Beranda / NASIONAL / GAMKI dan Aliansi Ormas Ambil Sikap Tegas Pidanakan Jusuf Kalla, Bersatu Lawan Distorsi

GAMKI dan Aliansi Ormas Ambil Sikap Tegas Pidanakan Jusuf Kalla, Bersatu Lawan Distorsi

Sikap Tegas GAMKI Polisikan JK

Sikap Tegas GAMKI dan Ormas Kristen: Seret Jusuf Kalla ke Polisi Atas Tuduhan Teologi Menyesatkan

Jakarta, OnlineKristen.com — Kesabaran umat memiliki batasnya, terutama ketika pilar fundamental iman didistorsi menjadi narasi kekerasan oleh seorang tokoh publik. 

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama barisan lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan (ormas) mengambil sikap perlawanan yang tegas. 

Mereka bersatu menggugat pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), yang dinilai telah mencederai hati umat Kristiani melalui ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban iman dan hukum atas retorika elit politik yang secara serampangan menyematkan label kekerasan pada doktrin kekristenan. 

Baca juga: FKKN: Menembus Batas Denominasi, Membangun Kesadaran Politik Umat Kristiani dari Akar Rumput

Meluruskan Teologi: Kasih, Bukan Darah

Akar dari kemarahan kolektif lembaga-lembaga Kristen ini bermula dari analisis JK mengenai konflik berdarah di Poso dan Ambon. 

Dalam ceramahnya, JK melontarkan premis yang sangat fatal secara teologis: 

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.”

Bagi komunitas Kristen, narasi ini adalah sebuah kesesatan sejarah dan doktrin. 

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, tampil ke muka mewakili suara keresahan umat. 

Di Sekretariat DPP GAMKI, Jakarta, pada Minggu (12/4/2026), Sahat menyampaikan tiga maklumat penting yang menjadi dasar pijakan aliansi ormas Kristen.

Pertama, dan yang paling krusial, adalah pelurusan doktrin teologis. Sahat membantah keras tuduhan bahwa kekristenan melegitimasi pembunuhan demi meraih surga. 

“Agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga,” tegas Sahat. 

“Justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia, bahkan musuh sekalipun.” 

Pernyataan ini menjadi garis demarkasi yang jelas: Iman Kristen dibangun di atas pengorbanan Kristus yang penuh kasih, bukan diatas penumpahan darah sesama manusia demi imbalan surgawi.

Baca juga: Persiapkan Pemimpin Bangsa, STFT Jakarta dan Sabam Sirait Institute Buka Sekolah Kaderisasi Profesional Muda Gereja

Menuntut Keadilan ke Ranah Hukum

Kedua, aliansi Kristen mengecam keras narasi JK. Pernyataan tokoh sekelas JK tidak bisa dianggap angin lalu.

Bagi GAMKI dan ormas Kristen lainnya, ucapan tersebut tidak hanya menyakiti hati umat, tetapi juga merupakan narasi provokatif yang berpotensi memicu kegaduhan dan merusak harmoni sosial di akar rumput. 

Mengingat bahaya laten dari penyebaran misinformasi agama ini, elemen-elemen Kristen menolak untuk hanya berhenti pada aksi kecaman di atas kertas. 

Ketiga, eksekusi langkah hukum yang konkret. GAMKI membuktikan bahwa institusi Kristen memiliki kekuatan untuk menuntut keadilan secara konstitusional. 

“Bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI,” deklarasi Sahat, yang langsung memimpin rombongan menuju Polda Metro Jaya.

Baca juga: Menyemai Asa Pendidikan Indonesia, Langkah Baru Handi Irawan di Dewan Pendidikan Nasional

Pesan Kuat dari Umat Kristen

Langkah tegas dari GAMKI dan aliansi ormas Kristen ini mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada para elit bangsa: Agama dan doktrin iman bukanlah komoditas retorika yang bisa dipelintir untuk menyederhanakan sebuah analisis konflik masa lalu. 

Bagi jemaat Kristen di seluruh Tanah Air, sikap berani GAMKI ini adalah bentuk nyata dari fungsi kenabian (prophetic voice) gereja di tengah masyarakat—berani bersuara untuk meluruskan yang bengkok, mempertahankan kebenaran ajaran kasih, dan memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa memandang status masa lalunya, sama di mata hukum.

Kini, bola berada di tangan aparat penegak hukum. Umat Kristen akan terus mengawal proses di Polda Metro Jaya, menanti keadilan atas distorsi narasi yang mencederai ajaran Sang Raja Damai.(Vic)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses