TB Silalahi: Kita Minoritas, Pemuda Gereja Harus Jadi yang Terbaik 

“Dalam lagu Indonesia Raya dengan jelas dikatakan agar bangsa ini membangun jiwa, itu yang pertama. Setelah itu bangunlah badannya,” urai TB Silalahi seraya menambahkan agar para pemuda gereja punya karakter kepemimpinan nasional dengan spirit Men of Integrity, Men of Honor, kesetiaan dan persaudaraan. 

Foto bersama DPP GAMKI dengan TB Silalahi dalam diskusi di Gedung Artha Graha, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019

OnlineKristen.Com | Letjen TNI (Purn) TB Silalahi mengingatkan kepada para kader Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) agar menyadari dimana posisinya sebagai pemuda gereja ditengah-tengah bangsa dan negara yang majemuk ini. 

“Kita minoritas (dari segi jumlah). Sebab itu posisi kita sebagai pemuda gereja adalah dimanapun kamu berada harus menjadi yang terbaik. Dimanapun ladang tugas dan panggilanmu berada. Kalian pemuda gereja jangan pernah berhenti untuk belajar dan belajar sampai akhir hayatmu,” tegas TB Silalahi dalam diskusi yang digelar DPP GAMKI di Gedung Artha Graha, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.  




Diskusi yang dipandu oleh Hendrik Sinaga SH, MH, ini mengambil tema “Peran pemuda gereja dalam kepemimpinan dan pembentukan karakter bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”

BACA JUGA: Pengukuhan DPP GAMKI 2019-2022, Ketua MPR Bambang Soesatyo Ajak ‘Bumikan’ lagi Nilai-Nilai Pancasila  

Lebih lanjut TB Silalahi memaparkan revolusi Industri merupakan perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

“Revolusi industri adalah suatu perubahan secara cepat dalam pelaksanaan proses produksi (cara pembuatan atau meningkatkan nilai guna suatu barang) yang semula menggunakan tenaga manusia (tradisional) beralih dengan menggunakan peralatan mesin (modern),” beber dia.




“Revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin,” tambah TB Silalahi yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (1957) dan pernah menjadi Anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bandung ini.

BACA JUGA: Dies Natalis GAMKI Ke-56, Ketum GAMKI: “Era milineal, Pemuda Berpikir Out The Box dan Lakukan Business Not As Usual”

Saat ini, lanjut TB Silalahi, Revolusi Industri keempat sedang terjadi. Bermula tahun 2018 yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data, semua sudah ada di mana-mana. Istilah ini dikenal dengan nama Internet of Things (IoT). 

“Revolusi industri 4.0 menekankan pada kemampuan Artificial Intellegent (kecerdasan buatan) sehingga kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak,” ujar dia.




Menghadapi Revolusi Industri 4.0, menurut TB Silalahi, maka arah pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul itu menjadi begitu penting. 

BACA JUGA: Mendefinisikan Kembali Dialog Tanah Papua-Jakarta Dengan Pendekatan Ala Gus Dur

“Dalam lagu Indonesia Raya dengan jelas dikatakan agar bangsa ini membangun jiwa, itu yang pertama. Setelah itu bangunlah badannya,” urai TB Silalahi seraya menambahkan agar para pemuda gereja punya karakter kepemimpinan nasional dengan spirit Men of Integrity, Men of Honor, kesetiaan dan persaudaraan. 

Sementara Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat MP Sinurat, menjelaskan diskusi saat ini merupakan sesi awal yang membahas pentingnya peran pemuda gereja dalam kepemimpinan dan pembentukan karakter bangsa di Era Revolusi Industri 4.0.




“Kegiatan ini juga sebagai bentuk komitmen DPP GAMKI untuk menyiapkan pemuda gereja agar bisa memberi dampak bagi bangsa dan negara,” tandasnya.

 

(VICTOR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.