Jakarta, OnlineKristen.com – Di tengah lautan puluhan ribu jemaat yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu malam (6/12/2025), sebuah pesan kebangsaan yang menggetarkan hati disampaikan.
Perayaan Natal Akbar Gereja Tiberias Indonesia (GTI) tahun 2025, yang diselenggarakan dengan tema mulia dari Yohanes 1:12, bukan hanya menjadi puncak ibadah yang sakral, tetapi juga panggung pemersatu bangsa.
Sejak pintu dibuka pada pukul 14.00 WIB, puluhan ribu umat Kristiani telah membanjiri stadion demi mengikuti rangkaian ibadah yang dipenuhi kekayaan rohani.
Baca juga: MPK Bedah Tata Kelola Anggaran Pendidikan 2026 & Dampak Putusan MK
Malam itu menjadi syahdu dengan Penyalaan Lilin Natal yang menerangi kegelapan, dilanjutkan dengan ritual kudus seperti Perjamuan Kudus dan peribadatan Minyak Urapan yang menjadi ciri khas pelayanan yang dilayani oleh Pendiri dan Gembala Sidang Gereja Tiberias Indonesia, Pdt. Darniaty Pariadji.
Diiringi pujian dari Boanerges Worship, Tiberias Singers, Choir Natal Tiberias, dan Orchestra, suasana GBK menjelma menjadi mezbah syukur dan mujizat.
Di tengah atmosfer iman yang bergelora, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, hadir menyampaikan pesan yang merangkul setiap jemaat untuk mengasihi bangsa.
Ia menyebut Indonesia sebagai anugerah Ilahi yang terindah, menyerukan sebuah tugas mulia bagi umat Kristiani.
Lukisan Tuhan yang Tidak Boleh Dirusak
Menag Nasaruddin Umar dengan tegas menyatakan Indonesia adalah maha karya agung Sang Pencipta.
Indonesia ini adalah lukisan Tuhan yang sangat indah dan tidak boleh ada yang mengacak-acak dan tidak boleh ada yang merusak lukisan Tuhan ini. Lukisan Tuhan yang terindah di dunia ini adalah Indonesia,” ujarnya di hadapan puluhan ribu jemaat yang merayakan Natal dalam semangat kegembiraan dan kedamaian.
Pesan ini mengukuhkan kembali nilai-nilai spiritual yang diyakini umat Kristiani, bahwa menjaga keutuhan bangsa adalah wujud nyata ketaatan terhadap kehendak Allah.
Menag menegaskan, keindahan sejati Indonesia terletak pada keberagamannya yang tak tertandingi.
“Di sana ada bunyi bedug, suara azan, tetapi disana juga ada bunyi lonceng gereja, bertalu-talu satu sama lain memperindah atmosfer bangsa Indonesia,” jelasnya.
Natal Akbar Tiberias 2025 yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan utusan khusus presiden ini juga dijadikan momentum untuk mempererat silaturahmi antar sesama warga bangsa.
Baca juga: GPdI Ngadirejo DIREBUT Secara Terstruktur, Sistematis & Masif? Warisan Iman 55 Tahun Dikhianati?
Menag Nasaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat hubungan baik ini sebagai cerminan kehidupan beragama di Indonesia.
“Hari ini kita semuanya berkumpul dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi antara satu sama lain di antara kita semuanya. Inilah makna suasana keberagamaan batin antara satu sama lain yang secara luas ditampilkan di Indonesia,” tuturnya.
Di samping itu, pesan tentang kedermawanan menjadi penutup khotbahnya.
Terkait bencana yang melanda beberapa daerah, Menag meyakini bahwa tingkat kedermawanan bangsa Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia, dan semangat ini harus terus diwujudkan tanpa memandang sekat agama, jenis kelamin, maupun usia.
“Bisa kita bantu bersama tanpa membedakan agama apa pun, kelamin mana pun, umur berapa pun, semuanya ini adalah warga bangsa Indonesia,” pungkas Menag.
Selain Nasaruddin, turut hadir juga Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara.
Perayaan ini pun ditutup dengan semarak Kembang Api yang menghiasi langit Jakarta, melambangkan harapan baru dan semangat persatuan, menegaskan bahwa Natal Tiberias 2025 adalah perayaan iman yang sekaligus menjadi manifestasi cinta kasih kepada Tanah Air.
#NatalTiberias2025 #TiberiasGBK #LukisanTuhan #MenagNasaruddinUmar #GerejaTiberiasIndonesia #BoanergesWorship


















