MENDENGAR GETAR-GETAR YANG PATUT DIDENGAR

"Qui habet aures audiendi, audiat. Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, hendaknya dia juga mendengarkan"

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
MENDENGAR GETAR-GETAR YANG PATUT DIDENGAR

OnlineKristen.com | Sungguh agung dan akbar Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Karya agung ciptaanNya tak mampu dirumuskan secara sempurna dengan kata-kata manusia yang amat terbatas. Karya ciptaanNya mengatasi segala karya yang pernah ada; karya akbarNya tak ada pembandingnya.

Lihatlah manusia yang Ia ciptakan secara khusus dan istimewa, dan yang amat berbeda dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki fisik, pikiran, akal budi, perasaan dan berbagai kemampuan lainnya yang memungkinkan manusia mengekspresikan dirinya secara optimal sesuai dengan tugas panggilannya sebagai manusia.

Baca Juga: HIDUP RENDAH HATI ADALAH HIDUP YANG MENGHIDUPKAN

Salah satu kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia adalah ‘mendengar’; dalam kaitan itu manusia memiliki telinga. Telinga, kuping sebagai alat pendengaran memiliki makna yang amat penting dan fundamental.


Pemimpin mendengar suara rakyatnya, guru mendengar suara muridnya, suami-istri, anak dan orangtua mesti hidup dengan saling mendengar. Keluarga Besar bangsa yang majemuk mesti saling mendengar.

Dari mendengar kita memberi simpati dan empati. Sebagai umat beragama kita harus terbiasa mendengar suara dan lantunan dari Kitab Suci agama-agama, mendengar suara azan, mendengar kidung nyanyian Gereja, mendengar lantunan umat membaca Al Fatihah, Al Ikhlas dan bacaan keagamaan dari 6 agama besar yang ada.

Baca Juga: HIDUP BERHIKMAT, HIDUP SADAR WAKTU

Mendengar para sahabat dari Kepepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menyampaikan problematika yang mereka hadapi di lapangan. Mendengar suara para akademisi, para praktisi, para milenial, mereka yang berkebutuhan khusus. Ya mendengar banyak hal dari banyak orang yang bisa membarui mindset kita.


Mesti ada ruang dalam hati kita untuk mendengar dan menikmati khazanah spiritualitas bangsa kita tanpa harus menutup telinga dan atau menghakimi. Mari mendengar dengan baik, termasuk suara suara yang tak mampu terucapkan yang meluap dari relung hati paling dalam.

Selamat Mendengarkan. God bless.

(Oleh: Weinata Sairin)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.