BERDOA DI DEPAN PUBLIK DALAM SPIRIT PANCASILA

Spirit Pancasila adalah spirit yang mengapresiasi agama-agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bukan spirit yang menafikan/meniadakan dan atau tidak menghormati agama lain.

BERDOA DI DEPAN PUBLIK DALAM SPIRIT PANCASILA
BERDOA DI DEPAN PUBLIK DALAM SPIRIT PANCASILA

OnlineKristen.com  | Kita semua sebagai warga bangsa sepakat bahwa Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai aspek.

Ada sebuah contoh praktis bagaimana melaksanakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Doa di level manapun di depan publik sebaiknya dimulai dengan kata-kata “saya berdoa sesuai dengan agama saya ( misal Islam atau Kristen atau  Hindu), saudara-saudara yang hadir mohon berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing”.

Dengan cara itu maka kita, pemimpin Doa, menghargai setiap agama dan kepercayaan yang dianut warga bangsa, yang hadir dalam pertemuan itu. Spirit Pancasila adalah spirit yang mengapresiasi agama-agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bukan spirit yang menafikan/meniadakan dan atau tidak menghormati agama lain.


Baca juga:

KEMERDEKAAN YANG MEMERDEKAKAN

Oleh karena itu tatkala kita berdoa di depan publik di level manapun ( instansi pemerintah, swasta, DPR, MPR, DPD, di Pusat atau Daerah) ingatlah selalu bahwa publik yang kita hadapi tidak semua seagama dengan kita.

Doa yang dipimpin oleh Prof Nasaruddin Umar-Imam Besar Masjid Istiqlal, misalnya, pada acara Debat Capres yang lalu, sangat bagus sekali karena berada dalam spirit Pancasila. Beliau menyatakan akan memimpin doa secara agama Islam, dan saudara-saudara yang lain dipersilakan berdoa menurut agamanya masing-masing.

Doa para pejabat pemerintah pada hari-hari raya nasional sangat baik jika berpola seperti yang diteladankan dengan baik oleh Prof Nasaruddin Umar. Dengan cara itu kita telah mengimplementasikan Pancasila dengan konsisten.


Baca juga:

MEMAKNAI ULANG KEBAHAGIAAN

Mari kita laksanakan Pancasila secara kontinyu dan konsisten dalam kehidupan praktis, dan tidak berhenti pada seremoni dan selebrasi ! Jika kita sendiri sebagai bangsa Indonesia tidak bangga kepada Pancasila, dan tidak konsisten melaksanakan Pancasila, apa kata dunia?

Jakarta, di semarak HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI.

(Oleh: Weinata Sairin)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.