Temuan BRC Terkait Pengaruh Komunitas dan Mentor Bagi Pertumbuhan Rohani Gen Z

Bilangan Research Center (BRC)
Ketua Bilangan Research Center (BRC) Handi Irawan D., MBA., M.Com. (Kanan)

IndonesiaVoice.com– Bilangan Research Center (BRC) memaparkan Hasil Temuan Survei Nasional terkait “Ekspresi Spiritualitas Generasi Muda Kristen Indonesia Terkini” dalam seminar yang diadakan di Gedung The City Tower, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Dalam hasil survei Ekspresi Spiritualitas Gen Z, BRC menemukan bahwa Teman paling akrab dari Generasi Z adalah teman sekolah/kampus sebesar (64.4%), gereja sebesar (14.3%), tetangga sebesar (7.7%) dan media sosial sebesar (3,8%).

“Mereka yang memiliki kawan akrab gereja, memiliki tingkat religiusitas dan spiritualitas yang lebih baik,” jelas Ketua Bilangan Research Center (BRC) Handi Irawan D., MBA., M.Com.

Lebih lanjut Handi Irawan menguraikan temuan berikutnya ketika ditanya apakah Gen Z memiliki komunitas/teman untuk bertumbuh secara rohani/spiritual?

Baca juga: Survei 1053 Pimpinan Gereja, BRC Rilis 10 Dimensi Kualitas Kepemimpinan Berdasarkan Relasi



“Temuan BRC menunjukkan sebanyak 25.6% responden tidak memiliki komunitas untuk bertumbuh secara rohani. Ada 44.2% yang merasa komunitas tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan rohani mereka,” kata Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia.

“Pun, ketika responden Gen Z ditanya apakah mereka mempunyai mentor untuk bertumbuh secara rohani? Hasilnya, Gen Z yang mempunyai mentor sebesar 59.6% dan sebesar 40.4% tidak memiliki mentor,” tambahnya.

Handi juga mengutarakan tiga hal yang membuat Gen Z merasa tertekan. “Tertekan soal masa depan sebesar (37.5%), Tuhan meninggalkan aku (18.4%) dan dampak kesalahan masa lalu (14.8%),” ujar CEO Frontier ini.

Baca juga: Survei Bilangan Research Center: Gaya Kepemimpinan Gereja seperti Panglima Perang dan Kapten Kapal Cenderung Tidak Efektif



Temuan lainnya, lanjut Handi, BRC menemukan bahwa responden yang memiliki komunitas di mana mereka bertumbuh memiliki tekanan hidup yang lebih kecil.

“Mereka lebih merasakan kasih Tuhan sebesar (94.2%) dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki komunitas sebesar (80.5%),” kata dia.

Juga, kata Handi, mereka yang memiliki komunitas, lebih tidak sensitif terhadap suasana ibadah dan relevansi khotbah.

“Responden Gen Z yang memiliki komunitas mereka cenderung lebih loyal untuk beribadah di gereja yang sama sebanyak (85,6%), dibandingkan dengan yang tidak memiliki komunitas (69.1%),” pungkasnya.

Baca juga: MPK Gelar Konfernas ‘Kolaborasi Menuju Transformasi Sekolah Kristen’ Guna Atasi Ketimpangan



Selain Handi Irawan, hadir juga Ketua Pembina BRC yang juga CEO of Asia Evangelical Alliance (AEA), Bambang Budijanto, Ph.D, yang turut memaparkan hasil temuan BRC kepada Pengurus Sinode Gereja, Pimpinan Gereja, Pimpinan Kaum Muda/Youth Pastors, Pimpinan Yayasan Sekolah Kristen dan Pimpinan STT/Universitas Kristen.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.