OnlineKristen.Com, SURABAYA – Sebagai bentuk toleransi antar umat beragama sekaligus mempererat tali persahabatan, Jemaat Gereja Yesus Kristus Dari Orang–Orang Suci Zaman Akhir (Gereja Yesus Kristus Dari OSZA) di Kota Surabaya membagikan takjil Ramadan kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Ngagel, Surabaya pada hari Selasa, 29 Mei 2018.
Pembagian takjil Ramadhan ini melibatkan puluhan ibu PKK dan Karang Taruna Kelurahan Ngagel serta belasan mahasiswa dari beberapa Universitas Islam dan Negeri di Kota Surabaya yang tergabung dalam Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) alias Komunitas Pemuda Cinta Damai.
Sekitar dua ratusan kotak berisi makanan dan minuman dibagikan kepada pengendara sepeda motor dan masyarakat yang melintas menjelang jam berbuka puasa.
Sister Christin Prayitno, selaku perwakilan Urmas Gereja Yesus Kristus Dari OSZA di Jawa Timur, mengatakan bahwa ajaran gereja sangat mengedepankan toleransi dan kerukunan dalam perbedaan.
“Jemaat gereja di Jawa Timur bersemangat terlibat dalam pembagian takjil Ramadan. Kami berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat mempererat toleransi antar umat beragama dan persahabatan antara gereja dengan masyarakat di Kota Surabaya, khususnya di wilayah Kelurahan Ngagel ini” ujarnya.
Perwakilan Karang Taruna Ngagel, Mochamad Iksan, melalui pesan whatsapp, menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Jemaat Gereja Yesus Kristus Dari OSZA dalam kegiatan pembagian takjil Ramadan di wilayahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kelurahan Ngagel, Lilik.
“Semoga kita bisa bekerjasama kembali pada kesempatan lain yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Terima kasih banyak Gereja Yesus Kristus (Dari OSZA)” ujar Lurah Lilik.
Didampingi oleh beberapa anggota PKK Kelurahan Ngagel, Lurah Lilik dan perwakilan Urmas serta Pemimpin Keimamatan Gereja Yesus Kristus Dari OSZA Surabaya kemudian menyambangi sejumlah janda lansia dan membagikan donasi bahan–bahan pokok kepada mereka.
Kegiatan ini ditutup dengan melakukan buka puasa bersama mahasiswa dalam komunitas YIPC.
Be the first to comment