KU DITUNTUN TUHAN MENJALANI JALANNYA

Oleh: WEINATA SAIRIN

PUISI: KU DITUNTUN TUHAN MENJALANI JALANNYA
PUISI: KU DITUNTUN TUHAN MENJALANI JALANNYA || Oleh: WEINATA SAIRIN



KU DITUNTUN TUHAN MENJALANI JALANNYA

 

Tuhan, madah indah kulantunkan bagi Mu
Tuhan, mazmur
syukur kunaikkan ke hadiratMu
hari ini 7 November, 46 tahun yang lalu
atas anugerahMu
Gereja Kristen Pasundan menahbiskan diriku menjadi pendeta
di sebuah jemaat GKP di Cimahi
dalam rasa haru yang mewarnai diri
pagi ini
ku ingat ayah terkasih Samuel Sairin
ibunda kucinta
Wery
yang mendorongku kuat memasuki sekolah teologi
dalam segala keterbatasan mereka
keduanya merawatku, membawaku kepada Kristus
dan menjadikan aku hambaNya
ku berterimakasih kepada Erny Sanuwiati istri yang setia mendampingi, kepada Abdhi Khristianta Samuel dan Adeline Khristianti Debora kedua anakku yang selalu memberi semangat

Terimakasih Tuhan
Engkau menganugerahkan hikmat,kekuatan,kesabaran,ketekunan,pendampingan selama masa pelayanan 46 tahun
Engkau menuntunku menjalani jalanMu
yang kadang terjal, tandus
penuh kaktus

Ampuni aku
tatkala aku taksetia dan gagal menjadi hambaMu,
Ampuni diriku, ketika aku takmampu mewujudkan kasihMu dalam seluruh episode pelayananku

Tuhan,
dalam usia 72 tahun ini
ku tetap rindu melayaniMu
kutetap berhasrat mengukir karya terbaik mewarnai dunia yang luka bernoda
Tuhan,Engkau pemilik kehidupanku,
Engkau lah yang memiliki hak prerogatif
atas hidupku
tambahkan umurku ya Tuhan
agar lebih banyak karya
bisa kurampungkan
Tuhan,
ku ingin setia kepadaMu
biar derita mendera
dan darah mengucur dari luka menganga
genggam tanganku erat
papah langkahku
menuju rumahMu
menuju rumahMu.

Pondok Dukuh Indah 3,Kramat Jati -Jakarta Timur, 7 November 2020, 24.00.
Weinata Sairin.



Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.