Dirjen Bimas Kristen Himbau Hentikan Perdebatan Teologis di Media Sosial

Menghindari perdebatan teologis di media sosial yang berdampak pada hilangnya kehidupan yang saling menghormati dan menghargai sesama umat Kristen

Dirjen Bimas Kristen Himbau Hentikan Perdebatan Teologis di Media Sosial

OnlineKristen.com | Direktorat Jenderal Bimas (Bimbingan Masyarakat) Kristen Kementerian Agama mengeluarkan surat himbauan yang ditujukan kepada pimpinan persekutuan gereja aras nasional dan pimpinan induk gereja/sinode seluruh Indonesia untuk “Menghentikan Perdebatan Teologis di Media Sosial”.

Seperti beredar di media sosial belakangan ini, antara lain, munculnya Kotbah Pdt Stephen Tong yang mengkritisi Kotbah Pdt Niko Njotorahardjo menimbulkan perdebatan dikalangan jemaat.

Baca Juga: Pendeta Stephen Tong: “Pendeta Besar” Berani Tidak Buat KKR Kesembuhan Corona Virus?

Surat himbauan tertanggal 24 April 2020 tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Prof Thomas Pentury.


Lebih lanjut surat himbaun tersebut menyampaikan Direktorat Jenderal Bimas Kristen dalam menyikapi Bencana Nasional Covid-19 yang sedang mewabah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana hal ini seyogyanya menjadi keprihatinan bersama seluruh komponen bangsa, serta
mencermati rekaman-rekaman khotbah/renungan/seruan agama dan pernyataan-pernyataan beberapa pimpinan gereja yang menimbulkan perdebatan di media sosial serta dapat menimbulkan berbagai penafsiran pada umat Kristen yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Jelang Perayaan Paskah, Dirjen Bimas Katolik: Kita Akan Berikan Misa Melalui Online

Berkenaan dengan hal itu, maka diminta kepada Saudara untuk menghimbau para Tokoh Agama Kristen/Pendeta/Gembala/Hamba Tuhan/Pimpinan Gereja yang berada dalam naungan organisasinya untuk:

  1. Memberikan teladan yang baik selaku Tokoh Agama Kristen/Pendeta/Gembala/Hamba/Tuhan/Pimpinan Gereja, dengan merendahkan hati, berdoa dan memberikan penguatan kepada umat Kristen di Indonesia bagi pemulihan bangsa dan negara dari pandemi Covid-19.


  1. Menghindari perdebatan teologis di media sosial yang berdampak pada hilangnya kehidupan yang saling menghormati dan menghargai sesama umat Kristen.

  2. Tidak memviralkan atau saling menanggapi rekaman-rekaman khotbah/renungan/seruan agama yang disiarkan untuk kalangan sendiri dan atau rekaman perdebatan pimpinan gereja yang berakibat kegelisahan di kalangan umat Kristen dan masyarakat.

Baca Juga: Wisuda dan Dies Natalis XX STT LETS, Dirjen Bimas Kristen Harap Para Lulusan Mampu Aplikasikan Benih Firman Tuhan

  1. Menyampaikan khotbah/renungan/seruan agama yang sifatnya membangun dan mengajak seluruh umat Kristen untuk berdoa kepada Tuhan agar wabah pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.


  1. Menempatkan diri dalam pewartaan tentang Kasih Tuhan dan Citra Allah yang membawa damai dan pengharapan bagi kehidupan bangsa baik melalui media komunikasi maupun media sosial yang diantaranya dapat dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal pelayanan Mimbar Agama Kristen yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Bimas Kristen sebagai sarana koordinasi serta untuk menyiarkan khotbah/renungan/seruan agama kepada umat.

Baca Juga: Baru Dilantik, Dirjen Bimas Kristen Langsung Dapat Tantangan, Apa itu?

Demikian himbauan ini kami sampaikan, teriring harapan dan doa agar Indonesia yang kita cintai dapat segera dipulihkan dari wabah pandemi Covid-19 dan agar kemuliaan Allah dapat dinyatakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.