Jelang Dies Natalis Ke-58, GAMKI Ajak Masyarakat Gotong Royong Cegah Penyebaran Wabah Covid-19

perayaan ulang tahun GAMKI tahun ini akan dilaksanakan dengan sederhana dikarenakan kondisi bangsa yang sedang menghadapi bencana nasional. Rencananya, hari jadi GAMKI akan dilaksanakan melalui ibadah dan perayaan secara daring (online)

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Jelang Dies Natalis Ke-58, GAMKI Ajak Masyarakat Gotong Royong Cegah Penyebaran Wabah Covid-19

OnlineKristen.com | Menjelang Hari Jadi Ke-58 yang akan diperingati pada tanggal 23 April 2020, selama bulan April 2020, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengadakan aksi solidaritas berupa pembagian sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan di beberapa daerah di Indonesia. Aksi solidaritas ini dilaksanakan sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak dengan pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-58 GAMKI, Nenny Purba mengatakan bahwa perayaan ulang tahun GAMKI tahun ini akan dilaksanakan dengan sederhana dikarenakan kondisi bangsa yang sedang menghadapi bencana nasional. Rencananya, hari jadi GAMKI akan dilaksanakan melalui ibadah dan perayaan secara daring (online). Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada hari Selasa (21/4).

Baca Juga: GAMKI Sikapi Pelarangan Beribadah di Rumah Ditengah Pandemi COVID-19

“Kami mengikuti peraturan dan anjuran pemerintah yakni tidak melakukan pertemuan dalam jumlah orang yang banyak. Sehingga puncak Dies Natalis akan dilakukan pada hari Kamis, 23 April 2020 secara daring. Kami juga mengingatkan kepada semua pengurus DPD dan DPC GAMKI untuk memperingati Dies Natalis sesuai dengan anjuran pemerintah,” kata Nenny.


Menurut Nenny, walaupun pada tahun ini Dies Natalis dilakukan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hal itu tidak akan menghilangkan makna dari peringatan hari jadi GAMKI yang sudah berusia puluhan tahun.

“Makna kehadiran GAMKI sejak cikal-bakalnya tahun 1945 adalah berbakti bagi nusa dan bangsa. Sehingga ketika bangsa sedang susah seperti saat ini, GAMKI harus memberikan apa yang dia punya dan berjuang bersama elemen anak bangsa lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Dies Natalis ke-58, GAMKI Luncurkan Program Berbagi Kasih Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Nenny meminta semua masyarakat Indonesia dapat bahu-membahu mencegah penyebaran Covid-19.


“Wabah Covid-19 telah memberikan duka yang mendalam bagi dunia dan juga Indonesia. Ada ratusan ribu jiwa yang meninggal di seluruh Indonesia dan ratusan jiwa di Indonesia. Namun, di sisi lain, kita juga harus belajar dari bencana ini. Bahwa penyakit dapat menyerang siapapun, dan kita harus saling bergotong-royong dan bahu-membahu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita semua,” pungkas Nenny.

Baca Juga: Corona Berdampak Pada Ekonomi, GAMKI Harapkan Ada Insentif Untuk Petani, Nelayan, Dan Pekerja Informal

Wakil Ketua Umum DPP GAMKI, Sherly Wattimena, mengatakan bahwa aksi solidaritas berupa pembagian sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan GAMKI laksanakan di beberapa daerah antara lain di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, hingga Papua.


“Walaupun secara jumlah tidak seberapa, namun kami ingin menunjukkan bahwa kita harus bergotong-royong menghadapi wabah Covid-19,” kata Sherly.

Baca Juga: Penolakan Gereja di Karimun, GAMKI: Ada Oknum Polisi Daerah Biarkan Pelaku Intoleran, Korban Justru Diperiksa

Sherly menjelaskan bahwa sembako dan masker diberikan kepada warga kurang mampu yang terdampak selama masa pandemi Covid-19, terkhusus kepada pekerja harian, pekerja informal, pedagang, dan pemulung di jalanan. Sembako dan masker juga diberikan ke panti asuhan dan rumah ibadah dari berbagai agama.


“Kita harus saling bertolong-tolongan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan golongan. Semua orang merasakan dampak dari wabah Covid-19 ini, sehingga yang kuat dan berlebih harus dapat membantu yang lemah dan berkekurangan. Inilah Pancasila yang sebenarnya,” tutup Sherly.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.