Beranda / DUNIA / Tembus Pasar Global, Pengusaha Muda GAMKI Promosikan UMKM Nusantara di Jalur Sutera Maritim Tiongkok

Tembus Pasar Global, Pengusaha Muda GAMKI Promosikan UMKM Nusantara di Jalur Sutera Maritim Tiongkok

Pengusaha Muda GAMKI

Pengusaha Muda GAMKI Bawa UMKM Nusantara Tembus Pasar Tiongkok

JAKARTA, Onlinekristen.com – Sembilan belas delegasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melakukan penetrasi pasar internasional dengan membawa ragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nusantara langsung ke Tiongkok.

Akselerasi bisnis ini terwujud melalui partisipasi aktif dalam forum diplomasi ekonomi ‘The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp’ yang diselenggarakan di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, pada 24 hingga 28 Agustus 2026.

Langkah ini menjadi jembatan nyata bagi pengusaha muda Indonesia untuk masuk ke dalam rantai pasok global, sekaligus memperkuat relasi historis perdagangan antara Indonesia dan kawasan Tiongkok Tenggara.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menegaskan bahwa lawatan ke Tiongkok ini memberikan dampak signifikan bagi ekosistem kewirausahaan pemuda.

“Event ini sangat positif, baik dari sisi menjalin relasi dengan pengusaha Tiongkok maupun Indonesia. Selain itu, ada sisi strategis lain yang kami pelajari, seperti kuatnya sejarah hubungan kedua negara, serta pemahaman akan pentingnya aspek hukum dalam menopang bisnis berskala internasional,” ujar Sahat di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Dari Limbah Dapur Menjadi Terang Altar: Inovasi Ramah Lingkungan HKBP Distrik XXI Banten

Inkubasi Bisnis Melalui YEFI

Delegasi yang diberangkatkan merupakan figur representatif dari berbagai sektor, mencakup pengusaha UMKM, akademisi, hingga birokrat. Seluruh delegasi ini tergabung dalam Youth Economic Fellowship Indonesia (YEFI), sebuah inkubator dan komunitas bisnis yang baru saja diresmikan oleh GAMKI di Jakarta.

Kehadiran delegasi GAMKI di Fuzhou tidak sekadar memenuhi undangan seremonial. Mereka bertindak sebagai representasi dagang dengan membawa langsung produk komoditas andalan dari daerahnya masing-masing.

“Para delegasi GAMKI yang tergabung dalam YEFI ini membawa produk UMKM masing-masing, antara lain kain tenun dari berbagai daerah Nusantara, olahan vanili, kapulaga, durian, dan komoditas lainnya. Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk membuka wawasan, memperluas pengalaman, serta menciptakan peluang dan relasi bisnis ke depan,” tambah Sahat.

Provinsi Fujian, khususnya kota Fuzhou dan Fuqing, dipilih karena posisinya sebagai pusat perdagangan dan investasi krusial di Tiongkok Tenggara.

Rangkaian kegiatan delegasi GAMKI dimulai dari seremoni pembukaan pada 25 Agustus 2026, yang dihadiri oleh figur kunci pemerintah dan bisnis setempat, termasuk Chairman of Fuzhou Youth Federation Lin Dun, First Vice Chairman of Perkumpulan Fuqing Indonesia Wang Yuzhong, dan President of Fuyao University of Science and Technology Wang Shugio.

Baca juga: GAMKI Resmikan Gerakan YEF Indonesia, Pemuda Dibidik Masuk Dunia Bisnis

Pelajari Jejak Sukses Diaspora 

Agenda delegasi mencakup tinjauan langsung ke pusat-pusat peradaban dan perencanaan masa depan Tiongkok. Rombongan mengunjungi Fuzhou Urban Planning Exhibition Hall, menyusuri Liangcuo Historical and Cultural District, serta membedah kawasan industri Fuqing.

Delegasi juga melakukan napak tilas di Museum Liem Sioe Liong Memorial Hall dan kawasan kota tua Three Lanes and Seven Alleys, sebelum menutup kunjungan dengan studi banding hukum bisnis di Maritime Silk Road Legal Service Zone.

Sekretaris Umum DPP GAMKI, Alan Singkali, menggarisbawahi pelajaran berharga dari loyalitas diaspora Fujian dalam membangun kampung halamannya.

“Kami melihat bagaimana para diaspora asal Fujian dari berbagai negara sangat hormat dan memperhatikan kampung halamannya. Hal itu terlihat nyata pada tahun 1990-an. Saat perantau asal Fujian yang sukses di Indonesia seperti Liem Sioe Liong, Tahir, Djohar Sutanto, hingga The Ning King bahu-membahu berinvestasi ke tanah leluhurnya. Tindakan itu kemudian memicu perusahaan besar di Singapura mengambil langkah serupa, yang mengakibatkan Fujian menjadi maju seperti sekarang,” jelas Alan.

Baca juga: Gereja Lintas Denominasi Gelar Momentum Kesatuan Doa Nasional 2026 Serentak di 620 Titik demi Pemulihan Bangsa

Dipimpin Ketua Umum Sahat Sinurat dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singali, delegasi GAMKI terdiri dari Ketua Bidang Luar Negeri dan Diplomasi Internasional Pendeta Fransisca Nadia Manuputty, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rienova Serry Donnie, Agustinus Eko Rahardjo dan Michael Fredy Yacob (Bidang Media Komunikasi), Andar Abdi Saragih (Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ketua DPD GAMKI Banten Jimmy Sabar Hanaekan, Daulat Viktor Sinaga dan Restu Sirait (DPD GAMKI Sumut), Maya Indriani Yacob Impak dan Ascteria Paya Rombe (DPD GAMKI Sulsel), Fransina Sarah Latumahina dan Alexsander Sakalessy (DPD GAMKI Maluku), Immanuel Yunias Rumere (DPD GAMKI Papua Pegunungan), Katarina Mariana Yaas dan Stefanus Mega Panda (DPD GAMKI Papua Selatan), serta Dheny Christian Tarigan (Lembaga Kaderisasi, Akreditasi dan Sertifikasi GAMKI).

Paparan terhadap ekosistem bisnis Tiongkok langsung membuahkan motivasi bagi para delegasi. Fransina Latumahina, Guru Besar Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura sekaligus pemilik PT Azael Collection Maluku, menyatakan bahwa perjalanannya membuka dimensi baru dalam mengelola bisnis mode dan wastra.

“Saya belajar banyak tentang kegigihan usaha dan integritas diri untuk maju dari keberhasilan pengusaha di Tiongkok. Pelajaran ini menjadi motivasi tersendiri untuk mengembangkan diri menjadi pengusaha yang andal, khususnya di bidang fashion dan wastra Tanimbar yang sedang saya geluti di Maluku,” kata Fransina.

Peluang ekspansi pasar juga dialami oleh Daulat Sinaga. Pengusaha vanili asal Sumatera Utara dengan merek “Mutiara Vanielli” ini berhasil memanfaatkan momentum untuk memetakan jalur distribusi ke Tiongkok.

“Melalui kerja sama GAMKI dengan Chindo Business Center dan pemerintah Fujian, saya mendapatkan kesempatan memasarkan produk vanili ke jaringan di China. Semoga ke depannya semakin banyak produk UMKM Indonesia yang menembus pasar internasional,” harapnya.

Baca juga: Tokoh Indonesia Pertama yang Bersuara! Pdt. Edwin Rondonuwu Desak Pembebasan Lee Man-hee di Kedubes Korea

Di luar sektor perdagangan murni, tata kelola infrastruktur kota Fuzhou turut menjadi sorotan. Andar Abdi Saragih, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, menilai Indonesia perlu mengadopsi model tata ruang Tiongkok yang berpusat pada manusia dan ekologi.

“Kita wajib belajar dari tata kelola jalannya. Tampak sekali ruang untuk pejalan kaki dan pesepeda dibuat lebih luas dibandingkan kendaraan bermotor. Sistem ini mewajibkan masyarakat berolahraga, akibatnya penduduk Tiongkok dapat hidup sehat dan panjang umur, terutama karena menghirup udara bersih yang rendah polusi,” papar Andar.

Ia juga mencatat bahwa integrasi pohon dan satwa di area publik dipadukan dengan penghormatan mendalam terhadap sejarah. Sistem dokumentasi budaya yang rapi dan lingkungan hidup yang asri dinilai Andar sebagai fondasi karakter yang membuat Tiongkok mampu menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan utama di dunia saat ini.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses