Beranda / GEREJA DAN MINISTRY / TPL Ditutup, Ephorus HKBP Serukan Tanggung Jawab Iman, Tekankan Perlindungan Pekerja dan Lingkungan

TPL Ditutup, Ephorus HKBP Serukan Tanggung Jawab Iman, Tekankan Perlindungan Pekerja dan Lingkungan

pt tpl

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan

Tarutung, OnlineKristen.com – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menyampaikan pesan pastoral yang menegaskan tanggung jawab iman gereja terhadap persoalan lingkungan hidup dan keberlanjutan penghidupan masyarakat yang menggantungkan hidup pada PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Pesan ini disampaikan sebagai respons atas konflik ekologis dan sosial yang selama ini menyertai operasional perusahaan tersebut.

Dalam surat pastoralnya, Ephorus HKBP menegaskan bahwa gereja memandang persoalan lingkungan dan ekonomi sebagai dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.


Baca juga: Revival Worship HSKI 2026, Gema Pujian dari Sepuluh Penjuru 

Gereja, menurutnya, dipanggil untuk bersikap berdasarkan kasih Kristus, keadilan Allah, serta keberpihakan pada kehidupan manusia dan ciptaan.

“HKBP meyakini bahwa bumi dan seluruh isinya adalah titipan Tuhan yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, eksploitasi sumber daya alam yang menimbulkan kerusakan lingkungan dinilai bertentangan dengan nilai iman Kristen,” tegasnya.

Atas dasar keyakinan tersebut, HKBP secara konsisten menyerukan penghentian operasional PT TPL dan perusahaan sejenis lainnya.

Seruan ini, lanjut Ephorus, merupakan panggilan profetis gereja untuk merespons krisis iklim global, mencegah bencana ekologis, melindungi tanah ulayat dan hutan, serta menjaga keseimbangan ekosistem.


Baca juga: Saat Langit dan Bumi Tergoncang, Dimana Kita Berpijak? Pesan Reflektif Pdt. Mulyadi Sulaeman 

Gereja juga menilai bahwa masa depan generasi mendatang harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

Meski demikian, HKBP menegaskan bahwa perjuangan menjaga ciptaan tidak boleh mengabaikan martabat manusia.

“Kepada para pekerja TPL, baik karyawan tetap maupun pekerja harian lepas, HKBP menyatakan komitmen untuk terus mendampingi, mendoakan, dan memperjuangkan pemenuhan hak-hak normatif mereka secara adil dan bermartabat setelah penutupan operasional perusahaan,” jelas Pdt. Victor Tinambunan.


Baca juga: Natal yang Bekerja, Dari Renovasi 100 Gereja Hingga Beasiswa Pendidikan untuk Anak Pelosok 

HKBP juga mendorong agar lahan konsesi TPL dikonversi secara bijaksana menjadi hutan lindung, tanah dan hutan adat, serta lahan pertanian produktif.

Sebagian lahan tersebut diharapkan dapat dikelola oleh para pekerja terdampak guna mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Di tengah perbedaan pandangan yang muncul di masyarakat, Ephorus HKBP mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga persaudaraan, saling mendengar, dan berjalan bersama dalam kasih.

“Gereja diharapkan menjadi saksi harapan, keadilan, dan pemulihan di tengah pergumulan sosial dan ekologis yang dihadapi bangsa ini,” tutup Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan.

pesan pastoral hkbp terkait ditutupnya TPL
PESAN PASTORAL HKBP: TANGGUNG JAWAB IMAN BAGI PEKERJA DAN SELURUH PIHAK YANG MENGGANTUNGKAN HIDUP PADA PT TOBA PULP LESTARI (TPL)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses