GAMKI Mengutuk Teror Bom di Gereja Surabaya, INI SANGAT BIADAB

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dr Michael Wattimena menegaskan peristiwa bom yang dilakukan teroris di Surabaya yang telah menelan korban meninggal adalah perilaku yang sudah tidak bisa ditoleransi.

“Ini sangat biadab. Kita, GAMKI mengutuk tindakan teror bom di Surabaya yang dilakukan terhadap sesama anak bangsa yang sedang melaksanakan ibadah Minggu pagi ini,” tegas Michael dalam konferensi pers bersama Lembaga Keumatan Kristen yang digelar di Grha Oikumene, Salemba, Jakarta, Minggu Siang (13/5).

Lebih lanjut Michael mengutarakan bahwa gereja adalah tempat beribadah dan memanjatkan syukur antara umat percaya dengan Tuhannya.

“Namun, tempat mengucap syukur itu dinodai dengan sangat tidak manusiawi. Dan kami GAMKI mengutuk perbuatan (pengeboman gereja) tersebut,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI ini.

Michael melihat selama ini Indonesia itu telah dijadikan role model terhadap kerukunan kehidupan antar umat beragama.

“Indonesia diakui oleh bangsa-bangsa di dunia oleh karena kerukunan kehidupan umat beragamanya, sehingga banyak sekali aktivitas keagamaan dipusatkan di Indonesia. Indonesia dianggap bisa mengelola begitu baik kehidupan beragama yang terdiri dari banyak etnis budaya di negara kepulauan ini sehingga terjaga keharmonisan. Peristiwa tadi pagi betul-betul menodai rasa kemanusiaan yang selama ini sudah dibina,” ujar dia.

“Kami minta kepada pihak kepolisian dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) agar menindak tegas pelaku atau aktor yang mengaturnya ini agar bisa segera ditangkap. Juga, kami berharap dan berdoa agar peristiwa ini tidak terjadi lagi pada agama manapun,” tandasnya.

(OK-1/VIC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.