Kontroversi Penemuan Injil Barnabas

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Kontroversi Penemuan Injil Barnabas

Jakarta, ONLINEKRISTEN.COM – Penemuan Injil kuno yang berusia 1500 tahun dan diprediksi merupakan “Injil Barnabas” kini sedang heboh di media massa dan media sosial.

Injil kuno tersebut bikin heboh lantaran salah satu isi kitab tersebut memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Nabi Isa (Yesus) di bumi.

Mailonline mengabarkan injil yang tersimpan di Museum Etnografi, Ankara, Turki ini ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik, yakni bahasa sehari-hari yang dipercayai digunakan Yesus.


Mantan Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Weinata Sairin menilai “Injil Barnabas” ini bukan Injil kabar baik karena banyak ketidaksinkronan dalam “Injil Barnabas” tersebut.

Lebih jauh Weinata membedah beberapa inti pokok “Injil Barnabas” yaitu:

Pertama, “Injil Barnabas” ternyata ditulis tahun 1300 oleh seorang Kristen dari Italia yang telah berpindah dari agama Kristen.

“Ditulis tahun 1300 karena pada tahun itu Paus Bonifacius menetapkan Tahun Yobel dirayakan tiap 100 tahun, dan dalam Injil Barnabas Pasal 82 ada cerita tentang Tahun Yobel yg dirayakan 100 tahun,” jelas dia.


Kedua, Isi “Injil Barnabas” sangat jelas bertentangan dengan Alkitab. Diantaranya, dalam “Injil Barnabas” tertulis bahwa:
– Yesus menolak bahwa Ia adalah Anak Allah
– Yesus bukan Mesias tapi Muhammad lah Mesias.
– Yesus tidak disalib tetapi Yudas yang disalib.
– Ismail adalah anak yang dikurbankan, bukan Ishak.

Ketiga, Penulis belum pernah ke Palestina sehingga pemahaman geografisnya tentang Palestina tidak akurat. Misalnya, disebutkan Nazaret kota pelabuhan.

Keempat, Barnabas, penulis Injil ini, bukan teman Paulus atau murid Yesus.


Dari keempat hal tersebut, Weinata menyimpulkan, “Dokumen ini bukan Injil Kabar Baik, tapi sebuah dokumen pseudo Injil yang banyak muncul pada abad-abad pertama untuk menggoyahkan iman warga gereja,” terang dia.

“Warga Gereja hanya percaya kepada Alkitab yang didalamnya ada empat Injil. Injil adalah dunamos Allah yang menyelamatkan umat manusia melalui karya Yesus Kristus di kayu salib,” imbuh dia.

(OK/dbs)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.