GMKI Pertimbangkan Lapor Pengunggah Video Viral “Papua Merdeka”

“Kita disini untuk mengklarifikasi video yang saat ini sudah viral tentang hasil-hasil atau keputusan di Kongres ke-37 GMKI di Manokwari tentang GMKI mendukung Papua Merdeka. Dengan tegas kami nyatakan itu tidak benar atau itu hoax,”

GMKI Pertimbangkan Lapor Pengunggah Video Viral “Papua Merdeka”
GMKI Pertimbangkan Lapor Pengunggah Video Viral “Papua Merdeka”

GMKI sedang mempertimbangkan untuk melaporkan pihak-pihak yang telah memotong video utuh dari pembahasan Pansus Papua pada saat Kongres Ke-37 di Manokwari.

“Kita disini untuk mengklarifikasi video yang saat ini sudah viral tentang hasil-hasil atau keputusan di Kongres ke-37 GMKI di Manokwari tentang GMKI mendukung Papua Merdeka. Dengan tegas kami nyatakan itu tidak benar atau itu hoax,” ujar Ketum PP GMKI Terpilih Jefri Gultom dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, 6 November 2020.

“Bahwa kemudian ada penggalan video yang saat ini beredar tentang GMKI menyerukan Papua Merdeka itu hanyalah pembahasan aspirasi dari Pansus tentang isu-isu di Papua yang dibacakan semuanya di depan forum Kongres,” tambah dia.

Menurut Jefri, ada lanjutan dari video yang sepertinya dengan sengaja dipotong oleh oknum yang memotong dan menyebarkan video ini.

“Yang dipotong yakni terkait adanya aspirasi dari kawan-kawan GMKI dari anggota Pansus Papua itu yang menyatakan kalau Papua harus merdeka dari ketertinggalan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari keterisolasian,” imbuh dia.


Baca juga:

Ketum Terpilih PP GMKI Jefri Gultom akan Sampaikan Persoalan Papua kepada Presiden

Sebetulnya, lanjut Jefri, semua poin rekomendasi yang dibacakan oleh Pansus akan dikaji lebih mendalam oleh Pengurus Pusat GMKI yang baru terpilih, dan ditindaklanjuti kepada berbagai pihak terkait sesuai dengan hasil pembahasan Pengurus Pusat GMKI.

“Itu merupakan komitmen bersama GMKI yang harus menjadi catatan bagi negara, bahwa negara harus hadir bersama-sama untuk melihat sampai ke akar rumput tentang kondisi riil di Papua,” beber dia.

Kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua itu, lanjut Jefri, merupakan hal yang menjadi komitmen negara dan GMKI bersama-sama juga dengan gereja nantinya akan mengawal hal tersebut.

“Karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu atau video yang viral saat ini,” tegas dia.

Jefri menjelaskan GMKI sudah hidup dari dulu sejak sebelum kemerdekaan dengan dua semangat yaitu Nasionalisme dan Ekumenisme.


Baca juga:

Klarifikasi GMKI Soal Bendera yang “Terjepret” Media Saat Halte Busway Dibakar

“Karena itu NKRI sudah final bagi GMKI, bahkan kader GMKI juga salah satu founding father GMKI merupakan salah satu Pahlawan Nasional yaitu Dr Johannes Leimena. Juga, Pahlawan Nasional lainnya yakni Prof Herman Johannes adalah salah seorang senior dan alumni dari GMKI,” urai dia.

Atas dasar tersebut, kata Jefri, maka GMKI memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut.

“Kami juga sedang mempertimbangkan untuk melaporkan pihak-pihak yang telah mendiskreditkan keluarga besar GMKI dengan memotong video utuh dari pembahasan Pansus tersebut dan menyebarluaskannya melalui media sosial,” ujar dia.


Baca juga:

Polisi Akan Buru Provokator Intoleransi di Tanjung Balai Karimun, GMKI: Jangan Hanya Pernyataan, Kita Beri Waktu 7 Hari

“Akibatnya masyarakat Indonesia saat ini mendapatkan informasi yang tidak lengkap, tidak berimbang, dan tidak benar terkait pembahasan isu-isu Papua di dalam Kongres GMKI,” tandas Jefri.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.