daerah Klang Valley, menjadi penghubung orang-orang di dalam kota. Jalur ini menghubungkan KL Sentral dengan Stasiun Titiwangsa, dekat Kuala Lumpur City Centre, tempat Menara Kembar Petronas berdiri Sistem transportasi bus di Malaysia dijalankan oleh satu operator, yaitu Rapid Bus. Sistem Rapid Bus tersebut memiliki 177 rute dan 849 unit bus.


Sejak mengambil alih layanan dari operator Intrakota Komposit Sdn Bhd, Rapid Bus menggunakan sistem jaringan spoke-hub, meningkatkan konektivitas dengan sistem transportasi publik lain seperti perkeretaan.

Ada empat layanan bus yang tersedia, yaitu layanan ekspres (Ekspres), shuttle kota (Bandar), rute barang (Utama), dan shuttle lokal (Tempatan).

Selain kereta dan bus sebagai sistem transportasi publik utama, masyarakat Kuala Lumpur memiliki layanan taksi bernama Teksi Bermeter yang menjadi alternatif transportasi di seluruh kota.


“Kuala Lumpur tak ingin mengambil langkah mundur dengan melegalkan moda transportasi ojek online.
Kuala Lumpur ingin maju seperti Singapura dan London dalam bidang transportasi,” ujar dia.

Mulai November 2016, menurut Harry, Kuala Lumpur juga memiliki layanan transportasi online bernama Dego Ride yang menggunakan kendaraan roda dua. Layanan ini menyusul taksi-taksi online seperti Grab dan Uber yang telah tersedia sebelumnya.

“Meskipun demikian, akhir-akhir ini pemerintah Malaysia melarang Dego Ride yang dinilai berbahaya dan melanggar hukum,” kata dia.


Berdasarkan pengamatannya di Malaysia, Harry berharap Jakarta sebagai Ibukota NKRI, mestinya punya transportasi publik ke depan yang jauh lebih baik.

“Inovasi, peningkatan pelayanan dan keamanan menggunakan transportasi publik harus menjadi komitmen gubernur dan wakil gubernur terpilih,” kata dia.

Secara sosial, menurut Harry, di Jakarta memang masih ada sebagian kalangan yang menilai kurang bonafit atau hebat jika menggunakan transportasi umum.


“Hal ini harus cepat diatasi dengan teladan para pemimpinnya. Minimal Anies-Sandi ke depan dalam setiap pekan harus menggunakan transportasi publik, sehingga dapat diikuti masyarakat lainnya yang masih berpikir kurang keren jika naik transportasi publik,” kata dia.

Harry yakini kedepan secara cepat masyarakat akan semakin sadar akan manfaat menggunakan transportasi publik.

“Hanya di Jakarta kami menilai, contohnya Bus Trans Jakarta saja, tidak semua kalangan dapat dengan mudah mengakses transportasi ini,” ucap dia.


Menurutnya, perusahaan wajar mengejar benefit (red : keuntungan). Namun karena menggunakan anggaran dari APBD DKI, dimana pada tahun 2017 ini Trans Jakarta menggunakan anggaran rakyat dari APBD DKI sebesar 3,2 Triliun, maka sudah sepatutnya publik harus dengan mudah mengakses Bus Trans Jakarta.

SAPU Jakarta, ujar Harry, menilai ke depan harus diubah sistem pembayarannya.

“Harus ada alternatif warga yang ingin menggunakan namun belum memiliki kartu Pra Bayar tetap diperbolehkan menggunakan bus Trans Jakarta dengan sistem koin elekronik dan di pintu keluar koin elektronik tersebut dapat dimasukan ke mesin pemutar untuk dapat penumpang tersebut keluar,” papar dia.


“Pak Anis dan Pak Sandi pasti lebih peduli pada warganya. Terlebih khusus kepada warga yang belum bisa membeli kartu prabayar. Sedangkan berkaitan masalah antrian, tidak akan ada antrian berarti jika menggunakan sistem koin elektronik tadi,” tambah dia.

Hanya, menurut Harry, jangan seperti commuter line Jabodetabek sangat tidak praktis harus mengembalikan kembali kartu Tiket Harian Berbayar (THB).

“Untuk Jakarta yang lebih maju dan warganya bahagia, maka kami akan sekuat tenaga, pikiran dan jiwa untuk menuntaskan harapan publik Ibukota lima tahun kedepan,” tandas dia.

(OK-1)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.