Kongres I Hutagalung dohot Boruna Se-Dunia, Pecahkan Rekor MURI Pemakaian Jenis Ulos Terbanyak

Pomparan Hutagalung memecahkan Rekor MURI untuk kategori “Pemakai Jenis/Ragam Ulos Terbanyak”. Tidak kurang dari 40 jenis ulos ditampilkan pada acara pemecahan rekor MURI tersebut. Maria Convention Hall menjadi lautan ulos. Semua peserta bergembira, manortor dan berjoget bersama.

OnlineKristen.com | Meski diguyur hujan lebat sejak pagi, tak menyurutkan sekitar 3000 orang untuk memadati Maria Convention Hall, Jakarta, Minggu (2/2) guna mengikuti puncak Kongres I Hutagalung dohot Boruna Se-dunia yang digelar mulai dari tanggal 1-2 Februari 2020.

Kongres yang mengusung tema “Satu Untuk Semua dan Semua Untuk Satu” ini memilih aklamasi Ketua Umum Presidium Punguan Siraja Hutagalung Dohot Boru Se-Dunia (Rahutbona) St Drs Yockie Marihot Hutagalung MM.


Sementara pengurus lainnya, antara lain, Wakil ketua: Ir Riris Hutagalung, Ir Leo Hutagalung, UT Murphy Hutagalung, SM Hutagalung, dan Dr Ir Rory A Hutgalung DEA. Juga, Ketua Bidang Hukum: Haposan Hutagalung, SH.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kongres I Hutagalung dohot Boruna Se-dunia, Dr Ir Rory A Hutagalung DEA memaparkan tema kongres “Satu Untuk Semua dan Semua Untuk Satu”.

“Didasari oleh rasa kesatuan, panitia berupaya menghimpun semaksimal mungkin pomparan Hutagalung di seluruh dunia untuk duduk bersama (marsaor), berdiskusi, bermusyawarah dan bersepakat (pasada tahi) tentang upaya-upaya yang dapat mempersatukan dan mengangkat harkat hidup Hutagalung,” ujar dia. 




“Bagi yang tidak dapat hadir, panitia menyiapkan teleconference sehingga perayaan besar ini tidak dibatasi oleh waktu atau tempat. Hari ini, Minggu 2 Februari 2020 yang disingkat menjadi 02022020, tanggal atau angka paling cantik, seluruh pomparan Hutagalung dohot Boruna di seluruh dunia terpusat pada acara Kongres kita ini,” tambah dia. 

Rory melanjutkan Kongres I Hutagalung dohot Boruna Se-Dunia ini diharapkan menghasilkan luaran dalam bentuk Deklarasi Hutagalung Se-dunia, Organisasi Punguan Siraja Hutagalung Dohot Boruna Se-Dunia (RAHUTBONA) beserta kelengkapannya.

Sementara Ketua Umum Hutagalung Se-Jabodetabek yang juga Inisiator Kongres I Hutagalung Sedunia, St Drs Yockie Marihot Hutagalung MM, mengutarakan tujuan diadakannya kongres ini agar seluruh Keturunan Ni Si-Raja Hutagalung dapat berkumpul, bersehati dan bersepakat untuk membicarakan dan memutuskan hal-hal yang dapat lebih mempersatukan, saling menopang dan mndukung untuk kemajuan Pomparan Ni Si-Raja Hutagalung. 




“Kita harus bersatu hati, rukun dan damai agar berkat yang dijanjikan Tuhan itu datang ke dalam kehidupan kita. Dengan dasar rasa kasih, sebagai saudara sedarah Pomparan Ni Si Raja Hutagalung maka kita pasti dapat menerima perbedaan satu sama lain,” imbuh dia.

Wakil Ketua I Bidang Dana, Haposan Hutagalung, SH, menambahkan kongres ini merupakan bagian tanggung jawab dari generasi tua untuk membekali generasi muda Hutagalung agar mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Batak yang bermarga Hutagalung. 

“Dimanapun dia berada, setinggi apapun sekolahnya, sekaya apapun dia, tidak boleh lupa bahwa dia bermarga Hutagalung. Artinya dia harus peduli pada Hutagalung yang lain oleh karena mereka satu nenek moyang. Saling peduli bukan berarti membebani. Dukunglah yang membutuhkan pertolongan,” tegas dia. 


Menurut Haposan sudah banyak generasi Hutagalung tinggal di perantauan yang banyak terpengaruh oleh lingkungan dan modernisasi.

“Bila mereka tidak dibekali dengan adat dan budaya dan ‘Roh Hutagalung’ maka dia lambat laun akan kehilangan jati dirinya sebagai Hutagalung. Dan kita tidak mau itu. Sebab itu, Kita buat tema ‘Satu untuk semua, semua untuk satu’ agar dimanapun dia berada tetap pegang teguh jati dirinya sebagai Hutagalung,” tandasnya.

Tak kalah menarik, pada kongres tersebut, Pomparan Hutagalung memecahkan Rekor MURI untuk kategori “Pemakai Jenis/Ragam Ulos Terbanyak”.


Tidak kurang dari 40 jenis ulos ditampilkan pada acara pemecahan rekor MURI tersebut. Maria Convention Hall menjadi lautan ulos. Semua peserta bergembira, manortor dan berjoget bersama.

Petugas MURI nampak kagum akan antusiasme peserta dalam memecahkan rekor MURI tersebut. Hadir juga dalam Kongres tersebut Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan. 

 

(Vic)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.