Breaking News

Wisuda UKI Tahun Akademik 2018/2019, Rektor UKI: Hadapi Era 4.0 dengan Lifelong Learning 

“Hadirnya era  4.0 telah menghentak kita semua karena perubahan demi perubahan terjadi demikian cepat. Belum lagi kita menyikapi satu perubahan, kita sudah masuk pada perubahan berikutnya,” urai dia. 

Wisuda UKI Tahun Akademik 2018/2019

OnlineKristen.Com – Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka pelantikan wisudawan Tahun Akademik 2018/2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (19/11). 

Ketua Panitia Wisuda, Dina Situmorang, SH, dalam laporannya menyatakan dalam Tahun Akademik 2018/2019, UKI  mencetak lebih kurang 810 orang lulusan.




“Adapun 810 lulusan tersebut terdiri dari 80 orang lulusan program magister, 617 orang lulusan program sarjana dan 113 orang lulusan program diploma,” jelas dia.

BACA JUGA: “Berkarya Menuju FH UKI Hebat” Bergema Pada Dies Natalis Ke-60 FH UKI 

Sementara Rektor UKI, Dr Dhaniswara K Harjono, SH, MH, MBA, mengemukakan era revolusi industri 4.0 mempengaruhi kompleksitas, besarnya risiko, perubahan cepat yang tengah dihadapi saat ini. 

Rektor UKI, Dr Dhaniswara K Harjono, SH, MH, MBA

“Hadirnya era  4.0 telah menghentak kita semua karena perubahan demi perubahan terjadi demikian cepat. Belum lagi kita menyikapi satu perubahan, kita sudah masuk pada perubahan berikutnya,” urai dia. 




Di era inilah, lanjut Dhaniswara, diperlukan kompetensi-kompetensi tertentu, seperti Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, inovasi dan kemampuan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 

BACA JUGA: Kerjasama Hanns Seidel Foundation, FH UKI Gelar Seminar Gagasan Reformasi Hukum Nasional di Era Digital

“Sebab itu, kembangkan sikap belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Sikap belajar sepanjang hayat menjadi penting  karena membuat kita tak tergerus oleh perubahan atau generasi berikutnya,” pungkasnya.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Dr  M Samsuri, SPd, MT, dalam sambutannya, mengatakan keseimbangan antara hard skills dan soft skills harus dimiliki oleh setiap wisudawan/wisudawati untuk bisa menjadi smart user di era teknologi 4.0 / Society 5.0. 




Munculnya tantangan dan profesi-profesi baru, lanjut Samsuri, harus mampu dihadapi oleh generasi muda yang hidup berdampingan dengan teknologi. 

BACA JUGA: Hulman Panjaitan kembali dipilih sebagai Dekan FH UKI Masa Bakti 2018-2022

“Wisuda juga dapat dijadikan sebagai titik perubahan atau transformasi bagi lulusan untuk kehidupan yang lebih baik dan siap beradaptasi dengan berbagai perubahan. Oleh karena hal yang paling penting setelah wisuda adalah bagaimana terus menerus belajar untuk memiliki masa depan,” imbuhnya.

Saat berdiri di depan podium mewakili teman-temannya, Gradiola Stacie Oley, wisudawan asal Manado, Sulawesi Utara dari Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, menyampaikan bahwa kelulusan sepatutnya menyadarkan wisudawan untuk siap menciptakan solusi dalam setiap problematika sosial yang ditemui. 




“Setelah lulus setiap wisudawan harus terus berkarya dan memberikan manfaat di masyarakat sosial,” ujar Gradiola.

Kemeriahan acara wisuda semakin terasa dengan adanya penampilan dari Joy Tobing dan East Voice yang merupakan alumni Universitas Kristen Indonesia, dan tentu saja yang tak kalah menarik ialah penampilan Conrad Good Vibration dan Yassovi.

BACA JUGA: Sikapi Teror Bom di Surabaya, IKA PPs UKI: Segera Sahkan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

Wisudawan Berprestasi

Pada prosesi pelantikan wisudawan, Rektor UKI melantik 30 wisudawan dengan prestasi akademik terbaik di fakultasnya. Pada program sarjana terdapat 19 lulusan yang mendapatkan predikat cum laude dengan IPK tertinggi yaitu 3.97 diraih oleh Stenley Luday Liap dari Fakultas Hukum. 




Terdapat dua orang wisudawan program magister berhasil meraih IPK 4.00, yaitu Sylvia Kristanti Kartono dari Program Magister Administrasi Pendidikan dan Dani Wulandari dari Program Magister Ilmu Manajemen.

Adapun IPK tertinggi lulusan program diploma tiga diraih oleh Cindy Loren Panggabean (Prodi Manajemen Perpajakan), Lucia Natasha (Prodi Fisioterapi), Hosanna Simbolon (Prodi Perbankan), Gloria Albertina Tehupeiory (Prodi Keperawatan).

BACA JUGA: Pengamat: Peran DKPP Bisa Menjadi Pemutus Persoalan Pemilu

Pada periode ini terdapat wisudawan penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik LLDIKTI sebanyak 32 orang, beasiswa PT Adaro Indonesia sebanyak 11 orang, beasiswa GKI Kebayoran Baru sebanyak 6 orang, beasiswa Yayasan Salim sebanyak 1 orang, beasiswa YKBN sebanyak 6 orang dan beasiswa Yayasan UKI sebanyak 5 orang. 




Salah satu wisudawan penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik LLDIKTI wilayah 3 adalah Jianly Imanuel Bagensa, dari Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UKI yang berhasil meraih IPK 3.66 dengan predikat cum laude. 

Pada tahun 2017, Jianly pernah terpilih menjadi salah satu finalis yang mewakili Provinsi Sulawesi Utara dalam kompetisi bergengsi di kawasan Asia Tenggara, Duta Muda ASEAN Indonesia. 

(VICTOR)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7cb9ZN8QFzc[/embedyt]

 

KRISTEN TV

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
error: Content is protected !!
UA-102499644-1
%d blogger menyukai ini: