Jakarta, OnlineKristen.com – Riuh rendah suara dari ribuan Siswa Kristen melantunkan nada syukur yang sama. Dari udara dingin Rantepao hingga hiruk-pikuk Mangga Besar, sebuah gelombang spiritual sedang bergerak.
Dua tahun telah berlalu sejak tanah bersejarah di bekas kediaman Cornelis Senen menjadi saksi lahirnya Hari Sekolah Kristen Indonesia (HSKI), dan kini, semangat itu menjelma menjadi api kebangunan rohani yang nyata.
Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia tidak ingin HSKI hanya berhenti pada catatan sejarah 1635.
Melalui tema besar “Menanam Iman, Menumbuhkan Masa Depan”, MPK Indonesia membawa perayaan tahun 2026 ini ke level yang lebih intim namun masif yaitu Revival Worship serentak di 10 kota strategis di seluruh Nusantara.
Baca juga: HSKI 2026, Doa Serentak Nasional Setengah Juta Siswa Kristen di 14 Kota
Menghidupkan Kembali Warisan Cornelis Senen
Gagasan ini bermula dari visi sederhana namun tajam dari Handi Irawan D., Ketua Umum MPK Indonesia. Baginya, HSKI adalah sebuah “panggilan pulang” bagi setiap sekolah Kristen.
“HSKI bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan panggilan spiritual dan nasional untuk menghidupkan kembali semangat para pelopor pendidikan Kristen,” tegas Handi.
Pesan ini bergema kuat, mengingatkan bahwa setiap sudut kelas adalah ladang misi untuk mencetak manusia yang memuliakan Tuhan.
Di bawah komando Wiseno Benny Murtono, Ketua MPK Wilayah Jabodetabek sekaligus Ketua Panitia Nasional, visi tersebut diterjemahkan dalam aksi nyata.
Wiseno menegaskan sekolah Kristen harus menjadi akselerator transformasi—menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, namun tetap berlutut di hadapan Sang Pencipta.
Baca juga: Doa Serentak Hari Sekolah Kristen Indonesia Digelar 19 Januari 2026
Sepuluh Kota, Satu Detak Jantung
Sepanjang tanggal 19 hingga 20 Januari 2026, denyut nadi pendidikan Kristen terasa di sepuluh titik utama. Di Jakarta, 2.000 siswa berkumpul di GKY Mangga Besar, mendengarkan kesaksian inspiratif dari dua bersaudara, Jehian dan Jerome Polin.
Kehadiran mereka membawa pesan segar bagi Generasi Z bahwa menjadi cerdas dan berprestasi secara global adalah cara modern untuk bersaksi tentang iman.
Sementara itu, di Tana Toraja, suasana magis terasa saat 2.500 siswa memadati SMA Kristen Rantepao, dipimpin oleh Pdt. Dr. Alfred YR Anggui.
Di belahan lain Nusantara, dari Medan hingga Kupang, ribuan siswa lainnya juga bersatu dalam doa dan pujian.
Baca juga: Natal yang Bekerja, Dari Renovasi 100 Gereja Hingga Beasiswa Pendidikan untuk Anak Pelosok
Berikut adalah rincian “Peta Kebangunan” yang berlangsung di penjuru negeri:
| Kota | Lokasi | Pelayan Firman | Target Siswa |
| Jakarta | GKY Mangga Besar | G.I. Andrey Thunggal | 2.000 |
| Surabaya | GMS Cempaka | Pdt. Hatta Halimas | 1.000 |
| Kupang | Auditorium Harper Hotel | Pdt. Ady W F Ndiy | 1.000 |
| Manado | Yayasan Eben Haezer | Pdt. Calvin Bangun | 1.200 |
| Medan | GBI Rumah Persembahan | Pdt. Bambang Jonan | 1.000 |
| Bandung | Univ. Maranatha | Ps. Andre Tjhin | 1.000 |
| Palembang | Sekolah Palembang Harapan | G.I. Richard Martin Tandingan | 1.000 |
| P. Siantar | Univ. Surya Nusantara | Pdt. Brades Sijabat | 1.200 |
| Malang | STT SAAT | Pdt. Hermanto, M.Th. | 1.500 |
| Tana Toraja | SMA Kristen Rantepao | Pdt. Dr. Alfred YR Anggui | 2.500 |
Fructus in Altum, Berbuah di Tempat Tinggi
Angka 13.400 siswa yang ditargetkan bukan sekadar statistik. Mereka adalah benih-benih yang sedang dirawat oleh MPK Indonesia.
Melalui momentum ini, MPK berkomitmen untuk terus merangkul sekolah-sekolah Kristen, terutama yang berada di tier D dan E, agar tidak ada satu pun institusi yang tertinggal dalam gerbong transformasi.
Dengan semboyan “Fructus in Altum”, perayaan HSKI 2026 mengajak seluruh komunitas untuk tidak hanya sekadar bertahan, tetapi melompat lebih tinggi.
Menanam iman di dalam ruang kelas hari ini, agar bangsa ini bisa memanen buah integritas dan kasih di masa depan.
Pendidikan Kristen Indonesia kini tidak lagi hanya menoleh ke masa lalu Cornelis Senen, tapi bergerak maju menjadi terang bagi bangsa.(*)


















