DI HARI UANG PEMULUNG LINGLUNG TAKPUNYA UANG

DI HARI UANG PEMULUNG LINGLUNG TAKPUNYA UANG

- in RENUNGAN
340
0
Weinata SairinWeinata Sairin

DI HARI UANG PEMULUNG LINGLUNG TAKPUNYA UANG

 

negeri kita ini amat kaya raya
penuh dengan tambang
minyak
produk.pertanian
rempah-rempah
dan begitu banyak
benda-benda dari perut bumi yang menjadi sumber kekayaan negeri

negeri ini juga kaya raya dan penuh sesak dengan hari-hari peringatan
hampir setiap hari
ada saja hari peringatan
hari santri
hari anak
hari sumpah
pemuda
hari ibu
hari bapak
hari radio
hari tembakau
hari veteran
hari uang
andai setiap hari peringatan itu di tetapkan sebagai
libur nasional
maka dalam sebulan bisa ada lima belas hari libur
kerugian mencapai milyaran rupiah
penularan virus makin ganas
dan pandemi gelombang ketiga
cepat sekali datang
melumat segalanya

seorang pemulung yang lama kukenal
kemarin petang curhat padaku
lima tahun hidup keluarganya bergantung pada sampah-sampah busuk dikerumuni lalat hijau
yang bertumpuk di tempat pembuangan akhir
ia gembira telah divaksin
namun ia mengeluh acap mengalami sesak napas dan rutin diganggu
vertigo
ia mengharap ada pekerjaan lain yang bisa mengepulkan asap dapurnya
pendapatab mengais sampah
makin menurun
dompetnya kemarin petang
kering kerontang
ia linglung kehabisan uang




hari ini hari uang nasional
taksemua orang
dihari uang
memegang uang
baik uang cash
atau uang elektronik
uang sejak lama
tidak hanya menjadi alat transaksional
menggantikan sistem barter
uang telah menjadi segala-galanya
uang bahkan bisa mengatur dan menentukan hidup manusia
ada pinjol yang menonjol beberapa waktu terakhir ini
ada juga yang mesti mengakhiri hidupnya karena diteror oleh debt collector pinjol
transaksi di dunia politik dan ekonomi dipenuhi dengan uang
yang ujungnya bisa ott, pidana atau dpo
uang merendahkan harkat martabat manusia
tatkala hidup, karir, nyawa manusia digadaikan dalam equivalen uang
uang membuat manusia amnesia terhadap hukum, agama bahkan terhadap dirinya sebagai imago dei
sebagai khalifatullah

hari uang nasional 30 Oktober bertema adaftif, responsif dan peduli mengingatkan kita agar konsisten menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang sah dan tidak untuk merekayasa hal-hal negatif
korupsi
serangan fajar
gratifikasi
dan banyak hal negatif semua berbasiskan uang

akar segala kejahatan itu cinta akan uang
kata Alkitab
banyak orang memburu uang dan menyimpang dari iman
uang itu memang perlu dalam kehidupan nyata didunia modern
tetapi uang bukan segalanya
akhlak mulia, praktik ajaran agama yang konsisten, karakter dan integritas sebagai insan ciptaan Tuhan
berada diatas segalanya!
Jakarta, 30 Oktober 2021/3.13
Weinata Sairin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

DPD RI Gelar Prosesi Penyerahan Jenazah Pendeta WTP Simarmata

OnlineKristen.com || Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar