“Anak Desa Jadi Pendeta” Pdt DR Jacob Nahuway MA Tutup Usia

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." - 2 Tim 4:7

“Anak Desa Jadi Pendeta” Tutup Usia, Selamat Jalan Pdt DR Jacob Nahuway MA
Pdt DR Jacob Nahuway MA Tutup Usia

Gembala Sidang GBI Mawar Saron Jakarta, Pdt DR Jacob Nahuway MA, tutup usia pada Hari Selasa, 2 Februari 2021, Pukul 08.00 WIB.

Pdt Jacob Nahuway yang juga Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) ini lahir di Titiwai, Ambon, 25 Februari 1947.

Anak kelima dari enam bersaudara ini juga pernah menjadi Ketua Umum Sinode GBI selama dua periode yakni periode 2004-2008 dan periode 2008-2014.


Baca juga: Menag Ajak PGPI Bersama-sama Cegah Paham Radikalisme

Rencananya Ibadah Penghiburan akan digelar Selasa, 2 Februari 2021, Pukul: 19.00 WIB
Di Dome Mawar Saron Jakarta.

Sedangkan Ibadah Tutup Peti diadakan Rabu, 3 Februari 2021, Pukul: 09.00 WIB di Dome Mawar Saron, Jakarta.

Semuanya disiarkan secara live streaming di Facebook dan Youtube GBI Mawar Saron. Dan para jemaat diharapkan untuk mengikutinya lewat live streaming dari rumah masing-masing sehubungan dengan berlakunya PSBB DKI Jakarta.


Baca juga: KEDUBES PALESTINA RAYAKAN NATAL BERSAMA PEMUDA KRISTEN SE-INDONESIA

Anak Desa Jadi Pendeta Besar

Dikutip dari Buku berjudul “Anak Desa jadi Pendeta: Perjalanan Hidup Jacob Nahuway, MA” ditulis bahwah Pendeta Jacob Nahuway (74 tahun) adalah anak kelima dari enam bersaudara yang dilahirkan tanggal 25 Februari 1947 di Titawai, Ambon.

Beliau merupakan anak dari pasangan Lodewyk Nahuway dan Carolina Selanno.

Jacob pernah tinggal kelas di SD tetapi kemudian juara kelas di SMP.

Dia juga pernah hampir tenggelam terbawa arus sungai tetapi selamat.


Baca juga: Milad Ke-95 NU, Ketum PGI: Kehadiran NU Telah Teruji Berkontribusi Bendung Radikalisme dan Ekstrimisme

Beliau pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMA. Dia masuk SMA 2 PSKD akan tetapi hanya di kelas 1, lalu pindah ke SMA 1 PSKD di kelas 2.

Karena krisis ekonomi akibat PKI, keluarga Jacob tidak bisa membayar uang sekolah lalu pindah ke SMA Negeri VII Jakarta Pusat.

Jacob mulai merasakan panggilan Tuhan ketika berusia 14 tahun. Saat itu temannya meminta dia membaca ayat Alkitab dari Roma 10: 9-15.

Setelah membaca ayat tersebut, Jacob mengalami pergumulan yang sangat hebat dalam dirinya. Dia berusaha untuk melupakannya akan tetapi perasaan yang timbul dari dalam hatinya semakin berkecamuk.


Baca juga: PANDANGAN GBI TENTANG COVID-19

Ia selalu teringat ayat ke- 14 yang menyatakan, “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”. Jacob kecil gelisah dan jiwanya seakan terbakar untuk memberitakan Firman Tuhan.

Malam itu juga Jacob mengambil keputusan: “Ya, akulah orangnya yang akan memberitakan tentang Dia.”

Akhirnya dia memutuskan untuk sekolah teologi di Seminari Bethel Indonesia. Jacob juga menyelesaikan S2 di Korea Selatan.


Baca juga: PGLII Lakukan Aksi Sosial Dukung Pemerintah Hadapi Covid-19, Termasuk Bantu Rumah Sakit dan Pesantren

Februari 1979, Jacob menjadi Gembala Sidang GBI Jalan Kwitang dengan jemaat mula-mula hanya 27 orang dewasa dan beberapa puluh anak sekolah minggu.

Sejalan dengan waktu jumlah jemaat berkembang menjadi ribuan orang dan akhirnya ibadah pindah ke Gedung Balperum Jalan Raden Saleh No. 28 Jakarta Pusat. Ibadah sering berpindah-pindah karena ada masalah dengan pihak gedung.

Tahun 1993, Jacob Nahuway memutuskan untuk membeli tanah di Kelapa Gading dan membangun gereja. Selain Gembala Sidang GBI Mawar Saron, Jacob Nahuway juga adalah Dosen Lembaga Pendidikan Bethel Indonesia, Anggota Badan Pertumbuhan Gereja Sedunia, Anggota Badan Karismatik se-Asia, Ketua Badan Misi Dunia Ketiga untuk Asia, dan Sekretaris Umum Badan Misi Asia.


Baca juga: PGPI DORONG PASLON TIDAK GUNAKAN ISU SARA DALAM PILKADA

Pendeta Jacob Nahuway mempunyai seorang isteri yang bernama Rina Nahuway dan memiliki tiga orang anak.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.