Beranda / WEINATA SAIRIN

Menjelajahi Tag: WEINATA SAIRIN

DUKA LARA SEORANG KLARA   bu klara berpuluh tahun hidup tiada menentu kemiskinan melilitnya sejak ia kecil kemiskinan itu juga yang merenggut nyawa suaminya sepuluh tahun yang lewat hidup sebagai buruh tani jauh dari hidup normal apalagi jika hama menghantam padi yang mulai merangkak ...

Weinata Sairin

MANUSIA FANA MEMERLUKAN AGAMA   di sekolah rakyat di sebuah kampung di jakarta timur tahun lima puluhan hanya akulah sendiri yang beragama kristen kawan-kawan lain sekitar dua puluhan orang beragama islam relasi kami sangat baik di zaman itu akronim sara belum lagi lahir yang memenjar...

Weinata Sairin

MEMBACA BUKU MENGHADIRKAN SPIRITUALITAS BARU   (Oleh: Weinata Sairin) senja ungu turun mengantarkan aku ke beranda rumah ditemani gerimis alit yang membasahi rumput dan pepohonan di depan rumah kunikmati buku-buku yang baru saja diluncurkan ke ruang publik buku seorang romo magnis sel...

SEJARAH ADALAH PERISTIWA YANG SUNGGUH TERJADI

SEJARAH ADALAH PERISTIWA YANG SUNGGUH TERJADI   pada saat kita menempuh pendidikan bertahun-tahun kita belajar sejarah baik sejarah nasional maupun sejarah dunia kita belajar sejarah agar kita tahu peta apa yang terjadi di masa lampau agar kita tertolong dalam menapaki masadepan sejar...

MENIKMATI MASA TUA

MENIKMATI MASA TUA   hidup ini bergerak tidak diam menunggu godot atau meratapi nasib sambil memuntahkan diksi keluhkesah seperti baheula di zaman batu atau zaman jahiliyah hidup ini mengalir dan berubah seperti fatwa heraklitos jika takada gerak bisa terjadi pembusukan seperti sampah...

Weinata Sairin

MENUNGGU-NUNGGU KEMATIAN ada seorang penulis yang bilang di dunia ini takpernah ada yang pasti satu-satunya yang pasti adalah kematian pandangan itu amat bernas dan cerdas walau bisa melahirkan diskusi bahkan debat panjang menunggu kematian acapkali sama saja dengan menunggu godot menunggu...

WEINATA SAIRIN

HIDUP ITU MENGUNYAH SEPI   pagi bening jatuh dari langit bening ada aroma surgawi terasa mengalir menyinggahi relung-relung hati suara azan belum lagi terdengar memanggil umat mendirikan sholat ada sepi menggeliat menggapai mentari pagi ada mimpi-mimpi standar tiada bertepi mimpi-mimp...

Weinata Sairin

AYAHKU MENGAJARI INTONASI   1.Pada saat saya masih di Sekolah Rakyat( kini Sekolah Dasar) nyaris setiap malam ayah meminta saya membaca 1 -2 alinea dari teks bacaan yang terdapat dalam buku bahasa Indonesia. Beliau berpesan agar dalam membaca diperhatikan tanda baca dengan cermat, ada...

1234...13